Home Berita Feature : Wisata Pesanggrahan Timbanuh Peninggalan Penjajahan Belanda Kini Tampil Beda

Feature : Wisata Pesanggrahan Timbanuh Peninggalan Penjajahan Belanda Kini Tampil Beda

767
0

 

Pesanggrahan Timbanuh Desa Timbanuh kecamatan Pringgasela termasuk salah satu wisata legendaris di wilayah Lombok Timur. Menyuguhkan destinasi wisata Tirta dan bangunan bersejarah Bale Abang peninggalan penjajah Belanda.Bagi pecinta sejarah yuk merapat ke lokasi ini.

Buaty Sarmi
Wartawan Ditaswara.com.

Tahun 2022 ini Pesanggrahan Timbanuh menyuguhkan tampilan lebih baru seperti tersedianya Camping ground, musholla yang lebih besar, toilet, area parkir, area para pedagang, banyaknya berugak di area Barat dan Selatan Bale Abang, berugak besar permanen berlantai dua agar pengunjung lebih leluasa bersantai menikmati Pemandangan alam.

Untuk masuk ke destinasi wisata ini pengunjung harus membayar tiket masuk sejumlah Rp. 5000 per orang.

Salah seorang penjaga Pesanggrahan Aria, sesungguhnya tempat ini sejak tahun 1960 an menjadi lokasi tujuan wisata yang terkenal di Lombok Timur.Saat itu ada bangunan Belanda yang kokoh berdiri sampai sekarang menjadi tempat menginapnya para pejabat-pejabat zaman dulu .
Rumah ini didirikan oleh Belanda tahun 1932.

Bangunan rumah Pesanggrahan ini berdiri di atas tanah seluas 9 are itu. Sejak didirikan, suasana bangunan itu sangat eksklusif. Tak satu pun warga pribumi yang dapat masuk maupun hanya sekedar mendekati bangunan tersebut saat itu.

Dari Selong ke Pesanggrahan Timbanuh berjarak 17 km, tak jauh dari beberapa wisata alam Timbanuh lainnya seperti Air terjun Semporonan, Aik Seleong, Geopark Rinjani Timbanuh, dan air terjun Mayung Polak.

Nuri salah satu pengunjung dari Aikmel mengatakan baru dua kali kesini dengan teman temannya, dirinya merasa betah dan nyaman bersama terutama di berugak lantai dua menikmati cuaca yang sejuk juga pemandangan alam yang hijau dan melihat pemandangan laut selatan

Dinas Pariwisata Lombok Timur di lokasi wisata Pesanggrahan Timbanuh ini melakukan banyak pembenahan. mulai dari pembangunan toilet yang nyaman, tempat parkir khusus, musholla yang lebih besar, Area Camping Ground, dan banyak berugak tempat bersantai para pengunjung. Dispar pun masih mengupayakan untuk pembangunan yang lebih baik untuk wisata ini. Dan nantinya ada kolaborasi antar Pemerintah desa dan Dinas pariwisata sangat diperlukan guna mencetak generasi peduli wisata di desa Timbanuh. Bersama masyarakat Timbanuh bersama sama membangun dan menjaga wisata Tirta dan bangunan bersejarah ini.
Rumah peninggalan ini akan dijadikan sebagai wisata edukasi. Sebab banyak pelajar atau pun mahasiswa yang datang meski untuk sekedar berkemah.

Baca Juga :  COPA BUPATI LOTIM RESMI DI BUKA.

Letaknya yang berada di ketinggian, disebutnya membuat tempat itu banyak dinikmati oleh pengunjung. Ini karena di lokasi itu menawarkan pemandangan yang cukup eksotis.Pada malam hari dapat kita nikmati keindahan kelap kelip lampu yang ada di Kota Selong.

Terlebih di tempat ini tak hanya didapati bangunan rumah. Namun ada juga kolam renang besar yang telah dibangun pada saat zaman Belanda. Kolam tersebut sudah direnovasi sekarang dan di buat kolam yang lebih moderen .

Di sekitar bangunan ini dikelilingi taman yang indah. Belum lagi ada juga tumbuh 7 pohon cherry tua. Suasana ini menambah kekhasan tempat ini.

Selain peninggalan berbentuk rumah, juga ada yang lainnya seperti keris, samurai, bedil, foto-foto dan lain sebagainya.

Namun peninggalan itu, ujar Aria, telah diamankan oleh Pemerintah Daerah (Pemda), pada saat Ali Bin Dachlan menjabat Bupati

Bukan hanya mengamankan beberapa peninggalan. Namun juga merubah ketinggian tembok bangunan dan cat temboknya.

‘Dulu warnanya merah,k tapi dirubah menjadi warna kantoran,” katanya.

Pada masa kepemimpinan Ali Bin Dahlan tempat ini sering ditempati. Bupati Lotim dua periode itu menempati bangunan tersebut untuk sekedar melepas lelah dari bisingnya kota.

Tempat yang sekarang , saat ini dikelola oleh Dinas Pariwisata Lombok Timur. Belakangan juga dijadikan wisata edukasi.

Nantinya, di lokasi ini akan ditambah berapa spot foto, untuk mempercantik tempat itu. Dan membuat reflika kapal Nabi Nuh, di dekat tembok pembatas.

Tapi bagi yang berminat camping ground di tempat itu dipersilahkannya. Pihak pengelola sudah menyiapkan alat perkemahan.

Sewa Rp 10 ribu per orang. Jika full service sekitar Rp 250 saja. Tapi malam Jum’at di liburkan untuk semua aktivitas.

Baca Juga :  KEPSS LOTIM ADAKAN HALAL BIL HALAL

Akses jalan menuju Pesanggrahan cukup baik sehingga tidak membutuhkan waktu lama,dari kota Selong hanya waktu 30 menit.Akses jalan dapat melalui Desa Rempung dan Lenek, dari desa Pengadangan sekitar 5 km menuju ke Pesanggrahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here