Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggerakkan semua organisasi perangkat daerah (OPD) di tingkat kabupaten/kota untuk bergotong-royong menurunkan angka kasus stunting dengan melaunching Gotong Royong Bhakti Stunting salah satunya di Lombok Timur, yang digelar bersama Posyandu Saling Asih di Kantor desa Lendang Nangka Utara, kecamatan Masbagik, Lombok Timur, Senin (22/5).
Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Pemprov NTB, Drs. H. Fathurrahman, M.Si mengatakan bahwa melalui Bhakti Stunting untuk melakukan pendampingan kepada OPD terkait untuk lebih fokus ke satu kecamatan dengan melakukan intervensi dan dukungan kepada balita stunting.
Ia juga menjelaskan bahwa kasus stunting di Indonesia itu terdapat tiga sumber data yakni Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), Studi Status Gizi Indonesia (SSGI), dan Elektronik-Pencacatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (E-PPGBM).
“Untuk Riskesdas dan SSGI itu sama-sama menggunakan metode sample (survei), sedangkan E-PPGBM adalah total populasi (by name by address),”terangnya.
Dituturkannya bahwa diantara kedua metode tersebut memiliki perbedaan baik itu yang menggunakan metode sample ataupun populasi memiliki sisi positif tersendiri.
“Untuk metode survei ini cocok untuk perencanaan intervensi sedangkan metode by name by address ini cocok untuk intervensi, jadi kita ambil manfaatnya saja,”ujarnya.
Ia menerangkan bahwa setiap sumber data atau metode jika metodeloginya benar tidak akan menjadi masalah meski idealnya adalah satu data. Namun dalam suatu hal itu perlu duduk bersama bagaimana menjadi satu strategi dan itu untuk diranah kebijakan.
“namun jika diranah permentasi adalah dimana memanfaatkan data tersebut, mengetahui sumbernya, dan mengetahui manfaat data yang ada,” demikiannya.(aty)








