Berita

PKS SOSIALISASI TENTANG PENGEMBANGAN EKONOMI KREATIF

-

 

LOMBOK TIMUR.Ditaswara.com. Saat ini perhatian pemerintah terhadap pengembangan ekonomi kreatif begitu sangat intens sekali mengingat banyak masyarakat yang menekuni usaha kreatif ini.Perkembangan usaha ini mayoritas masih tradisonal dan terkendala oleh bentuk kemasan dan pangsa pasar,sehingga sulit untuk bersaing dengan produk-produk industri pabrikan.
“Saat ini kita melakukan sosialisasi Perda No 3 tahun 2020 tentang pengembangan ekonomi kreatif,dan masyarakat harus mengetahui Perda ini sebagai payung hukum didalam mengembangkan usaha kreatip nanti.Apalgi dengan adanya kegiatan Motor GP di Mandalika akan banyak berpengaruh pada sektor ekonomi kreati hususnya di Lombok Timur,”kata H.Abdul Hadi anggota DPRD Provinsi NTB dari PKS pada Ditaswara com di sela-sela sosialisasi Perda di Kantor PKS Selong,Sabtu (8/5).
Menurut Abdul Hadi adanya kegiatan Motor GP nanti ,pemerintah secara intensip melakukan pembinaan di pengembangan ekonomi kreatif ini sehingga hasil produk lebih bernilai lagi.Seperti contoh buah kelapa selama ini hanya di kemas dalam bentuk bongkahan kelapa atau dalam produk es kelapa saja,padahal kalau dikemas dalam bentuk kemasan lain seperti minyak goreng dengan kemasan menarik dan berkwalitas atau dalam bentul cooktail. Sudah tentu cara seperti ini akan memberikan nilai tambah.
Dan selanjutnya Pemerintah nantinya tinggal melakukan sinergi dengan potensi-potensi yang ada di masyarakat, untuk itu melalui sosialisasi yanag disampaikan kepada para konsituen seperti kader dan para pengurus partai ini agar nanti mengambil peran juga,karena nanti banyak program yang di gelontorkan pemerintah yang nantinya dapat di dapatkan. Sebagai seorang legislator lanjut Abdul Hadi, selama ini banyak aspirasi yang di serap dari para konsituen atau masyarakat yang menginginkan berbagai macam kebutuhan di bidang UMKM. Semua aspirasiyang ada akan disampaikan kepada pemerintah dan selanjutnya tinggal nanti membuat program-program yang bisa dinikmati oleh masyarakat.
“Intinya pemerintah akan lebih memberdayakan masyarakat yang nantinya akan dibantu dengan bantuan peralatan maupun modal pemberdayaan lain seperti pelatihan-pelatihan untuk menciptakan sebuah produk yang menarik dan berkwalitas,”imbuhnya.

Baca Juga :  Dispar Lombok Utara Gaungkan Gili Tramena Sebagai Bubble Island


Yang penting tambahnya,masyarakat harus mempunyai keinginan atau kemauan yang kuat untuk menciptakan kreatipitas,peran BumDes juga dapat bersinergi dengan segala potensi-potensi yang ada di desa yang nantinya membantu di bidang pemasaran. Dengan semakin majunya pengembangan pariwisata di Lombok Timur akan menjadi peluang besar bagi dunia ekonomi kreatif,dalam event Motor GP di Mandaklika ratusan ribu orang akan datang menyaksikan event tersebut sehingga membutuhkan banyak fasilitas pendukung dan tidak mungkin semuanya akan di sediakan dikawasan serkuat Mandalika,untuk menginap tidak mungkin semuanya akan tidur di hotel berbintang,pasti banyak yang membutuhkan tempat yang murah namun fasilitasnya baik.Hal ini nanti masyarakat dapat menyediakan9 rumah-rumah sederhana tetapi dengan kwalitas baik sehingga tamu-tamu yang datang akan dapat menikmati rumah-rumah tersebut sebagai tempat istrahat yang nyaman,dan murah.
Selain itu juga dapat menyiapkan produk pakaian khas Lombok yang semuanya harus di kelola oleh masyarakat lokal,produk aneka makanan dan minuman yang juga di hasilkan dari industri kreatif,dan secara tidak langsung multi epeck adanya Motor GP masyarakat secara enonomi banyak terbantu.
Kawasan Lombok Timur bagian yang paling dekat dengan Mandalika tentu berpeluang besar untuk menampung tamu yang datang menonton Motor GP,dengan pantai yang indah yang tidak kalah dengan pantai di Lombok Tengah,dan ini menjadi tugas pemerintah untuk menata kawasan pantai tersebut dengan bersinergi dengn para pelaku wisata yang ada di kawasan tersebut.
“Kita tidak inginkan ada orang luar daerah yang memanfaatkan multi epeck kegiatan motor GP ini,peran pemerintah daerah harus kuat untuk menyiapkan semua yang menyangkut asesoris kebutuhan para penonton yang datang,dan ini harus terus menerus dilakukan persiapan dan evaluasi sehingga ketiaka event Motor GP sudah dimulai masyarakat lokal sudah siap untuk menyambutnya,”jelas Hadi.
Potensi Lombok Timur cukup banyak mulai dari potensi pertanian,makanan atau kuliner,pakaian,selanjutnya ahli desainer,fashion,fhotografis,musik yang semuanya masuk dalam kegiatan ekonomi kreatif,sekarang tinggal bagiamana bidang usaha ini dapat di kerjakan secara propisional dan pemerintah tinggal membantu dan saling bersinergi.
Kegiatan sosialisasi Perda di Lombok Timur dilakukan selama 3 hari di 3 Kecamatan,adapaun Perda yang disosialisasikan antara laian Perda No 3 Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Perda nomor 7 tahun 2020 Tentang Penanggulangan Penyakit Menular seperti Covid 19. (ndk).

Baca Juga :  Sidang Paripurna APBD Perubahan 2023 Menjadi Paripurna Terakhir Bupati Sukiman Diwarnai Rasa Tangis Haru

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *