Editor : Redaksi
Secara resmi Fans Of Rhoma Irama and Soneta (Forsa) berdiri pada tanggal 4 April 2013,yang mana saat itu beberapa komunitas penggemar Rhoma Irama dan Soneta seperti Soneta Fans Club Indonesia (SFCI),Soneta Fans Club (SFC),Rhomania, ABRI (Anak Buah Rhoma Irama) dan yang lainnya di undang oleh Rhoma Irama pada hari Kamis 4 April 2013 bertempat dikediaman Debby Irama Jl.Haji No.1 Kebun Baru Tebet Jakarta Selatan . Pada pertemuan ini langsung di laksanakan deklarasi pembentukannya satu wadah baru yang di beri nama FORSA ( Fans Of Rhoma Irama and Soneta).
Pada saat itu karena dengan alasan karena situasi dan kondisi yang belum memungkinkan untuk di laksanakan Musyawarah Nasional (Munas),maka sebagian besar para fans menunjuk beberapa tokoh yang di anggap mempunyai loyalitas dan dedikasi tinggi untuk menjadi Formatur yang berasal dari beberapa wilayah yang ada di Indonesia . Rhoma Irama sebagai pimpinan Soneta Group saat itu langsung menerbitkan Surat Keputusan dengan No.001/KPTS/SONETA/SK/XI/2013 yang menunjuk sebagai Formatur antara lain, H.Surya Aka SH (jawa Timur),H.Saefudin Latief S.Ag (Sumatera Selatan),Jiwwo Soewondo S.Sos (Jawa Tengah),Zainal Abidin (DKI Jakarta) dan yang lainnya, ada sejumlah 16 orang sebagai formatur. Adapun tugas Formatur sesuai dengan surat Keputusan tersebut mempunyai tugas antara lain,menyusun AD-ART FORSA,
Dengan adanya FORSA ini maka seluruh wadah penggemar yang ada selama ini,melebur menjadi satu wadah dan satu koordinasi untuk visi dan misi yang sama.
Pada Musyawarah Nasional (Munas) ke I yang di laksanakan di Jakarta tanggal 24-25 Oktober 2014,H.Surya Aka Syahnagra terpilih secara aklamasi untuk memimpin FORSA periode 2014-2019.Saat pelaksanaan agenda pemilihan Ketua umum yang berlangsung Sabtu dini hari,mayoritas peserta yang terdiri dari 20 Utusan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan 66 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) baru memilih Surya Aka sebagai ketua umum Forsa.
Saat itu untuk DPW Forsa NTB belum terbentuk,seiring jalan ada beberapa fans Rhoma Irama yang ada di pulau Lombok mencoba merintis untuk terbentuknya Forsa di NTB,hal di mulai dari beberapa komunitas seni yang menjadi penggemar berat Rhoma Irama dan Soneta yang selama ini menjadi fans di struktur luar. Di Lombok Timur setiap hari kelahiran Rhoma Irama dan Soneta selalu rutin di rayakan dari tahun 2013 sampai sekarang,kegiatan tersebut dilakukan di Sekretariat Nada Miraki produksi di bawah pimpinan Mustaan Suardi (Bang Andek). Berbagai kegiatan yang dilakukan mulai dari pagelaran musik karya Rhoma Irama,nonton barang Film Rhoma Irama, menampilkan kilas balik perjalanan Rhoma Irama dan Soneta lewat slide dan kegiatan bakti sosial seperti penyantunan untuk anak yatim piatu dan penghargaan yang diberikan kepada para penggemar fanatik Rhoma Irama yang ada di Lombok Timur. Kegiatan ini mampu membangun silaturrahmi sesama penggemar Rhoma Irama yang jumlahnya cukup banyak tersebut. Saat itu komunitasnya di berikan nama Forsa Lombok Timur.
Pada tahun 2014 saat ada konser Rhoma Irama di Lapangan Nasional Selong Forsa Lombok Timur ikut hadir dan menyambut kedatangan sang raja dangdut ini, walaupun saat itu tidak dapat bertemu secara langsung dengan Rhoma Irama namun memberikan kebahagian tersendiri dapat menyaksikan penampilan sang idola secara langsung saat bermain musik bersama Soneta Group.
Selanjutnya dalam kegiatan yang sama memperingati HUT Rhoma Irama dan Soneta pada tahun 2014 mengundang para penggemar yang ada di Kabupaten Sumbawa Barat.Saat itu di bawah pimpinan Drs Usman Atsiqoh langsung datang dari Taliwang .Karena secara struktural belum ada pengurusnya maka Bang Andek saat itu mengambil inisiatif memakai nama Forsa Lombok Timur untuk mengundang semua para penggemar Rhoma Irama dan Soneta yang ada di pulau Lombok dan Sumbawa.
Pada tahun 2015 pada kegiatan yang ketiga kalinya di acara Ultah Rhoma Irama di rumah Bang Andek hadir juga perwakilan Forsa dari Lombok Barat yaitu Reyza Akhmadi dan temannya yang bernama Alwi,kegiatan peringatan Ultah sang Raja ini biasanya kita naikan di media sosial (FB) banyak menarik minat para penggemar Rhoma Irama dan Soneta untuk datang ke lokasi acara di Lombok Timur. Pada saat itu ketika bertemu dengan Naswadi (Adi Gendrong) di acara Ultah Rhoma Irama yang ke 69,Bang Andek memberikan tawaran pada Adi Gendrong untuk menjadi Ketua DPC Forsa Lombok Timur,dan tawaran ini dengan sangat senang hati di terima oleh Adi Gondrong. Dan secara struktural kepengurusan DPC Forsa Lombok Timur lebih dahulu terbentuk dari pada DPW Forsa NTB.
Di sisi lain perwakilan Forsa Lombok Barat Reyza Akhmadi ini sebelumnya juga sudah mempunyai beberapa kegiatan yang berhubungan dengan Rhoma Irama. Pada bulan September 2013 saat ada kunjungan Rhoma Irama ke beberapa pondok Pesantren yang ada di Lombok bersama PKB,Reyza bersama dua orang temannya yaitu Ustad Wahyu dan Abd Hakim mengambil inisiatif untuk membuat sepanduk bertuliskan “Forsa Lombok” dalam rangka menyambut kedatangan Rhoma Irama di Ponpes Qomarul Huda Bagu dan di Ponpes Al-Islahuddin Kediri. Begitu juga saat konser Rhoma Irama tahun 2014 di Kota Selong mereka bertiga ini aktip untuk mengikuti kegiatan sang raja dangdut ini.
Berawal dari pertemuan dengan Reyza ini,Bang Andek mengambil inisiatif untuk dapat bertemu dengan beberapa penggemar Rhoma Irama yang ada di tempat lainnya. Salah satu penggemar Rhoma Irama yang saat itu masih ada di pulau Jawa yaitu Sarwin Efendi sangat sering sekali mengadakan komunikasi dengan Bang Andek dan bersepakat untuk bertemu di Mataram saat balik ke Lombok.
Di awal bulan Januari 2016 Sarwin menemui Bang Andek di Kantor Lombok Post, dan membicarakan perlunya di bentuk kepengurusan DPW Forsa NTB. Pada kesempatan tersebut Bang Andek meminta kepada Sarwin untuk mencari figur calon Ketua DPW Forsa NTB,dan meminta kepada Sarwin apabila nanti sudah ada orang yang memang cocok menjadi ketua untuk dapat bertemu lagi pada pertemuan berikutnya.

Para inisiator berdirinya DPW FORSA NTB, Sarwin, Bang Andek, Reyza dan Abdul Hakim, merumuskan tentang berdirinya DPW FORSA NTB.
Pada tanggal 25 Pebruari 2016 Sarwin kembali bertemu dengan Bang Andek di Kantor Lombok Post dan datang bersama dengan seseorang yang saat itu dengan ramah dan selalu senyum ketika di ajak bersalaman. Sarwin mengatakan, bahwa ini yang akan menjadi calon Ketua DPW Forsa NTB dan memperkenalkan namanya Mohan Anwar. Dengan penuh senang hati Bang Andek menyambut kedatangan mereka berdua ini dan pada saat tersebut menitip pesan pada Mohan Anwar (yang sekarang sudah almarhum) untuk dapat menerima tawaran untuk menjadi Ketua DPW Forsa NTB dan berharap agar DPW Forsa NTB kedepannya betul-betul menjadi wadah bagi semua fans Rhoma Irama dan Soneta,ini wadah silaturrahmi untuk menjalin persahabatan antara yang satu dengan yang lainnya dan silahkan di ajak semua para penggemar yang lain untuk bergabung dengan DPW Forsa NTB ini.
Waktu itu Bang Andek menyampaikan kepada Sarwin silahkan di susun formasi kepengurusannya dengan mengundang beberapa penggemar yang lain yang ada di Mataram maupun di tempat lain. Dan pada waktu itu Bang Andek membantu sepenuhnya secara adminstrasi penyusunan kepengurusan DPW Forsa NTB,dan karena kesibukan yang padat sebagai jurnalis agar posisinya di pengurus di tempatkan pada posisi yang biasa saja. Ahirnya di susun kepengurusan DPW Forsa NTB dengan Ketua Mohan Anwar,sekretaris Sarwin Efendy dan dilengkapi dengan beberapa kepengurusan yang lain sesuai format kepengurusan yang di buat DPP Forsa.
Untuk sementara yang menjadi tempat sekretariat di kantor Radio Kota Mataram dimana almarhum Mohan Anwar bekerja.Begitu semangatnya semua pengurus dan anggota DPW Forsa NTB saat itu hampir setiap waktu bertemu di Radio Kota,dan salah satu yang di anggap mendesak saat itu adalah pengadaan baju seragam Forsa. Ahirnya Bang Andek berinisiatif sendiri untuk mengadakan baju seragam Forsa dan di buatlah baju seragam Forsa sebanyak 50 baju. Baju ini dapat dibayar secara cicil dan juga ada yang membayar secara kontan.
Pada tanggal 31 Maret 2016,sebagai salah satu cara untuk mempromosikan keberadaan Forsa di NTB,para pengurus DPW Forsa NTB ini di tampilkan di salah satu TV swasta yaitu Lombok Post TV dalam acara Sejarah Musik Dangdut dan ini merupakan inisiatif dari Bang Andek yang saat itu bekerja di Lombok Post Group.
Acara ini ternyata cukup membantu sehingga keberadaan DPW Forsa baik secara lokal maupun nasional sudah di ketahui keberadaannya,terlebih lagi secara adminstrasi kepengurusan DPW Forsa NTB sudah di kirim ke DPP Forsa di Jakarta,tinggal menunggu kapan akan dilantik oleh Ketua Umum DPP Forsa.

Bang Andek,Sarwin Efendi,Mohan Anwar (alm),Bang Tagor (alm) Dewi dan Wahyu sesaat setelah mengisi acara di Lombok Post TV.
Selanjutnya pada tanggal 25 Maret 2016 Sarwin Efendi bersama Reyza Ahmadi dan Abdul Hakim menemui Bang Andek di Kantor Lombok Post kaitannya dengan acara ultah Forsa pada tanggal 4 April 2016,dan disepakati walau waktunya mepet sekali perayaan HUT Forsa dilaksanakan di rumah kediaman Bang Andek di Lombok Timur. Saat itu semua pengurus DPW Forsa NTB bersama pengurus DPC Forsa Lombok Timur hadir dan saat itu betul- betul menunjukan rasa kebersamaan dan persatuan sesama anggota Forsa.
Seiring dengan waktu yang berjalan,munculah berbagai macam masalah di internal pengurus DPW Forsa yang pada muaranya lebih kepada tidak berjalannya roda organisasi dengan baik. Terjadi beberapa kali pergantian posisi kepengurusan yang ahirnya banyak yang menimbulkan kekecewaan.
Sehingga waktu untuk membentuk kepengurusan Forsa di semua kabupaten/ kota tidak berjalan sebagaimana yang di harapkan,dan hanya pengurus DPC Lombok Timur yang lengkap karena pembentukannya di lakukan sebelum di bentuknya DPW Forsa NTB.
Namun itu adalah realita sebuah organisasi seperti Forsa yang pada awalnya diharapkan untuk tempat saling bersilaturrahmi sesama fans berujung pada adanya perpecahan. Beberapa kali di adakan konsultasi dan mediasi,agar roh dan semangat Forsa ini di kembalikan lagi ke awal saat baru di bentuk untuk pertama kalinya mempersatukan semuanya kekuatan dan sumber daya forsa yang ada.
Beberapa inisiator Forsa NTB seperti Bang Andek,Reyza Akhmadi,Sarwin Ependy dan beberapa yang lainnya merasa kecewa dengan kondisi yang ada dan ahirnya mengambil sikap diam dan memilih untuk tidak terlibat dalam suasana seperti itu.
Sejak dilantik oleh Ketum DPP Forsa tanggal 1 Oktober 2017 yang bersamaan waktunya dengan pelantikan DPD PAMMI NTB oleh Rhoma Irama di Mataram ,kondisi kepengurusan DPW Forsa NTB belum juga berjalan baik, terjadi beberapa kali pergantian posisi pengurus dan ada berbagai kepentingan masuk didalamnya sehingga terjadi kubu-kubuan yang mengakibatkan roda organisasi tidak dapat berjalan dengan baik sampai berakhirnya masa periode kepengurusan DPW Forsa NTB 2017-2022.
Setelah berakhirnya periode kepengurusan DPW Forsa NTB tersebut,oleh DPP Forsa di angkatlah pengurus caretaker dalam rangka memilih pengurus DPW Forsa yang baru.Namun sampai batas waktu yang di berikan kepengurusan caretaker DPW Forsa ini tidak mampu menyelesaikan tugasnya akibat masih adanya perpecahan di antara sesama anggota Forsa. Muswil DPW Forsa NTB yang pertama ini rencananya akan dilaksanakan tanggal 4 Nopember 2022 tidak jadi laksanakan karena DPP Forsa membuat keputusan untuk di tunda/pending dengan alasan kondisi yang tidak kondusif.
Harapan terakhir tetap pada keputusan DPP Forsa,bila kondisi ini masih menunjukan tetap terjadinya perpecahan,maka tentunya akan ada keputusan lain yang di pakai DPP Forsa sesuai dengan AD-ART Forsa itu sendiri.
Semoga dengan adanya tulisan ini akan dapat mengungkap benang merah apa sesungguhnya yang terjadi DPW Forsa NTB ini,marilah kita mengambil pelajaran dari perjalanan ini,karena sesungguhnya yang paling utama kita junjung tinggi adalah akhlak yang mulia dan ukhuwah Islamiyah antar Fans Soneta sebagai bentuk pengamalan lagu dan lirik karya Rhoma Irama dan Soneta sesuai dengan ajaran agama dan peraturan perundang-undangan yang berlaku, serta sejalan dengan visi dari Forsa itu sendiri.()

Menyambut kedatangan Rhoma Irama di Mataram tahun 2014 di hotel Sahid Legi oleh Forsa Lombok NTB.








