Home Berita Feature :  Sisi Lain Dari Makna Hari Ibu Ke 94 Di Lombok...

Feature :  Sisi Lain Dari Makna Hari Ibu Ke 94 Di Lombok Timur.

141
0

 

Setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai Hari Ibu,adakah peristiwa bersejarah dan istimewa yang terjadi pada tanggal terebut.Pertanyaan ini timbul di benak masing-masing orang,seperti apakah sesungguhnya seorang ibu berjuang untuk negeri ini sehingga harus ada waktu khusus untuk memperingatinya.

Mustaan ​​Suardi
Pimred : Ditaswara.com.

Ada beberapa kegiatan yang dilakukan oleh Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Lombok Timur dalam rangka menyemarakkan peringatan Hari Ibu ke 94 yang di peringati setiap tanggal 22 Desember 2022. Sebelum tanggal 22 Desember 2022 ibu-ibu yang bergabung di GOW melakukan berbagai kegiatan seperti Senam bersama yang di kemas dengan acara pembagian aneka door prize,lomba memasak nasi goreng seafood,dan ziarah ke makam pahlawan nasional di Kota Selong.
Pada puncak resepsi Hari Ibu tanggal 22 Desember 2022 yang di pusatkan di pendopo II Wakil Bupati Lombok Timur juga di isi dengan berbagai kegiatan seperti Bazar UMKM binaan GOW,Santunan yang di berikan kepada korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),santunan untuk pasukan kuning/kebersihan,santunan kepada lansia dan pemberian sertifikat kepada peserta kursus menjahit.
Ketua GOW Lombok Timur Hj.Kudsiyah Rumaksi mengatakan,kegiatan untuk memeriahkan hari Ibu di Lombok Timur tujuannya adalah semata-mata untuk menumbuhkan rasa peduli kepada sesama,terutama yang banyak di lakukan oleh kaum wanita. Tentunya sebagai seorang wanita selain bertugas sebagai Ibu rumah tangga,banyak hal yang dapat di perbuat untuk membantu masyarakat yang ada di lingkungannya masing-masing. Khususnya santunan yang di berikan untuk wanita yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT),selama ini banyak cerita tentang KDRT yang berujung pada kematian yang di alami seorang wanita yang sekaligus ibu dari anak-anaknya.Adanya bentuk perhatian seperti ini tentu secara mental akan membantu memulihkan semangat hidup para ibu-ibu untuk tetap tegar dan tidak putus asa menghadapi ujian dalam kehidupan rumah tangganya.
Ibu memang wanita yang menjadi sosok yang sangat di hormati oleh siapapun,perjuangan seorang ibu untuk membesarkan anak-anaknya tidak mengenal kata lelah dan menyerah.Keringat dan air mata serta rasa sakit yang di derita tak terasa demi sang buah hati,itulah pengorbanan seorang ibu dari sisi tugas dan tanggungjawab terhadap anak-anaknya.
Lantas dari manakah di mulai dan lahir tentang hari ibu yang di peringati setiap tanggal 22 Desember,bila menengok sejarah lahirnya hari ibu yang mana pada awalnya hari ibu pada tanggal 22 sampai 25 Desember 1928 saat para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera berkumpul untuk mengadakan kongres Perempuan Indonesia yang pertama di Jogjakarta.
Pada kongres ini ada beberapa agenda utama yang di bahas seperti persatuan perempuan Nusantara,Peranan perempuan dalam perjuangan kemerdekaan,peranan perempuan dalam aspek pembangunan Bangsa,perbaikan gizi,kesehatan ibu dan balita,pernikahan dini dan lain sebagainya.
Selanjutnya di adakan Kongres Perempuan kedua pada bulan Juli 1935 yang langsung di bentuk Badan Pemberantasan Buta Huruf (BPBH) dan menentang perlakuan tidak wajar atas buruh wanita perusahaan batik di Lasem Rembang.
Penetapan Hari Ibu di lakukan pada Kongres Perempuan ketiga tahun 1938,setelah Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 tahun 1959 di tetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu dan rayakan secara nasional sampai sekarang.
Selamat hari Ibu ke 94,semoga para ibu-ibu yang ada di Kabupaten Lombok Timur menjadi inisiator untuk siapapun mulai dari suami,anak,lingkungan tempat tinggal ataupun tempat kerja sampai pemerintahan.Karena Ibulah kita semua hidup dan berkembang serta merangkai semua prestasi di dunia kehidupan masing-masing.

Baca Juga :  Pemda dan DPRD Lotim MoU Nota Kesepakatan Rancangan KUA dan PPAS Tahun 2024

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here