Home Berita Upaya Turunkan Angka Stunting, DP3AKB Lotim Berikan Pembekalan Kader Dapur Sehat Kampung...

Upaya Turunkan Angka Stunting, DP3AKB Lotim Berikan Pembekalan Kader Dapur Sehat Kampung KB

122
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur terus berupaya menekan penurunan angka stunting di daerah hingga target 14 persen. Adapun salah satu caranya ialah dengan mengadakan program Dapur Sehat (Dashat) dan memberikan pembekalan kepada para kader yang ada di masing-masing Kampung KB. Berlangsung di Rupatama II Kantor Bupati, Senin (27/5).

”Hari ini kita melakukan orientasi pengelola Dashat di Kampung KB. Karena kita akan mulai lakukan dapur sehat atasi stunting itu di kampung KB,” ucap Pj Kabid Pengendalian Penduduk dan Penggerakan Masyarakat DP3AKB Lotim, Lalu Muhammad Anwar.

Kegiatan Orientasi Dashat ini diharapkan bisa merubah perilaku sasaran keluarga resiko stunting. Terutama dalam mengelola makanan yang akan dikonsumsi baik keluraga rentan, Ibu hamil, Balita dan ibu menyusui. Karena jika pola konsumsinya salah, akan mengakibatkan anak stunting.

Selama ini kata dia, pola konsumsi makanan yang ditetapkan oleh keluarga resiko stunting banyak mengkonsumsi makanan yang tidak bergizi seimbang, tidak memilih bahan makanan yang sehat dan bergizi. Sehingga para sasaran tidak bisa mendapatkan gizi seimbang dan cukup.

”Nanti kader-kader kita ini akan mengajarkan masyarakat terutama keluarga resiko stunting ini, bagaimana cara mengolah makanan yang ada di sekitar untuk bisa mendapatkan gizi seimbang,” katanya.

Melalui pendampingan tersebut, para kader pengelola Dashat ini masyarakat diharapkan bisa lebih kreatif dalam membuat makan. Dari makanan yang sebelumnya tidak disukai anak menjadi disukai dan kaya akan gizi.

Disebutkan pula, bahwa jumlah keluarga resiko stunting dalam kurun waktu tiga tahun ini terus mengalami penurunan. Tahun 2021 jumlah keluarga resiko stunting sebanyak 152 ribu. Sedangkan 2022 turun menjadi 96 ribu dan 2023 menjadi 79 ribu. ”Keluarga resiko stunting ini memiliki resiko untuk melahirkan anak-anak yang stunting. Makanya kita harus tangani keluraga resiko stunting ini,” imbuhnya.

Baca Juga :  Dampak Cuaca Buruk Tanaman Tomat Petani di Lombok Timur Rusak

Sementara itu, Kepala Dinas DP3AKB Lotim H Ahmat menambahkan bahwa keluarga resiko stunting ini dibagi menjadi beberapa kelompok. Kelompok prioritas keluarga stunting yakni ibu hamil. Jumlah ibu hamil di keluarga beresiko stunting tercatat sebanyak 9.000 orang. Kemudian prioritas selanjutnya ialah Batuta dengan jumlah 27.063 anak.

“Kalau ibu hamil dan Batuta yang menjadi prioritas kita ini bisa kita atasi insyaallah kasus Stunting kita di Lotim akan terus menurun. 79 ribu keluraga resiko stunting ini tetap dikontrol terus oleh tim pendamping keluarga kami,” lanjutnya.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa semua desa di Lotim telah memiliki kampung KB. Namun tidak semua desa telah memiliki Dapur Sehat. ”Dari 254 desa di Lotim baru 102 desa yang sudah memiliki Dashat.,” tutupnya.(ds2).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here