Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur.Ditaswara.com. Tingginya curah hujan yang terjadi selama 3 bulan terakhir ini berdampak pada rusaknya tanaman sayuran petani khususnya tanaman Tomat.
Dahlan (40) salah satu petani tomat di Desa Aikdewa, mengatakan sejak masa tanam hingga memasuki panen, tanaman tomat miliknya selalu diguyur hujan. Akibatnya tanaman Tomat miliknya menjadi rusak dan membusuk sehingga membuatnya merugi.
“Dari awal masa tanam hingga memasuki 2 kali panen, tanaman Tomat kita selalu diguyur hujan, hal ini membuat tanaman Tomat kita rusak dan busuk. Kita mengalami kerugian yang lumayan,”ungkap Dahlan ketika ditemui di kebunnya, Sabtu (4/3).
Selain karena faktor cuaca, tomat petani juga rusak lantaran banyaknya hama yang menyerang tanaman serta tidak dapat melakukan perawatan dengan penyemprotan pada musim penghujan.
“Kita tidak bisa mengusir hama kalau musim penghujan, kita baru saja melakukan penyemprotan malah langsung diguyur hujan sehingga tidak optimal,” jelasnya.
Hal yang sama juga dikatakan petani lainnya, Haji Er Mulyadi, mengatakan pada musim tanam ini hasil panen tomatnya tidak maksimal karena mengalami kebusukan. Hal itu menyebabkan hasil panennya mengalami penurunan.
“Hasil panen kita menurun drastis karena banyak buah tomat yang rusak,” katanya.
Harga tomat di tingkat petani pun mengalami penurunan, di mana harga jual dalam satu keranjang sekitar Rp35 ribu. Hal itu tentu membuat para petani merugi hingga jutaan rupiah.
“Harga beli di kita murah tapi harga di pasaran malah lumayan tinggi sekitar Rp8 ribu per kilogramnya,” pungkasnya.(aty)








