Home Lombok Timur Sosialisasi Pendewasaan Usia Pernikahan dan Peningkatan Kualitas Kesehatan Gizi Balita dan Ibu...

Sosialisasi Pendewasaan Usia Pernikahan dan Peningkatan Kualitas Kesehatan Gizi Balita dan Ibu Hamil, Oleh Mahasiswa KKN Tematik UNRAM

184
0

 

Lombok Timur.Ditaswara.com.Mahasiswa KKN Tematik Universitas Mataram (UNRAM) di Desa Dara Kunci melakukan sosialisasi yang mengangkat tema “Pendewasaan Usia Pernikahan dan Kesehatan Reproduksi” dan Sosialisasi “Peningkatan Kualitas Gizi Balita dan Ibu Hamil dengan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan bagi balita dan ibu hamil,” bertempat di Aula kantor desa Dara Kunci Kecamatan Sambelia, Lombok Timur, Kamis (5/1)

Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh narasumber dari UPT. P3AKB Sambelia (Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana) Sofiyan Hadi yang didampingi oleh Busrin, S.H, Sekertaris desa dara kunci bapak Samsul Arifin, M.Ap, anak-anak remaja dan masyarakat desa dara kunci.

Dalam sambutannya Busrin menghimbau terutama remaja dan masyarakat desa Dara Kunci untuk tidak menikah dibawah umur karna sudah ditetapkan oleh undang-undang. Ia juga menghimbau masyarakat untuk tidak menikahkan anaknya dibawah umur 21 tahun untuk perempuan, dan 25 tahun untuk laki-laki.

Pada sosialisasi tersebut Sofyan menitik beratkan upaya pencegahan terjadinya perkawinan anak usia dini dan dampak dari terjadinya pernikahan anak diusia dini.

“Ada banyak dampak buruk yang akan ditimbulkan apabila melangsungkan pernikahan anak usia seperti kemungkinan meninggal lima kali lebih besar pada saat kehamilan atau melahirkan, prematur dan memicu perceraian karena tidak terpenuhi kebutuhan primer dalam keluarga,” jelasnya

Lebih jauh dikatakan Sofyan, ada banyak upaya yang bisa dilakukan mencegah terjadinya perkawinan usia dini diantaranya pendidikan, aktif dalam organisasi kemasyarakatan, dan memberikan penyuluhan kepada orang tua akan dampak buruk dari terjadinya pernikahan usia dini.

Tujuan dilaksanakannya sosialisasi tersebut sebagai salah satu wadah memberikan informasi kepada anak-anak remaja dan orang tua, terutama masyarakat Desa Dara Kunci, untuk tidak melangsungkan perkawinan anak dibawah usia yang telah di tetapkan oleh pemerintah, guna mengurangi resiko dampak buruk terjadinya perkawinan di usia dini.

Baca Juga :  Warga Tangkap Pelaku Pencurian Kotak Amal Masjid dan Wereles di Lombok Timur

M Reinaldy Gapmela selaku Ketua KKN Mahasiswa Unram mengatakan, kesadaran masyarakat Desa Dara Kunci akan usia pernikahan ideal setelah dilakukannya sosialisasi tersebut mulai ada kesadaran, namun dirinya tak menampik ada beberapa masyarakat yang menentang sosialisasi tersebut.

“Kesadaran yang melambat itu dikarenakan beberapa faktor, seperti kurangnya kesadaran akan dunia pendidikan dan masa depan gemilang, pola pikir masyarakat yang menganggap lebih baik langsung menikah daripada sekolah tinggi yang ujung-ujungnya hanya menjadi petani, dan juga pergaulan bebas dikalangan Remaja, sehingga faktor tersebut membuat kami harus mensosialisasikannya agar masyarakat memiliki kesadaran dan berfikir maju,” pungkasnya.

Dalam kegiatan yang sama yakni, sosialisasi Peningkatkan Kualitas Gizi Balita dan Ibu Hamil dengan menyadarkan masyarakat tentang pentingnya kesehatan bagi balita dan ibu hamil.

Juga turut dihadiri oleh masyarakat Desa Dara Kunci yang terdiri dari perwakilan ibu-ibu kader dari 8 posyandu, staf desa dara kunci, ibu hamil dan juga ibu yang memiliki bayi balita.

Susunan acara nya yaitu pembukaan oleh ketua KKN, saudara M. Reinaldy Gapmela.

Kemudian dilanjutkan oleh sambutan perwakilan kepala desa yaitu sekretaris desa bapak Syamsul Arifin M.Ap, sambutan oleh kepala KTU P3AKB BKKBN, dan kata sambutan perwakilan dari Puskesmas Belanting.

Kemudian dilanjutkan dengan penyampaian materi tentang peningkatan kualitas gizi balita dan ibu hamil oleh Endika dan Apriana Eka selaku ahli gizi balita dan ibu hamil di puskesmas Belanting.

Apriana Eka selaku Ahli gizi di Puskesmas Belanting memberikan materi terkait “asupan nutrisi yang merupakan hal yang sangat penting dalam masa kehamilan, karena jika ibu hamil tidak tercukupi kebutuhan gizinya maka berat badan ibu dan janin akan sulit bertambah, sehingga efeknya menyebabkan masalah pada kesehatan ibu dan janin,” jelasnya

Baca Juga :  Bupati Berharap FKDM Tetap Menjaga Stabilitas dan Kondusifitas Wilayah Lombok Timur.

Kemudian dilanjutkan materi yang disampaikan oleh Endika yaitu tentang pengenalan stunting, masalah stunting di Indonesia, ciri-ciri dan gejala stunting pada anak sejak dini, dampak stunting, dampak kurang gizi pada awal kehidupan, penyebab anak mengalami stunting, serta penanggulangan masalah stunting.

“Gejala stunting pada anak, salah satunya adalah pertumbuhannya yang melambat dan wajahnya yang tampak lebih muda dari usianya,” jelas Apriana

Dampak stunting salah satunya adalah postur tubuh yang tidak maksimal saat dewasa.

“Penyebab anak mengalami kekerdilan (stunting) salah satunya adalah masih kurangnya akses terhadap makanan yang bergizi, selain itu juga pola asuh dan pelayanan kesehatan yang menyebabkan masalah gizi pada anak terutama pada kasus stunting ini,” lanjutnya

Penanganan masalah stunting dilakukan Melalui Intervensi Spesifik dan Intervensi Sensitif pada sasaran 1000 hari pertama kehidupan seorang anak sampai berusia 6 tahun (PAUD),

“Pencegahan stunting dapat dilakukan melalui Intervensi Gizi Spesifik mulai dari ibu hamil, ibu menyusui, bayi dan balita, usia sekolah, remaja dan usia produktif, hingga lansia,” kata Apriana

Lebih jauh dikatakan Apriana, pencegahannya dilakukan melalui cara sanitasi. Ada lima pilar sanitasi total berbasis lingkungan yakni, cuci tangan menggunakan sabun,
pengelolaan sampah rumah tangga,
berhenti buang air besar sembarangan,
pengelolaan air minum dan makanan rumah tangga, serta pengelolaan limbah cair rumah tangga, pungkasnya.

Tim KKN Tematik Unram 2022/2023, serta pihak desa berharap dengan adanya sosialisasi tersebut dapat meningkatkan kualitas gizi balita dan ibu hamil dalam rangka mencegah sekaligus mengatasi stunting di desa Dara Kunci, Kecamatan Sambelia, Kabupaten Lombok Timur.(aty).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here