Home Lombok Timur Libur lebaran, Gempa dan Longsor Masih Menjadi Ancaman warga Lombok Timur

Libur lebaran, Gempa dan Longsor Masih Menjadi Ancaman warga Lombok Timur

166
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi 

 

Lombok Timur – Ditaswara.com* Lebaran Idulfitri 1444 Hijriah telah usai masyarakat pun berbondong-bondong menuju area wisata baik itu ke daerah pantai, gunung, maupun ke area wisata lainnya memanfaatkan waktu libur lebaran bersama keluarga.

Adapun terkait pengamanan selama libur lebaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lombok Timur melalui Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Lotim, Mulyadi mengatakan telah berkordinasi dengan BMKG untuk mengecek alat Seismometer yang sudah terpasang di Lombok Timur.

Sesuai dengan imbauan yang dikeluarkan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) saat ini di Lombok Timur masih dalam masa terakhir dari cuaca ekstrem hingga libur lebaran Idul Fitri 1444 H yakni seperti gempa dan longsor.

“Pada saat libur lebaran ini alat untuk mendeteksi gempa itu hidup, alhamdulillah dari BMKG kami pastikan semua alat telah terpasang di empat titik yakni Jerowaru, Lenek, Sambelia, Sembalun dan pusatnya di kantor BPBD semuanya sudah bisa dikatakan berfungsi maksimal”ucap Mulyadi ketika di konfirmasi, Senin (24/4).

“Mengingat gempa menjadi satu atensi BPBD karena gempa sendiri merupakan bencana alam yang sulit untuk menghadapi kondisi kedaruratan,”sambungnya

BPBD mengatakan dalam hal ini pihaknya telah berkordinasi dengan BPBD provinsi untuk selalu menyiapkan logistik yang sifatnya darurat, demi untuk menanggulangi kebutuhan masyarakat secepat mungkin dalam keadaan terburuk.

“Terkait bencana, kita juga sudah petakan beberapa daerah yang berpotensi rawan bencana antara lain, banjir, longsor, angin puting beliung bahkan gempa,” katanya.

Tak hanya itu, BPBD juga telah menyiagakan 2 unit Tim Reaksi Cepat (TRC) yang stand by di beberapa posko berdampingan dengan posko Polres Lombok Timur. Tim TRC ini juga setiap waktu juga melakukan patroli di daerah berpotensi bencana dan juga berpotensi terjadi insiden seperti di Pusuk Sembalun, dan daerah wisata yang lain. Lebih lanjut Mulyadi menjelaskan beberapa bencana yang kemungkinan terjadi di penghujung cuaca ekstrim ini di Lombok Timur.

Baca Juga :  Warga dan Para Pengendara Berharap Manusia Silver yang Beraktivitas di Lampu Merah Rempung di Tertibkan.

“Hingga kami pastikan selama 6 hari libur lebaran di Lombok Timur berjalan aman”tutupnya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here