BeritaPendidikan

SMKN 1 Sikur Inovasi dan Kembangkan Industri Batik Pujasera Karya Siswa dan Siswi

-

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com.;Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sikur Lombok Timur inovasi kembangkan Industri Kreatif Batik Pujasera (Pusat Jasa Serba Rakyat) oleh siswa dan siswi di lingkungan sekolah.

Batik memang sudah diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda milik Indonesia. Sehingga mencintai dan melestarikan batik adalah tugas warga masyarakat Indonesia pada umumnya. Seperti halnya yang dilakukan SMKN 1 Sikur melestarikan budaya Batik full tulis dan Batik cap.

Batik dibuat dan diproduksi langsung oleh siswa dan siswi SMKN 1 Sikur dan digunakan sebagai seragam khas. Adapun batik tulis dengan sisipan nama daerah yakni Si yang diartikan kucing, dan Kur yang diartikan ayam dalam setiap karya batik produksi SMKN 1 Sikur.

Guru Produktif Kriya Kreatif Batik dan Tekstil (KKBT), Devi Adlina Putri mengatakan bahwa keseriusan SMKN 1 Sikur dalam melestarikan tradisi batik tulis adalah sebagai upaya memperkenalkan daerah NTB khususnya Sikur seperti yang ada di galeri Kriya Kreatif SMKN 1 Sikur yang menyuguhkan beragam motif batik buatan siswa siswinya

“Untuk motif kita ada dua puluhan disini, seperti motif kucing dan ayam yang melambangkan wilayah Sikur. Semester lalu kita mengangkat tema fauna, sementara semester ini mengangkat tema flora, sehingga kita ada motif bunga asam, terong, semangka, timun, kangkung dan lainnya,” Ucap Devi, saat ditemui media ini di sekolah, Sabtu (16/12)

Setiap motif yang dibuat disebutnya memiliki makna tersendiri, karena siswa dan siswi jurusan Batik di SMKN 1 Sikur diharuskan membuat minimal 1 motif batik yang diambil dari kehidupan sehari hari.

“Batik karya siswa siswi ini merupakan penyaringan dari kehidupan sehari-hari masyarakat Sikur dan di NTB pada umumnya, kemudian divisualkan ke dalam bentuk batik tulis,” Katanya.

Baca Juga :  Kekuatan Militer Rusia Akan Dihadang Kekuatan Rakyat Ukraina

Selain itu, Inovasi batik ini juga dikemas modern dan kekinian bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda.

Produksi batik SMKN 1 Sikur dimulai sejak tahun 2021 lalu. Meski batik SMKN 1 Sikur sempat vakum selama 2 tahun, namun saat ini perkembangan bisnis produksi batik tulis ini meningkat termasuk pemesanannya.

“Bahkan batik tulis di SMKN 1 Sikur ini seringkali dipamerkan dalam kegiatan besar seperti Expo SMK hingga dijadikan suvenir wisatawan,” Ujarnya.

SMKN 1 Sikur ingin lebih jauh memperkenalkan batik tulis karya siswa dan siswi dengan menghadirkan kampung batik.

Pihak sekolah juga mulai membranding batik karya siswa dan siswi dengan produk batik dijadikan baju sekolah yang digunakan setiap Selasa dan Rabu. Selain itu, Inovasi batik ini juga dikemas modern dan kekinian agar bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi anak muda.

Baik guru maupun siswa dan siswi berdasarkan kelas memiliki motif sendiri untuk batik yang digunakan. Pihak SMKN 1 Sikur sendiri berharap dapat memperkenalkan lebih jauh lagi jangkauan batik tulis karya siswa dan siswinya yakni dengan menghadirkan kampung batik di SMKN 1 Sikur sendiri.

Sejauh ini, dalam membranding batik karya siswa siswi di SMKN 1 Sikur menjadikan produk batik sebagai seragam khas yang digunakan setiap Selasa dan Rabu. Adapun untuk guru ataupun siswa siswi dapat dibedakan berdasarkan kelas dan memiliki motif sendiri untuk batik yang digunakan.

Sementara itu, Humas SMKN 1 Sikur, Gani Prasetyo menyampaikan Daerah Sikur kedepannya diharapkan tidak hanya terkenal dengan produksi anyaman saja, namun juga dengan adanya batik yang di produksi oleh alumni dari SMKN 1 Sikur.

“Kami juga berkeinginan membuat kampung batik di Sikur Barat, tentunya yang ditampilkan adalah batik batik khas dari Kecamatan Sikur pada khususnya pun juga di Lombok Timur pada umumnya,” katanya.

Baca Juga :  SEKCAM SELONG MINTA WARGA SEKARTEJA TETAP JAGA PROKES

Dijelaskan pula bahwa dalam hal kriya, para siswa siswi SMKN 1 Sikur juga mampu mendesain beragam kerajinan, seperti baju, tas, bendang sarung khas sasak, dan yang lainnya. “Kita memanfaatkan potensi kriya yang dipelajari untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa industri kreatif karya siswa siswi kita layak untuk dilirik” Demikiannya.(ds2)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *