Home Berita Pihak Kampus Muhammadiyah Lombok Timur Bantah Adanya Pelecehan Seksual

Pihak Kampus Muhammadiyah Lombok Timur Bantah Adanya Pelecehan Seksual

120
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com.Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh Aliansi Mahasiswa ITKes Muhammadiyah Selong (AMIS) dengan menyegel ruang Rektor beberapa waktu lalu ternyata hanya untuk mencuri perhatian semata.

Berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan media ini, Ketua Pengurus Daerah Muhammadiyah (PDM) Lombok Timur, Roma Hidayat mengatakan bahwa tuntutan yang dibawa oleh mahasiswa tersebut justeru tidak memiliki bukti yang valid dan masih praduga.

“Isu yang mereka pakai itu hanya untuk membuat sensasi agar unjuk rasa yang mereka lakukan menjadi perhatian,” Ucapnya kepada media ini, saat ditemui di Selong, Rabu (11/10).

Dijelaskan bahwa dari mediasi yang dilakukan pihaknya, antara pihak yang dituduh dan korban yang dianggap alami pelecehan tersebut hanya menunjukkan bukti dari media sosial Facebook (Messenger) yang tak bisa dijadikan bukti. Adapun kejadian tersebut diungkapnya sudah terjadi lebih dari satu tahun silam dan tidak pernah terjadi sentuhan secara fisik. “Persoalan ini, justeru sudah terselesaikan langsung pada bulan itu pada tahun 2021 lalu, dan para pihak sudah berdamai,” Jelasnya.

Roma menilai jikapun memang persoalan yang dimaksud itu belum selesai, tentunya korban pasti akan melapor ke aparat hukum. Kendati tidak dilakukan maka pihaknya akan siap membuat laporan hingga persoalan menjadi terang benderang. “Itu kita lakukan semata untuk menjaga nama baik perguruan tinggi Muhammadiyah yang memiliki landasan fundamental agama Islam,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Sekretaris Pengurus Daerah Muhammadiyah Lotim, Misnuddin Mahdan SH., MH., mengatakan bahwa tuntutan yang dikemukakan para massa aksi tersebut, sebenarnya bukanlah tuntutan namun belakangan malah diubah menjadi sebuah masukan.

Disebutkan bahwa sebelumnya sudah beberapa kali dilakukan mediasi, tetapi mentok, karena keinginan mereka hanya ketemu dengan Rektor saja. “Ketika dipertemukan malah tuntutan mereka berubah menjadi sebuah masukan, terutama dalam pembentukan satgas perlindungan perempuan,” Katanya.

Baca Juga :  Wujudkan Lotim Berkemajuan, Pj. Bupati Sebut Puasa Ramadhan Tidak Menjadi Alasan Pengganggu Kinerja

Soal masukan mereka kata dia, tetap akan dilakukan pembentukan satgas yang dimaksud, hal itupun juga rekomendasi dari Pengurus Muhammadiyah. “Sejujurnya, setiap ada persoalan, dari pihak rektorat ataupun dosen yang ada di Perguruan Muhammadiyah ini selalu terbuka, karena konsep dasar dari perguruan Muhammadiyah ini adalah selalu mengedepankan demokrasi sesuai ajaran agama Islam,” Demikiannya Misnuddin.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here