Home Sosok Perjuangan Sonia, Anak Nelayan Pemulung dari Pulau Terluar NTB Berharap Lulus Polwan

Perjuangan Sonia, Anak Nelayan Pemulung dari Pulau Terluar NTB Berharap Lulus Polwan

242
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Redaksi

Lombok Timur -Ditaswara.com. Perjuangan menggapai cita-cita menjadi Polisi Wanita (Polwan) tak hentinya dilakukan seorang gadis cantik bernama Sonia (20) asal Pulau Lemerang (pulau terluar), Desa Sekaroh, Kecamatan Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB). Gadis bungsu dari tiga bersaudara kelahiran 19 Desember 2005 tersebut, merupakan anak dari pasangan Marjun dan Mili.

Sebelumnya, Nia (sapaan karib Sonia) mengatakan, sudah mengalami dua kali gugur (tidak lulus tes). Hal tersebut terjadi lantaran ia terganjal nilai raport dan tes psikologi.

Kendati demikian, dirinya tetap semangat belajar dan mengikuti bimbingan belajar (bimbel) untuk tes yang akan diikuti kedepannya, demi tercapainya cita-cita dan harapan kedua orang tuanya yang menopang kehidupan sebagai nelayan dan pengumpul barang bekas (pemulung) di pulau Lemerang.

”Saya sudah gugur dua kali, meski begitu saya tidak putus semangat untuk tetap maju kembali mendaftarkan diri sebagai Polwan. Meski hanya anak seorang nelayan pulau dan hidup serba kekurangan, saya yakin pasti bisa lolos di pendaftaran berikutnya,” ucap Sonia, Jum’at (27/12).

”Semoga saya bisa lolos menjadi Polwan, saya ingin mengangkat derajat orang tua dan membuatkan rumah yang layak untuk mereka,” lanjutnya sedih, melihat kondisi rumah reotnya.

Saat di perjalanan menggunakan perahu menuju Pulau Lemerang Lestari, tim liputan media ini disuguhkan dengan pemandangan bukit nan hijau dikelilingi lautan, beberapa rumah cantik minimalis dan pondok pun terlihat berjejer meski agak renggang. Rumah satu menuju rumah yang lain berjarak sekitar 15-20 meter.

Di antara rumah pemukiman yang ada, kontras terlihat rumah Nia yang nampak cukup sederhana dengan pagar terbuat dari anyaman bambu dengan kondisi sudah reot. Terdapat empat buah pondok kecil milik keluarganya, seperti pondok khusus kamar tidur Nia berukuran 180×180 cm, dapur, dan dua lainnya untuk menyimpan peralatan lainnya. Bahkan, orang tua Nia pun tidur di pondok atau gazebo yang sekaligus menjadi tempatnya menjamu tamu. Kemudian kamar mandi berukuran kecil khusus WC dengan dinding kayu dan tanpa atap. Sedang untuk air mandi dan lainnya diambil dari sumur luar.

Baca Juga :  Hari Raya Idul Adha 2024, Masyarakat Pulau Lombok Terima Hewan Kurban dari Rannya dan Yayasan HBK Peduli

Karena kegigihan anaknya tersebut, serta kondisi kehidupannya keluarganya berharap Kapolda NTB dapat memberikan afirmatif action untuk muda-mudi dari pulau-pulau terluar berpenghuni, daerah pedalaman dan terpencil agar membuka peluang bagi generasi muda-mudi dari pelosok negeri untuk berkarir di instansi Polri.

”Besar harapan saya semoga Kapolda NTB bisa memberikan afirmatif action untuk kami putra-putri dari pulau terluar, pedalaman dan terpencil untuk bisa bergabung di instansi Polri,” pungkasnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here