Home Lombok Timur WNA Asal Rusia Mendaki Ilegal di Rinjani Terjatuh Hingga Alami Luka Serius

WNA Asal Rusia Mendaki Ilegal di Rinjani Terjatuh Hingga Alami Luka Serius

248
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Nasib nahas dialami Vladimir seorang warga negara asing (WNA) asal Rusia lantaran nekat mendaki gunung Rinjani tanpa izin resmi (Ilegal) terjatuh hingga mengalami luka serius saat mencoba menghindari pos 2 pemeriksaan di Rinjani, pada Jum’at (4/10).

Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (BTNGR) Mataram, Yarman, melalui keterangan tertulisnya mengatakan kecelakaan pendakian terjadi lagi, padahal sebelumnya per 29 September 2024 lalu pendaki asal Jakarta juga mengalami kecelakaan yang dimana upaya pencariannya masih terus dilakukan hingga saat ini

”Iya benar adanya bahwa seorang pria warga negara Rusia melakukan pendakian secara ilegal dan mengalami kecelakaan di sekitar pos 2 jalur pendakian pos Sembalun,” ucap Yarman.

Dari informasi yang dihimpun, WNA tersebut diduga menggunakan jalur tikus untuk menghindari pemeriksaan di Pos 2, namun nahas mengakibatkan korban malah terjebak dalam kondisi yang cukup membahayakan.

”Hasil observasi saat tim evakuasi melakukan pertolongan pertama kondisi korban mengalami patah tulang dan ditemukan pendarahan di sekitar kepala,” terangnya.

Tim evakusi yang terdiri dari Petugas TNGR, Medis dan Aparat Kepolisian diterjunkan ke lokasi sekitar Pukul 00.45 WITA dini hari, setelah sebelumnya menerima informasi dari Petugas di Pos 2 ada kecelakaan pengunjung sekitar pukul 21.30 WITA

Tim Evakuasi tiba dilokasi Korban sekitar Pukul 03.30 WITA dan segera melakukan pertolongan pertama, Korban berhasil di evakuasi dan sudah tiba di pusat kesehatan terdekat pada pukul 09.00 WITA.”Proses evakuasi berlangsung selama lebih dari lima jam dengan tantangan medan yang cukup berat,” tambahnya.

Dituturkan lebih lanjut, melalui peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pendaki untuk selalu patuh dan mengikuti prosedur, terutama pentingnya mengikuti aturan yang berlaku guna meminimalisir kecelakan yang kemungkinan berujung fatal, seperti yang terjadi pada hari ini.

Baca Juga :  Perubahan KIHT menjadi Aglomerasi Diharapkan Dapat Menghalau Kekhawatiran Masyarakat

”Dari beberapa insiden yang terjadi beberapa waktu ini, kami mengingatkan kita semuanya bahwa aturan pendakian dibuat bukan hanya untuk melindungi lingkungan, tetapi juga keselamatan jiwa. Mengabaikan peraturan, bukan hanya merugikan diri sendiri, tapi juga menyulitkan tim evakuasi dalam upaya penyelamatan korban,” jelasnya.

”Mari sebagai pendaki yang bertanggung jawab, kita selalu patuhi regulasi demi keamanan dan keselamatan bersama,” tutupnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here