Penulis: Arkan FI.
Lombok Timur – Ditaswara.com. Dari sebuah desa kecil bernama Rempung, Kecamatan Pringgasela, lahirlah dua sosok pemuda tangguh yang kini siap menorehkan prestasi di kancah internasional pada cabang seni bela diri. Mereka adalah Hairur Rozikin atau akrab disapa Ojiq, dan M. Ali Ahmar yang dikenal dengan sapaan Amar. Pemuda kedua ini membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk bermimpi besar dan meraih kesuksesan.
Perjalanan Ojiq yang dimulai dari Silat ke Kejuaraan Internasional.
Ojiq lahir dari keluarga sederhana,ayahnya, Badarudin, bekerja serabutan, sementara ibunya, Hijriyatul Aini, adalah seorang ibu rumah tangga. Meski demikian, ia tumbuh dengan semangat pantang menyerah. Anak kedua dari lima bersaudara ini menempuh pendidikan di SDN 3 Rempung, MTs NWDI Rempung, hingga MA NWDI Rempung sebelum akhirnya melanjutkan kuliah di Universitas Pendidikan Mandalika (Undikma) Mataram melalui jalur beasiswa.
Sejak tahun 2015, Ojiq mulai menekuni pencak silat, hingga pada tahun 2019 dipercaya menjadi pelatih di Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT) Cabang Lombok Timur. Prestasinya pun mulai bermunculan, di antaranya:
Juara 3 Pekan Olahraga Daerah Lombok Timur (2018)
Juara 1 Kompetisi Bela Diri Antar Pelajar Lombok Timur (2019)
Juara 2 Cabang Olahraga Kurash Tingkat Provinsi (2023)
Juara 3 Kejuaraan SH Cup Se-Pulau Lombok (2023)
Kini, Ojiq bersiap mewakili Lombok di kejuaraan Internasional Kusea Kurash yang digelar di Lombok, NTB.
Perjalanan Amar: Bersinar di Dunia Kurash dan Silat
Tak kalah mengherankan, Amar juga menapaki sejak duduk di bangku MTs. Ia belajar seni bela diri di PSHT dan kemudian menjadi pelatih di lingkungannya pada tahun 2017. Sejumlah prestasi berhasil diraih, seperti Juara 2 Antar Pelajar Se-Kabupaten Lombok Timur, serta juara dalam berbagai ajang silat tingkat pelajar.
Tahun 2023 menjadi momentum penting dalam kariernya. Amar sukses meraih Juara 1 Pekan Olahraga Provinsi NTB dalam kategori beladiri Kurash, lalu mewakili daerahnya di Pra PON Jakarta Timur, serta meraih Juara 3 Event Nasional di Kalimantan Timur 2025. Ia juga menorehkan prestasi di Kapolda Cup Judo NTB dengan menyabet posisi Juara 3. Kini, Amar tengah fokus mempersiapkan diri untuk menghadapi Kusea Internasional Kurash yang akan digelar 28 Agustus mendatang di Lombok.
Di balik prestasi itu, Amar tetap menyeimbangkan dunia akademik. Ia memulai pendidikannya dari PAUD Ceria desa Rempung , SDN 1 Rempung , MTs NWDI , MA NWDI Rempung hingga akhirnya kini kuliah di Universitas Hamzanwadi.
Kurangnya Dukungan Pemerintah
Meski telah mengharumkan nama daerah, baik Ojiq maupun Amar mengakui bahwa dukungan dari pemerintah masih sangat minim. Fasilitas, pelatihan, hingga perhatian terhadap atlet kerap tidak sebanding dengan kerja keras mereka di lapangan. Padahal, mereka berpendapat bahwa dengan dukungan penuh, potensi atlet-atlet muda Lombok bisa jauh lebih besar dan mendunia.
Pesan Motivasi untuk Pemuda
Dalam kesempatan terpisah, Ojiq berpesan, “Tetaplah berjuang dan jangan pernah menyerah. Kesuksesan bukan datang secara instan, melainkan dari proses panjang, kerja keras, dan disiplin.”
Sementara Amar menambahkan motivasinya, “Jangan takut bermimpi meski dari desa kecil. Yakinlah bahwa konsistensi, doa, dan semangat bisa membawa kita ke tempat yang tidak pernah kita bayangkan.”tutupnya.
Kisah Ojiq dan Amar adalah bukti nyata bahwa anak desa pun mampu menembus panggung internasional. Dengan semangat juang, disiplin, dan keyakinan kuat, keterbatasan bukan lagi alasan untuk berhenti bermimpi. Dari tanah Lombok Timur, mereka membawa pesan harapan bagi seluruh pemuda Indonesia, mimpi besar akan terwujud jika kita berani berusaha tanpa henti.(af)









