Berita

Masyarakat Gangga Antusias Ikuti Zoommeeting Program Memarak Bupati Lombok Utara

-

 

Lombok Utara.Ditaswara.com— Menjelang berakhirnya program 100 hari kerja Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara pada 26 Juni 2021 mendatang, hari ini, Jum’at 11 Juni 2021,Bupati H.Djohan Sjamsu menggelar kegiatan pertemuan program memarak lintas OPD lingkup Kabupaten Lombok Utara termasuk Kecamatan secara daring.
Khusus di Kecamatan Gangga, kegiatan zoommeting tersebut disambut antusias oleh seluruh masyarakat. Hal ini dibuktikan dengan membludaknya para peserta yang hadir memenuhi gedung aula Kantor Camat Gangga. Tampak hadir dalam pertemuan tersebut, Camat Gangga Parihin didampingi Sekcam Eko Sekiadim, Anggota Muspika, para Kepala Desa (Kades Bentek Warna, Kades Selelos L.Marlon,Kades Gondang Supriadi,Kades Genggelang Almaudodi,Kades Segara Katon Kartini,Kades Rempek Rudi Artono, Kades Rempek Darussalam Sumarto,Kades Samba Sarjono, diwakili Sekdes Hadianto),Ketua BPD se Kecamatan Gangga, tokoh masyarakat, tokoh agama,tokoh pemuda, tokoh perempuan dan undangan lainnya.
Camat Gangga Parihin mengatakan, kegiatan ini merupakan kegiatan yang sangat bagus dibalut suasana kekeluargaan. Hal tersebut, katanya, berkat kerja sama semua pihak dalam menciptakan sinergitas bersama. “Suasana kehidupan bermasyarakat di wilayah Kecamatan Gangga saat ini, relatif kondusif. Hal ini berkat kerja sama semua pihak terutama dengan pihak TNI/Polri dalam menciptakan sinergitas bersama yang kondusif,”tandasaya.
Pada gilirannya, Bupati H. Djohan Sjamsu, dalam sambutannya mengatakan, memasuki tiga bulan kepemimpinannya di Pemerintahan Daerah Kabupaten Lombok Utara saat ini, tentu ada beberapa hal penting yang menjadi perhatiannya bersama Wakil Bupati Danny Karter Febrianto Ridawan. Bupati H.Djohan Sjamsu menyebutkan, diantaranya adalah pasca gempa bumi yang meluluh-lantakkan daerah Tioq Tata Tunaq 5 Agustus 2018 lalu, membawa dampak yang cukup menyita perhatian berbagai kalangan. Termasuk Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara. Sebagai orang nomor satu di daerah ini, tentu tidak bisa bekerja sendiri dan harus melibatkan semua pihak. Untuk itu, Bupati mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Lombok Utara kompak,bersatu, se ayun-selangkah secara bersama-sama membangun daerah ini. Selain itu, daerah ini juga sedang dilanda bencana non alam yaitu pandemi COVID-19. Tidak saja melanda daerah Tioq Tata Tunaq, melainkan melanda juga secara nasional, bahkan dunia internasional. Akibatnya perekonomian daerah lumpuh dan APBD menurun drastis.
Pada tahun sebelumnya, lanjut Bupati, telah dilakukan refocusing anggaran. Seluruh OPD dihimbau menghemat anggaran daerah. “Kita mesti fokus pada prioritas penanganan bencana dan pemulihan ekonomi,” ucapnya.
Dikatakan Bupati, pemulihan keadaan akibat pandemi COVID-19 menjadi satu di antara agenda prioritas yang ditangani pemerintah daerah masa jabatan 2021-2026. Dalam pada itu, Djohan Sjamsu menginginkan para pemangku pemerintahan dan seluruh elemen masyarakat Gumi Tioq Tata Tunaq untuk bersinergi bahu membahu membangun daerah sesuai kapasitas masing-masing. “Apapun program pembangunan yang akan kita lakukan mesti aspiratif dan dilakukan secara kolektif agar hasilnya sesuai dengan harapan bersama,” pungkasnya, seraya menambahkan, bersatu padu mendukung program-program pembangunan, hilangkan perbedaan-perbedaan yang ada dan bergegas membangun daerah.
Kedepannya, Djohan Sjamsu berharap dukungan penuh dari masyarakat KLU guna memperlancar program-program pembangunan daerah sehingga dapat terlaksana dengan baik. “Ini semua demi menuju kebangkitan dan kesejahteraan masyarakat Lombok Utara,” ingatnya.
Pada pelaksanaan kegiatan zoommeting secara sentral dari Aula Kantor Bupati yang berlangsung setengah hari tersebut, dipandu Dinas Kominfo Kabupaten Lombok Utara. Oleh Moderator Imam Safwan, untuk dialog langsung dengan Bupati H.Djohan Sjamsu, pada kesempatan pertama diberikan kepada Kecamatan Pemenang, disusul Kecamatan Tanjung, kemudian Kecamatan Bayan, Kecamatan Kayangan dan terakhir Kecamatan Gangga. Untuk masing-masing Kecamatan diberikan alokasi waktu sepuluh menit untuk menyampaikan aspirasi kepada Bupati. Namun, alokasi waktu inipun dirasa terlalu singkat. Sehingga banyak aspirasi dari masyarakat yang tidak tersampaikan, karena waktu terbatas. Buktinya, ketika giliran Kecamatan Gangga menyampaikan aspirasi, dari empat unsur yang telah ditetapkan, hanya dua orang yang bisa tersampaikan. Itupun dipercepat, sehingga terpotong dan tertunda untuk di sampaikan.Walaupun begitu, masyarakat khususnya Kecamatan Gangga sangat antusias mengikuti kegiatan yang menyita perhatian banyak kalangan ini. Sehingga rata-rata para peserta yang hadir berkeinginan agar hal serupa bisa digelar kembali di masing-masing Kecamatan, sehingga waktu untuk berdialog tatap muka secara langsung dengan Bapak Bupati lancar. “Ya, kalau bisa agar digelar kembali hal serupa untuk masing-masing Kecamatan, agar masyarakat lebih leluasa dan bebas waktu menyampaikan aspirasi ke Bapak Bupati,”harap Saharman,Ketua BPD Desa Segara Katon usai mengikuti zoommeeting tersebut. “Program ini sangat bagus, tapi kurang memuaskan, karena waktu terbatas. Jika perlu, gelar kembali untuk masing-masing Kecamatan, sehingga bisa tatap muka dengan Bapak Bupati,”imbuhnya.7
Hal senada juga disampaikan salah seorang tokoh perempuan asal Desa Gondang yang tidak mau disebutkan namanya, agar kegiatan serupa pun bisa digelar kembali. “Terus terang, kami kecewa tidak kebagian sampaikan aspirasi langsung ke Bapak Bupati,”katanya, sambil menambahkan ketika dirinya di undang pada pertemuan lain waktu, akan dia sampaikan beberapa hal yang menyangkut aspirasi perwakilan perempuan di Desa Gondang khususnya dan Kecamatan Gangga pada umumnya.
Kepala Desa Gondang Supriadi, perwakilan Kepala Desa yang mendapatkan kesempatan berbicara langsung dengan Bupati H.Djohan Sjamsu melalui sambungan internet zoommeting tersebut mengatakan, tingginya minat masyarakat untuk mengurus akte cerai ke pengadilan agama di wilayah Kecamatan Gangga dan bahkan diseluruh Kabupaten Lombok Utara. Sementara Kantor Pengadilan tersebut sangat jauh dari KLU. Sehingga untuk keperluan ini masyarakat membutuhkan waktu yang lumayan lama. Supriadi berharap kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Lombok Utara agar ada berdiri Kantor Pengadilan Agama. Ia juga berharap sementara belum ada Kantor Pengadilan Agama, paling tidak ada jadwal sidang dari Pengadilan Agama Lombok Barat di Kabupaten Lombok Utara. Sehingga masyarakat Kabupaten Lombok Utara bisa terbantu tidak perlu jauh-jauh ke Gerung.
Selain itu, Supriadi juga sampaikan bahwa di Kabupaten Lombok Utara belum tersedianya Lembaga Sosial yang menangani persoalan atau lembaga yang menangani untuk memisahkan anak muda yang nikah dini. Kemudian, ada juga doble bantuan program Pemerintah yang di gelontorkan. “Semoga persoalan ini ada solusinya,”tutupnya.(eko)

Baca Juga :  Hujat Lombok Timur Tersisa 40 Miliar, Pj Sekda Lotim: Karena Ada Gangguan di SIPD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *