
Penulis : Mustaan Suardi
Lombok Timur. Ditaswara. com. Warga Rempung yang tergabung dalam grup whatsapp Tau Dita Kembali menyelenggarakan kegiatan sosial yang bertajuk Tau Dita Berbagi. Kegiatan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 H memberikan santunan pada guru ngaji, marbot dan pembaca israbu.
Admin Tau Dita Mustaan Suardi dalam Upacaranya pada penyerahan bingkisan tersebut mengatakan, pemberian santunan atau bingkisan ini sebagai bentuk kepedulian sosial dari anggota kelompok Tau Dita yang semuanya warga Rempung yang berempat tinggal di beberapa wilayah di Indonesia.
“Tau Dita Berbagi saat ini adalah yang ke-4 selamanya, dan ini menunjukkan tingginya rasa kepedulian sosial terhadap sesamanya,” katanya.
Di katakan lebih jauh lagi, Bang Andek demikian panggilan akrabnya, dirinya merasa bangga sekaligus terharu, ternyata untuk mengajak melakukan sesuatu kebaikan anggota Tau Dita menyambutnya dengan hati yang ikhlas, ini terbukti begitu di buka ajakan untuk berbagi pada sesama dalam momentum Donasi Idul Fitri sumbangan amal dan fitrah mengalir, ini yang membuat program Tau Dita berbagi dapat berjalan di tahun ke 4 ini.

” Alhamdulillah sebanyak 63 guru ngaji dapat kita berikan bingkisan dalam bentuk uang tunai, walaupun nilai uangnya tidak cukup tapi semangat rasa peduli ini membuat kita sama-sama saling menghargai antara para dermawan dan yang menerima santunan, ” imbuhnya.
Selain guru ngaji yang mendapatkan perhatian juga para marbot yang bertugas siang dan malam di masjid, tetap menjadi prioritas untuk diberikan santunan setiap tahunnya. Hal ini dilandasi oleh beratnya tugas dan tanggung jawab menjadi marbot terlebih di bulan suci Ramadhan. Penerima santunan lainnya yaitu para pembaca israbu yang mulai dari pukul 03.00 dini hari melantunkan syair- syair yang berisi ajakan kebaikan sambil membangunkan warga untuk bangun dan makan sahur. Pembacaan israbu ini berlangsung sampai tiba waktunya untuk sholat subuh.
Salah seorang guru ngaji M. Taofan mengatakan, dirinya dan semua yang menerima santunan merasa berterima kasih dan berterima kasih kepada admin dan semua anggota grup Tau Dita yang setiap tahun selalu memperhatikan keberadaan guru ngaji, marbot dan pembaca israbu.
“Kami berdoa semoga semua anggota grup Tau Dita tetap sehat wal afiat dan dimudahkan rezekinya,” kata Taopan.
Sementara itu salah satu donatur Tau Dita Dr. Kazuani mengungkapkan, selama ini semua teman-teman yang ada di grup Tau Dita selalu kompak dan bersemangat ketika ada ajakan untuk berbuat kebaikan dalam semua hal yang bermanfaat.
“Adanya semangat silaturrahmi dan kekompakan,inilah yang membuat segala program dalam grup berjalan dengan lancar seperti dalam kegiatan Tau Dita Berbagi yang ke 4 ini,” katanya.
Menurut Kazuani yang saat ini masih bertugas di Kupang NTT meskipun dengan berbagai macam latar pendidikan dan pekerjaan serta tempat tinggal yang berjauhan anggota Tau Dita tetap memperhatikan saudara-saudaranya yang tinggal di kampung sendiri. Semangat saling tulang, saling totang, saling tulung menjadi perekat sesama masyarakat Desa Rempung sampai sekarang.
Selama ini sudah beberapa kegiatan yang sudah dilakukan mulai dari donasi untuk membantu pembangunan masjid Nurul Yaqin dan beberapa masjid lainnya yang bernilai hingga ratusan juta rupiah, kemudian pemberian santunan untuk anak yatim piatu, lanjut usia/jompo, membantu warga yang sedang sakit seperti ada yang menjalani cuci darah, penggalangan dana untuk Palestina, donasi untuk membantu pembangunan MTs. NW Rempung dan membantu pemeliharaan rutin di masjid Nurul Yaqin seperti menggantikan balon lampu yang sudah mati dan lain sebagainya.
Selain 63 guru ngaji dari 15 TPQ dan Santren se Desa Rempung, juga 6 orang marbot masjid yang ada di Rempung serta 6 orang pembaca israbu yang bertugas di masjid Jamiq Nurul Yaqien.
Penyerahan santunan atau bingkisan ini diserahkan pada hari Jum’at (28/3) di halaman Rumah Tahfidz Lestari Berbagi. (ds1)



