Home Pendidikan Anak Guru Ngaji Dari Dusun Amal-Aman Desa Rempung Raih Profesor di UIN...

Anak Guru Ngaji Dari Dusun Amal-Aman Desa Rempung Raih Profesor di UIN Datokarama Palu. 

2219
0

Penulis : Mustaan Suardi

Lombok Timur. Ditaswara. com.Salah satu Guru Besar di Universitas Islam Negeri (UIN) Datokarama di Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, yaitu

Profesor Dr Saepudin Mashuri M. Pd. lahir di Dusun Amal- aman Desa Rempung Kec. Pringgasela Lombok Timur NTB dari pasangan Alm H. Saefudin dan almh Hj Maisarah yang orang tuanya sebagai guru ngaji di santren Haqqul Mubin.Sebelumnya juga Prof Saefudin pernah menjadi guru honorer di MTs. NW Desa Rempung pada tahun 1999 sd 2001 .Sejak duduk dari bangku SD sampai sekolah lanjutan Saefudin di kenal sebagai seorang murid yang cerdas. Prof. Saefudin ditetapkan sebagai Guru Besar dalam bidang pembelajaran pendidikan agama Islam interdisipliner,

Dengan demikian UIN Datokarama Palu bertambah lagi dua orang Guru Besar, yakni Profesor Saepudin Mashuri dan Profesor Nasaruddin.

Rektor UIN Datokarama, Profesor Lukman S. Thahir, mengungkapkan bahwa pencapaian ini merupakan bagian dari rencana besar UIN Datokarama dalam meningkatkan kualitas akademik dan sumber daya manusia.

Ini adalah satu mimpi yang kita rencanakan di UIN Datokarama, dan alhamdulillah di awal Tahun 2025 ini, pecah dua orang doktor menjadi guru besar,” ujar Profesor Lukman di Kota Palu, Senin (24/3/2025).

Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons atas surat dari Sekretariat Jenderal Kementerian Agama yang berisi undangan Penyerahan Keputusan Menteri Agama (KMA) Guru Besar. Dalam surat yang ditandatangani oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia Kementerian Agama, Wawan Djunaedi, UIN Datokarama tercatat sebagai salah satu perguruan tinggi penerima KMA Guru Besar dengan dua orang penerima.

Seremonial penyerahan KMA Guru Besar akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama pada Selasa, 25 Maret 2025, pukul 09.00 WIB secara daring.

Baca Juga :  SMAN 1 Aikmel Sekolah Unggulan Di Lombok Timur Selalu Menjaga Tradisi

“Tentunya ini menjadi kabar gembira bagi seluruh civitas akademika UIN Datokarama. Secara pribadi, saya sangat senang dan bangga,” tambah Rektor.

Menurutnya, pencapaian Profesor Saepudin Mashuri dan Profesor Nasaruddin menjadi Guru Besar harus menjadi pemacu semangat bagi institusi dalam pengembangan kelembagaan serta bagi para doktor di lingkungan UIN Datokarama agar terus berupaya meraih gelar Guru Besar.

Seremonial penyerahan KMA Guru Besar akan dilaksanakan oleh Kementerian Agama pada Selasa, 25 Maret 2025, pukul 09.00 WIB secara daring.

“Tentunya ini menjadi kabar gembira bagi seluruh civitas akademika UIN Datokarama. Secara pribadi, saya sangat senang dan bangga,” tambah Rektor.

Menurutnya, pencapaian Profesor Saepudin Mashuri dan Profesor Nasaruddin menjadi Guru Besar harus menjadi pemacu semangat bagi institusi dalam pengembangan kelembagaan serta bagi para doktor di lingkungan UIN Datokarama agar terus berupaya meraih gelar Guru Besar.

“Ini akan menjadi pemantik bagi dosen-dosen lain, karena kita targetkan dalam empat tahun ke depan harus ada lima sampai tujuh dosen lagi yang menjadi guru besar,” sebutnya.

Untuk Profesor Nasaruddin menjadi Guru Besar dalam bidang Ushul Fikih.

Dengan tambahan dua Guru Besar ini, jumlah total Guru Besar di UIN Datokarama kini mencapai 12 orang. Sebelumnya, pada tahun 2023, UIN Datokarama memiliki sembilan Guru Besar. Pada tahun 2024, jumlah tersebut bertambah dengan diangkatnya Doktor Hamlan sebagai Guru Besar ke-10. Kini, di awal 2025, dua Guru Besar baru kembali dikukuhkan, memperkuat posisi UIN Datokarama dalam dunia akademik.

Namun, dari 12 Guru Besar yang dimiliki, tiga di antaranya saat ini mengabdi di perguruan tinggi lain di Indonesia. Ketiga Guru Besar tersebut adalah Prof. Sahabuddin, yang menjabat sebagai Rektor IAIN Bone di Sulawesi Selatan, Prof. Rusli, yang mengabdi di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Prof. Asy’ari, yang saat ini bertugas di IAIN Madura

Baca Juga :  Reboisasi Dilakukan Himpunan Mahasiswa PAI IAIH Pancor Bersama Polsek Pringgabaya

Pencapaian ini menjadi langkah maju bagi UIN Datokarama dalam meningkatkan mutu pendidikan dan penelitian, serta mendukung pengembangan ilmu keislaman di Indonesia.

Prof Saefudin ketika di tanya oleh media ditaswara. com. tentang capaiannya mampu sebagai seorang guru besar mengungkapkan bahwa dalam hal latar belakang kehidupan yang berbeda – beda baik sebagai anak petani, buruh, nelayan bahkan sampai menjadi anak seorang guru ngaji mempunyai peluang yang sama untuk mencapai tingkat keilmuan yang tinggi.

” Apa yang saya raih ini melalui proses perjuangan yang panjang dan melelahkan, hanya dengan tekad dan semangat lah membuat seseorang menjadi sukses, ” katanya.

Oleh karena itu lanjut Prof Saefudin, generasi muda sekarang di kenal sebagai generasi milenial yang hidupnya di dukung oleh kemajuan teknologi yang serba moderen. Manfaatkan semua teknologi itu untuk menambah sumber daya diri sehingga harapan dan cita- cita setinggi apapun Insya Allah akan tercapai. Tinggal bagaimana kita secara bijak memanfaatkan itu semua untuk menambah ilmu pengetahuan, pungkasnya.

Saat ini ada 3 Profesor yang berasal dari Desa Rempung salah satunya profesor yang paling muda Prof Dr. H. Abdul Fattah M. Fil.I guru besar di UIN Mataram dan satunya lagi Prof Dr. H. Khaeludin salah satu Guru besar di Unram. (ds1).

.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here