Home Berita Hasil Operasi Patuh Rinjani 2023 di Lombok Timur Alami Penurunan Dibandingkan Tahun...

Hasil Operasi Patuh Rinjani 2023 di Lombok Timur Alami Penurunan Dibandingkan Tahun 2022 Lalu

241
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Polres Lombok Timur telah melaksanakan Operasi Patuh Rinjani 2023 yang berlangsung selama 14 (empat belas) hari di semua titik yang kerap dianggap rawan pelanggaran.

Kapolres Lombok Timur, AKBP Hery Indra Cahyono SH., S.I.K, M.H., melalui Kasi Humas Polres Lombok Timur, IPTU Nikolas Oesman, menerangkan bahwa berdasarkan hasil dilapangan bahwa pelaksanaan Operasi Patuh Rinjani-2023 oleh Satgas Pre-emtif, kegiatan yang dilakukan yaitu sebanyak 2.781 kegiatan.

“Jika dibandingkan dengan periode yang sama Operasi Patuh Rinjani-2022 lalu yaitu sebanyak 2.799 kegiatan, dimana kegiatan ini alami penurunan sebanyak 18 kegiatan atau turun -1% saja,” terang Oesman saat dikonfirmasi awak media, Kamis (27/7).

Tak hanya itu, Oesman juga menyampaikan tugas dari Satgas Preventif yaitu, pada kegiatan ini sebanyak 2.124 kegiatan, dan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu sebanyak 1.780 kegiatan. “Dimana kegiatan itu alami peningkatan sebanyak 344 atau naik sebanyak 19%,” ucapnya.

Lebih jauh dikatakan Oesman, adapun Tugas dari Satgas Penegakan Hukum diantaranya yaitu terkait, pelanggaran Lalu Lintas. “Dimana pelanggaran lalu lintas yang dilakukan dengan penilangan dan

peneguran pada pelaksanaan Operasi Patuh Rinjani-2023 sebanyak 2.384 pelanggar,” jelasnya.

Jika dibandingkan dengan periode lalu sebanyak 1.448 pelanggar, sehingga terjadi peningkatan sebanyak 936 pelanggar atau naik sebanyak 64 %.

Oesman menjelaskan bahwa pelanggaran lalu lintas yang dilakukan pada pelaksanaan Operasi kegiatan itu dengan jumlah penilangan sebanyak 981 pelanggar dan teguran sebanyak 1.403 pelanggar.

Selain itu, Oesman juga menuturkan terkait kasus kecelakaan lalu lintas (Lakalantas) yang terjadi pada pelaksanaan Operasi Patuh Rinjani-2023 itu sebanyak 2 kasus, jika dibandingkan dengann kasus tahun lalu sebanyak 6 kasus. ” Kasus lakalantas ini alami penurunan sebanyak 4 kasus atau turun -66%, sedangkan korban meninggal dunia pada pelaksanaan kegiatan itu sebanyak 2 orang jika dibandingkan dengan periode tahun lalu sebanyak 8 orang atau alami penurunan sebanyak 6 orang atau turun -75%,” tuturnya.

Baca Juga :  REUNI ALUMNI SDN 3 REMPUNG TAHUN 1993 DENGAN MENU ISTIQOMAH.

Lakalantas lanjut kata dia, yang terjadi pada pelaksanaan operasi patuh rinjani-2023 sebanyak 2 kasus dibanding dengan 2 minggu sebelum pelaksanaan Operasi Patuh Rinjani-2023 itu. “Sebanyak 16 kasus alami penurunan menjadi 14 kasus

atau turun -87%.” Katanya.

Osman menyebutkan bahwa jumlah korban meninggal dunia pada pelaksanaan Operasi tersebut sebanyak 2 orang dibandingkan dengan 2 minggu sebelum pelaksanaan Operasi Ops Rinjani ini. “Sebanyak 5 orang alami penurunan menjadi 3 orang atau turun kurang dari 60 persen,” Demikian Oesman.(aty)

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here