Home Lombok Timur Hasbi Ahmad Buktikan! SMKN 1 Sikur Zero Pengangguran, Lulusan Wajib Siap Kerja...

Hasbi Ahmad Buktikan! SMKN 1 Sikur Zero Pengangguran, Lulusan Wajib Siap Kerja dan Wirausaha

227
0
Hasbi Ahmad, S.Pd, M.Pd Kepala SMKN 1 Sikur

Penulis: Mustaan Suardi/Redaktur Ditaswara com.

Lombok Timur, Ditaswara com . Di tengah isu bonus demografi yang bisa jadi bumerang jika generasi muda menganggur, SMK Negeri 1 Sikur justru tampil dengan jawaban paling berani. Sekolah yang berlokasi di Jl. Raya Mataram – Sikur Km 41, Dusun Montong Boro’, Desa Sikur Barat, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur ini mengusung doktrin tegas: Zero Pengangguran

Di bawah komando Kepala Sekolah Hasbi Ahmad, S.Pd.,M.Pd., sekolah yang resmi menyandang status negeri sejak tahun 2013 ini (setelah dirintis sejak November 2010) tidak memberi ruang bagi lulusannya untuk pulang dan diam di rumah.

“Saya katakan kepada guru dan orang tua siswa, tugas kita belum selesai ketika siswa menerima ijazah. Tugas kita selesai ketika mereka bekerja, berwirausaha, atau melanjutkan kuliah. Kami tidak ingin mencetak pengangguran. Itu komitmen mati kami,” tegas Hasbi Ahmad saat ditemui Ditaswara.com, Rabu (28/10)

Komitmen itu bukan sekadar slogan di dinding sekolah. Hasbi membangun ekosistem lengkap untuk mewujudkannya, dari status kelembagaan, kurikulum, hingga jaringan kerja internasional.

1. Fondasi Kuat: Dari Rintisan Menjadi BLUD dan Pusat Keunggulan

Perjalanan SMKN 1 Sikur tidak instan. Berawal dari rintisan pada 2010, sekolah ini resmi menjadi SMK Negeri pada 2013. Kini, lompatan besarnya adalah menyandang dua status prestisius sekaligus: SMK Pusat Keunggulan (PK) dengan core keahlian Seni Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, serta Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).

Status BLUD inilah yang menjadi kunci. Dengan BLUD, SMKN 1 Sikur diberi keleluasaan mengelola keuangan secara mandiri seperti sebuah perusahaan profesional. Sekolah bisa melakukan kerja sama bisnis, menerima order dari industri, dan mengelola unit produksi tanpa birokrasi yang berbelit. Inilah yang membuat program Teaching Factory (TEFA) di sini hidup, bukan mati suri.

Baca Juga :  MCK Mewah dan Bersih Mulai Bisa Dinikmati Warga Denggen Timur Melalui Program SPALD-S dari Kementrian PUPR RI

Visi besarnya dirangkum dalam akronim yang mudah diingat: SIKUR – Smart, Inovatif, Kreatif, Unggul, dan Religius, serta berwawasan global.

2. Dapur Pencetak Kerja: 11 Jurusan yang Semuanya Menghasilkan

Untuk mencapai Zero Pengangguran, SMKN 1 Sikur membuka 11 kompetensi keahlian yang semuanya diriset sesuai kebutuhan pasar kerja di Lombok dan NTB sebagai daerah pariwisata super prioritas:

– Perhotelan
– Usaha Layanan Wisata (ULW)
– Tata Boga
– Desain Komunikasi Visual (DKV)
– Animasi
– Teknik Grafika
– Seni Lukis
– Tata Busana
– Agribisnis Perikanan
– Tata Kecantikan
– Kriya Kreatif Kayu dan Rotan

Semua jurusan tidak diajarkan dengan cara konvensional. Pola yang dipakai adalah Teaching Factory (TEFA) dan One School One Product (OSOP). Siswa belajar sambil memproduksi barang/jasa yang dijual.

Contoh paling nyata adalah Cafe G Wijasera. Kafe ini bukan sekadar tempat praktik. Kafe ini buka untuk umum, ada live music, dikelola penuh oleh siswa jurusan Perhotelan, ULW, dan Tata Boga. Pengunjung yang datang adalah pelanggan sungguhan, uang yang masuk adalah uang sungguhan. Mental wirausaha mereka ditempa di sana.

Begitu juga dengan Jurusan Tata Kecantikan. Berkat revitalisasi dari Kemendikbudristek, sekolah kini memiliki Laboratorium Kecantikan modern yang fasilitasnya setara salon profesional. Warga sekitar bisa datang untuk perawatan, dilayani langsung oleh siswa yang diawasi guru.

Tak berhenti di dalam sekolah, ada program radikal bernama Wirausaha Gerobak Masuk Desa/Pasar. Siswa didorong membawa gerobak jualan hasil karya Tata Boga dan kriya mereka untuk berdagang langsung di pasar-pasar tradisional dan desa-desa. Mereka belajar menghadapi konsumen, menghitung laba rugi, dan menahan malu.

Berkat konsistensi inilah, pada tahun 2023 SMKN 1 Sikur dinobatkan sebagai Sekolah Kelas Wirausaha Terbaik dan Pelaksana TEFA Terbaik tingkat Provinsi NTB.

Baca Juga :  Tim Evaluator Kemendagri Puas Dengan Kinerja Triwulan II Kepemimpinan Pj. Bupati Juaini Taofik

3. Ikon Baru NTB: Jurusan Animasi Cerita Rakyat Lombok Timur

Jika SMK lain fokus pada otomotif atau mesin, SMKN 1 Sikur memilih jalur berbeda dan visioner. Jurusan Animasi & Seni Lukis menjadi ikon baru.

SMKN 1 Sikur tercatat sebagai SMK pertama di NTB yang secara serius mengembangkan kolaborasi animasi dan seni lukis. Fokusnya sangat spesifik dan bernilai budaya tinggi: membuat animasi bertema cerita rakyat Lombok Timur.

“Kami ingin anak-anak kami tidak hanya jago software, tapi juga punya identitas. Cerita rakyat kita seperti Doyan Neda, Mandalika, dan lainnya, kami kemas dalam bentuk komik, buku cerita bergambar, dan iklan animasi. Dan itu sudah ada yang membeli, dipesan oleh komunitas pendidikan,” jelas Hasbi.

Untuk menjaga kualitas, sekolah tidak segan merekrut tenaga pengajar dari lulusan Seni Rupa Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) Bali. Ruang OSOP pun dipenuhi ratusan karya kreatif siswa, dari desain grafis, lukisan, hingga produk kriya kayu dan rotan.

4. Jaringan Internasional: Magang Sampai ke Malaysia dan Jepang

Bukti paling telak dari kesiapan kerja global adalah program Magang Luar Negeri. Bekerja sama dengan mitra internasional World Skill Academy, SMKN 1 Sikur secara konsisten memberangkatkan siswa terbaiknya untuk magang kerja di Malaysia, dan Jepang khususnya di sektor perhotelan dan pariwisata.

“Kalau siswa kami sudah bisa diterima magang di Malaysia, artinya standar skill mereka sudah internasional. Ketika mereka pulang, mereka tidak akan kesulitan mencari kerja di hotel-hotel bintang di Mandalika atau Gili,” tambah Hasbi.

5. Karakter Adalah Kunci: Program Ayo Nyantri dan Ledakan 836 Siswa Baru

Hasbi sadar betul, skill hebat tanpa karakter akan hancur. Perusahaan bisa melatih skill, tapi tidak bisa melatih akhlak.

Baca Juga :  IAIH Pancor Jajaki Kerja Sama Akademik dengan Fatoni University Thailand

Oleh karena itu, sekolah menjalankan program unggulan “Ayo Nyantri”bbekerja sama dengan Pondok Pesantren Ulil Albab Gege. Program ini wajib diikuti siswa untuk menanamkan kedisiplinan, kejujuran, dan nilai-nilai religius. Setiap pagi, kegiatan spiritual dan pembiasaan karakter menjadi menu wajib sebelum masuk kelas keahlian.

Kombinasi inilah yang membuat kepercayaan masyarakat meledak. Data yang dihimpun http://Ditaswara.com pada PPDB Tahun Ajaran 2026/2027 menunjukkan lonjakan peminat yang sangat tinggi. Jalur afirmasi dan domisili dipenuhi ratusan pelamar. Total daya tampung 20 rombongan belajar (rombel) terpenuhi 100%.

Pada Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) terbaru, sekolah menyambut 836 siswa baru. MPLS kali ini pun dibuat berbeda, tidak hanya baris-berbaris, tetapi dipadukan dengan aksi sosial peduli stunting di Desa Sikur Barat, sebagai bentuk kepedulian sosial sejak hari pertama menjadi siswa SIKUR.

Kegiatan kesiswaan lainnya juga aktif. Ekstrakurikuler Pramuka, PMR, Paskibra, pencak silat, hingga English Club dengan mendatangkan tamu dari luar negeri untuk melatih speaking, serta langganan juara Lomba Kompetensi Siswa (LKS) bidang kuliner tingkat Provinsi NTB.

Dari sekolah pinggiran kini SMKN 1 Sikur telah membuktikan diri. Dengan status BLUD, 11 jurusan produktif, ikon animasi cerita rakyat, jaringan magang internasional, dan fondasi karakter Ayo Nyantri, misi Zero Pengangguran yang dicanangkan Hasbi Ahmad bukan lagi sekadar mimpi, tapi sebuah sistem yang sudah berjalan.(ds1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here