Home Seni dan Budaya Miris : Panitia Rebo Bontong Pringgabaya Diduga Tilep Dana Bantuan Pemda dan...

Miris : Panitia Rebo Bontong Pringgabaya Diduga Tilep Dana Bantuan Pemda dan PT Amman Mineral, Vendor Sound, Panggung, Band Ngamuk Belum Dibayar Sejak Agustus!

14
0
Para pendukung acara di Rebo Bontong Pringgabaya belum di bayar sampai sekarang

 

Penulis : Redaksi Ditaswara. com

Lombok. Timur. http://Ditaswara.com Ritual adat sakral Rebo Bontong di Pantai Tanjung Menangis, Pringgabaya, yang digelar 12 Agustus 2026 lalu, kini berujung aib memalukan. Di balik meriahnya acara, panitia pelaksana diduga tidak punya etikat baik dan menelantarkan hak para pekerja/vendor.

Ironisnya, yang bertindak sebagai panitia adalah Sekdes Pringgabaya, Khairul Azmi.Seorang pejabat desa yang seharusnya jadi contoh.

Sudah hampir 3 bulan berlalu, jeritan para vendor pendukung acara tak kunjung didengar.

VENDOR DIBUAT SEPERTI PENGEMIS, DIJANJIKAN BERKALI-KALI

Salah satu vendor utama, owner Nada Miraki Productions, Bang Andek, mengaku sudah lelah menjadi pengemis di kampung sendiri.

“Saya dijanjikan berkali-kali sampai lelah menagih, selalu alasannya belum dapat uang,” kata Bang Andek dengan nada kesal kepada http://Ditaswara.com.

Fakta di lapangan lebih miris:

– Sound System: Baru dibayar Rp 2 Juta itupun dibagi dua vendor. Padahal ada perangkat milik Revan Sound System yang TERBAKAR di panggung akibat instalasi listrik panitia yang tidak beres. Rugi dobel!
– Lighting: Belum dibayar SAMA SEKALI. Nol rupiah.
– Panggung:  Baru dibayar separo. Pemilik panggung, Wahyu, sampai tidak bisa bayar crew-nya.
– Group Band & Penyanyi: Dibayar cuma untuk main malam. Saat main siang, tidak dibayar sampai sekarang.

–Lighting dari Sherina Tenda belum dibayar sama sekali.

Semua kesepakatan tidak ditepati panitia!” tegas Bang Andek.

DANA BANTUAN PEMDA & PT AMMAN MINERAL DIDUGA DITI LEP?

Yang membuat para vendor naik pitam, berbagai upaya sudah dilakukan termasuk menghubungi Pemda Lombok Timur.

Sumber Ditaswara di Pemda membenarkan, Pemda Lotim SUDAH MENCAIRKAN uang bantuan untuk acara tersebut dengan janji panitia akan langsung melunasi semua vendor.

Baca Juga :  Apresiasi 37 Tahun Sekolah , Ikatan Alumni SMAN 1 Pringgabaya Kukuhkan Duta Alumni 2026. Ada Pakar Ongkologi Hingga Influencer. Inilah Mereka!

Begitu juga bantuan dari PT. Amman Mineral yang juga sudah cair, dan berjanji akan membayar ternyata  semua bohong.

Namun apa yang terjadi? Uang itu raib.

“Setelah cair, dengan entengnya panitia berkata dipakai untuk keperluan lain. Kita ini dipingpong! Padahal kewajiban kami sudah kami laksanakan, acara sukses!” ungkap Bang Andek.

Hal senada diungkapkan owner Revan Sound System, Saiful Bahri, yang juga Ketua Komunitas Player dan Pengusaha Sound System (KEPSS) Lombok Timur.

“Bagaimana kita akan bisa saling bersinergi kalau perlakuan mereka seperti ini. Kita hadir jelas untuk mensukseskan acara mereka, setelah itu dengan beban tidak bersalah hak kita diabaikan begitu saja,” kata Evan, sapaan akrabnya, dengan nada tinggi.

ULTIMATUM: AKHIR BULAN INI TIDAK DIBAYAR, TEMPUH JALUR HUKUM!

Saiful Bahri dan Wahyu pemilik panggung menegaskan, ini bukan sekadar soal uang, tapi soal harga diri pekerja seni dan event di Lombok Timur.

Jika sampai akhir bulan Oktober 2026 ini tidak ada penyelesaian, mereka sepakat akan membawa kasus ini ke mekanisme yang berlaku.

“Kami akan somasi resmi dan laporkan. Ini bisa masuk ranah penggelapan dan wanprestasi. Jangan karena ini ritual adat, terus seenaknya mengabaikan hak orang kecil. Sekdes harus bertanggung jawab!” pungkasnya. (ds1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here