Penulis : Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com- Sekretaris Daerah (Sekda) kabupaten Lombok Timur hadiri acara pengukuhan Persatuan Purnawirawan TNI- Angkatan Darat (PPAD) Lombok Timur masa Bhakti periode tahun 2023-2028. Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Bupati, Selasa (18/7).
Turut hadir semua purnatugas TNI AD se-Kabupaten Lombok Timur, Sekda Lombok Timur H.M Juaini Taofik, Komandan Kodim (Dandim) 1615/Lotim, Letkol inf Bayu Sigit Dwi Untoro, perwakilan Kapolres Lotim, Himpunan angkatan putra putri angkatan darat (Hipakad), jajaran Porkopimda dan tamu undangan lainnya.
Sekda Juaini mengajak para PPAD Lombok Timur untuk membagikan semangat kebangsaan kepada para generasi muda. “Saya ucapkan selamat dan mari kita bergabung bersama Pemda dengan tujuan membangun masyarakat, tentu bukan hanya saja fisiknya tapi juga jiwanya,” katanya.
Lanjut dikatakan Sekda, bahwa permasalahan yang dihadapi generasi muda saat ini adalah melemahnya pemahaman tentang wawasan kebangsaannya. “Saya kemarin rapat di BKN, bayangkan anak-anak kita di NTB ikut tes cpns, tentara dan polisi selalu lemahnya di Tes Wawasan Kebangsaan (TWK),” ucapnya.
Padahal lanjutnya, perihal tes TWK adalah pengetahuan wajib yang harus dimiliki seorang pelayan masyarakat, bukan saja pelayan namun juga generasi muda demi tercapainya generasi mas di masa mendatang.
Sehingga Sekda berharap agar PPAD dapat membantu memberikan pemahaman kepada para generasi bangsa, “paling tidak dengan didatangi dan berikan pemahaman bagaimana pengenalan dan pengabdian terhadap negara itu,” Lanjutnya.
Menurut Sekda, tidak mungkin ada generasi mendatang kalau tidak ada generasi hari ini. Selain itu, berbicara terkait perspektif layanan Sekda menegaskan bahwa pelayan masyarakat terlebih dahulu harus mengenal negaranya sendiri seperti apa. “Karena tidak mungkin seorang lebih mengenal negaranya jika bukan dari rakyat indonesia sendiri, hingga pentingnya pemahaman mendalam tentang TWK itu sendiri,” ujarnya.
Sekda Juga bercerita cerita dari seorang yang bernama Gunawan Wubisono tentang seroang pejuang yang rela mati mengorbankam jiwa, raga, dan agamanya demi bangsa tercintanya. Sekda menggambarkan bahwa semangat perang itu datang dari sebuah pertemanan, yang kemudian di berikan pemahaman oleh orang yang lebih dewasa dan berpengalaman dibidangnya.
Lebih jauh, Sekda juga membagi data bagaimana komposisi penduduk di Lombok Timur pergenerasi yakni, Prosumer generasi kelahiran 1946 kebawah jumlahnya hanya 1,09 persen, generasi Baby Boomer kelahiran 1964 ke bawah, jumlahnya 9,6 persen, generasi X kelahiran tahun 1998 ke bawah jumlahnya 20,19 persen. Generasi Milenial tahun 96 keatas 25,98 persen dan terakhir Generasi Z adalah kelahiran 2013 keatas yang menempati jumlah terbanyak. “Beban indonesia besar pada generasi Z ini dikemudian hari,” ungkapnya.
Dengan data yang dipaparkan tersebut, ke depan Indonesia diyakininya akan menjadi negara superpower, karena negara lain sedang menurun untuk kualitas demografinya, sedang indonesia sedang difase paling subur. “Apa yang dibutuhan sekarang yakni kolaborasi untuk bersama-sama menjaga generasi kita, karena kalau positif generasi kita maka positif pula masa depan kita, begitupun sebaliknya,” tutupnya.(aty)








