Home Lombok Timur Gubernur NTB Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bale Adat Bubus Batu Kelopok...

Gubernur NTB Hadiri Peletakan Batu Pertama Pembangunan Bale Adat Bubus Batu Kelopok di Lombok Timur

180
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Gubernur Nusantara Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, hadiri peletakan batu pertama pembangunan bale bubus batu kelopok dusun Montong Tangar, desa Jurit Baru, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, Kamis (6/7).

Bubus merupakan salah satu obat tradisional khas suku sasak yang diracik oleh leluhur zaman dahulu dan terus dilestarikan secara turun temurun. Tak terkecuali, bubus batu kelopok sendiri sama seperti bubus suku sasak pada umumnya yang diracik dengan rempah-rempah tradisional dan bahan rahasia lainnya yang khasiatnya dipercaya masyarakat setempat dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit atas izin Allah SWT.

Ketua adat dusun Montong Tangar, Amaq Sohriani (60) menuturkan bahwa sebab dibangunnya bale (rumah) untuk bubus batu kelopok adalah agar memiliki wadah atau rumah yang tetap dan tak di langkahi oleh anak-anak ataupun yang lain karena dianggap tak sopan. “Bubus batu kelopok ini tidak boleh dilangkahi karena dianggap tidak sopan, oleh karenanya kami inisiatif membangunkannya rumah atau wadah agar memiliki tempat yang khusus dan tak sembarang orang bisa masuk,” ucapnya.

Selain itu, salah satu pemerhati adat budaya sasak Lombok Timur, H. Lalu Satriadi menyampaikan terimakasih kepada Gubernur NTB yang sangat tak disangka-sangka berkesempatan hadir pada acara peletakan batu pertama bale adat tersebut. “Tak disangka-sangka pak Gubernur NTB didampingi pak Kadis Sosial Lombok Timur dan jajarannya berkenan hadir di desa dusun kami yang bisa dikatakan dekat area hutan ini, tapi untungnya tidak monyet,” katanya.

Ia juga menuturkan kepada Gubernur bahwa masyarakat setempat masih menggunakan manajemen hati, keyakinan yang begitu mendalam kepada bubus itu. “Ini cocok untuk kita lestarikan dan pertahankan pak Gubernur, walaupun tidak ada andang-andang (bayaran baik itu berupa uang, bisa juga beras) karena tidak tidak mampunya masyarakat, berkat keyakinan yang begitu dalam alhamdulillah banyak jenis penyakit bisa teratasi,” jelasnya

Baca Juga :  Diduga Kehabisan Oksigen, Pemuda di Lombok Timur Tewas di Dalam Sumur

Alhamdulillah hari ini kata dia, kita dapat melaksanakan acara yang sudah dari lama dipersiapkan secara swadaya dimana pembangunan awal bale adat tersebut hanya bermodalkan 50 sak semen, satu dum batu, dan satu truk pasir. “Tetapi dengan keyakinan bahwa pertolongan Allah akan datang membantu kami menyelesaikan pembangunan ini,” tuturnya.

Sementara itu, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), H. Zulkieflimansyah, menyampaikan apresiasinya terhadap para tokoh adat dan masyarakat karena telah menjaga dan melestarikan kearipan lokal. “Tokoh adat terlihat senyumannya merekah, dengan pararel melestarikan kearipan lokal kita di NTB,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga turut menyumbangkan seratus sak semen untuk pembangunan bale bubus batu kelopok.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here