GELARAN ALUNAN BUDAYA DESA PRINGGASELA HARUS DI MASUKAN KE KALENDER EVENT LOTIM

-

LOMBOK TIMUR.Ditaswara.com. Gelaran Alunan Budaya ke 6 yang berlangsung di Pringgsela menjadi bukti nyata tentang pentingnya menjaga dan melestarikan karya tradisional masyarakat.Wakil Bupati Lombok Timur H.Rumaksi SJ sangat mengapresiasi kegiatan tahunan ini yang sudah memasuki kali ke enam. Semangat dari masyarakat yang peduli dengan nilai –nilai budaya lokal ini terutama dikalangan milineal ,berharap agar kegiatan Alunan Budaya Desa Pringgasela dapat masuk menjadi kalendar tetap Kabupaten Lombok Timur setiap tahun.
“Di harapkan juga Alunan Bidaya Desa Pringgasela ini dapat juga masuk juga dalam kalender event tingkat Propinsi bahkan sampai tingkat nasional,kalau ini dapat terwujud maka akan berimbas pada peningkatan perekonomian di sektor UMKM,maupun masyarakat yang secara tidak langsung berintraksi dengan kegiatan ini,” kata Rumaksi pada acara Karnaval ,Ahad (31/7).


Oleh karena itu lanjut Rumaksi,hendaknya setiap gelaran yang memberikan banyak manfaat bagi masyarakat ,harus di dukung oleh semua pihak tanpa kecuali.Perumbuhan ekonomi yang baik tentu menjadi salah satu indikator dampak tidak langsung sebuah kegiatan termasuk Alunan Budaya Desa.
Banyak potensi yang dapat di kembangkan di Kabupaten Lombok Timur ini,dan ini menjadi salah satu modal untuk meningkatkan daya tarik tarik para wisatawan untuk datang.Dukungan dalam bentuk bantuan hendaknya jangan sedikit-sedikit,tetapi sesuaikanlah dengan kebutuhan yang memang tidak sedikit.
Dilain pihak Ketua Panitia Alunan Budaya Desa ke 6 Bayu Darma A,puncak dari kegiatan Alunan Budaya Desa ke 6 ini yaitu berupa penampilan Karnaval Tenun Pringgasela.Ini dikandung maksud sebagai salah satu ihtiar untuk menjaga eksistensi usaha tenun sebagai salah satu warisan budaya lokal,sehingga ketertarikan terhadap usaha tenun tetap tumbuh dan terus mendapatkan hati di masyarakat terutama para wisatawan.
“Selama kegaitan Alunan Budaya Desa ke 6 ini,mampu meningkatkan sektor ekonomi para pelaku UMKM tenun,dan ini menjadi bagian yang di tunggu oleh mereka para pelaku UMKM agar event ini di tahun yang akan datang lebih luas cakupannya,”kata nya.

Baca Juga :  Managing Director The Mandalika Apresiasi Dukungan PLN Selama Event Internasional Mandalika


Dalam acara Karnaval Tenun yang berlangsung meriah ini di ikuti oleh 20 peserta yang berlangsung di depan Tugu Mopra Pringgasela.Setiap peserta di wajibkan untuk menampilkan karya seni koreo dan inovasi kreativitas,dimana dalam setiap penampilan harus ada kain tenun yang di tampilkan dari keseluruhan asesoris desain sekitar 30 persen.
Pelepasan peserta Karnaval sendiri di lakukan oleh Wakil Bupati Lombok Timur,H.Rumaksi SJ di depan SMPN 1 Pringgasela dengan rute menuju kawasan Tugu Mopra .Di hadapan para dewan juri setiap peserta menunjukan hasil kreasi seninya dengan berjalan penuh wibawa di atas karpet merah.
Ribuan masyarakat tumpah ruah di pinggir jalan utama terutama di kawasan tugu Mopra sebagai pusat di gelarnya karnaval,salah seorang pengunjuang Inaq Roni yang walau berdesakan dan rela berpanas ria ,tetap semangat menyaksikan para peserta karnaval.
“Sangat bagus dan indah sekali penampilan para wanita yang berjalan di karpet merah ini,semuanya baik-baik dan cantik,semoga tahun depan pesertanya lebih banyak lagi,” katanya singkat.
Dalam Karnaval Tenun kali ini penilaiannya berdasarkan tiga kategori,untuk kategori Catwalk sebagai juara satu SMPN 2 Selong,juara dua Teh Sinta dan juara ke tiga Manik Managmen. Untuk Kategori visual tenun,juara satu Sanggar Sundawa Gubuk Daya Timuk,juara dua Sanggar RW Sepongkor dan juara ke tiga Teteh Sinta 3. Kategori Harmonisasi juara satu Sanggar Sundawa Gubuk Daya Timuk,juara ke dua Momy Managmen dan juara ke tiga Teteh Sinta 4.
Sebagai juara umum,juara umum pertama di peroleh Sanggar Sundawa Gubuk Daya Timuk,juara umum ke dua Momy Mangmen dan juara umum ke tiga di raih di SMPN 2 Selong.(red).

Leave a Reply

Your email address will not be published.