Home Lombok Timur Sekda Serahkan 290 Rompi ke Petugas Sebagai Bentuk Kolaborasi antara Bank NTB...

Sekda Serahkan 290 Rompi ke Petugas Sebagai Bentuk Kolaborasi antara Bank NTB Syariah dan Pemda Lotim

90
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Sekertaris Daerah HM Juaini Taofik menerima kunjungan Tim Bank NTB Syariah dalam rangka penyerahan rompi dan tanda pengenal sebanyak 290 untuk petugas penarik retribusi, berlangsung di Ruangan Sekda, Rabu (5/7).

Sekda dalam kesempatan itu menyampaikan terima kasih dan selamat HUT untuk Bank NTB Syariah ke-59. Selain itu, ia juga mengatakan bahwa ini merupakan salah satu bentuk dukungan dan sinergitas antara Pemerintah Daerah dan Bank NTB Syariah. “Meski terlihat sederhana menurut saya hal ini sangat bermanfaat bagi para Satgas Operasi Penjaringan (OPJAR) pajak,” ucap Sekda.

Pertama, Sekda memberikan semangat kepada para petugasnya bahwa mereka memang ditugaskan untuk itu. “Kadang-kadang kita tidak bisa menunjukkan surat tugas atau lupa membawa surat tugas. Tetapi sebagai identitas pengenalnya adalah rompi ini,” ujarnya.

Lebih jauh dituturkannya, bahwa di jaman saat ini masyarakat butuh transparansi dan akuntabilitas. Adanya petugas dengan identitas jelas dapat memudahkan dan menghindarkan mereka dari persoalan-persoalan yang tidak diinginkan.

“Kolaborasi antara Bank NTB Syariah dan Pemda Lotim ini sangat penting dan bermakna, karena bagaimanapun di Bank NTB Syariah, Pemda Lotim merupakan pemegang saham nomor dua terbesar setelah pemerintah provinsi,” katanya.

Karena semakin besar pertumbuhan hasil Bank NTB Syariah maka Pemda Lotim akan mendapatkan bagi hasil yang lebih besar pula. “Intinya, Bank NTB Syariah dan Pemda saling menguntungkan, karena ini merupakan bentuk hubungan simbiosis mutualisme,” tuturnya.

Selain itu, Sebagai upaya mendorong agar masyarakat melakukan pembayaran pajak maupun retribusi secara non tunai atau menggunakan aplikasi Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) sudah bisa digunakan oleh masyarakat meski tidak semuanya. Sebab masih banyak masyarakat khususnya di pedesaan yang melakukan pembayaran tunai dan belum melek teknologi. “tetapi kerja-kerja manual juga masih tetap digunakan sebab tidak 100% masyarakat menggunakan non tunai,” Demikian Sekda.(aty).

Baca Juga :  Dua Bakal Calon Kades Aik Dewa yang Tidak Lolos Seleksi Tambahan Ajukan Hearing di PMD Lotim

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here