
Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Pemerintah Kabupaten Lombok Timur (Lotim) bergerak cepat melawan predikat intervensi kasus menjadi pendampingan keluarga terintegrasi, dimulai sejak calon pengantin (catin) hingga anak di bawah lima tahun (balita). Strategi ini dinilai krusial untuk memutus mata rantai stunting secara fundamental.
Kepala Bidang Penyuluhan dan Penggerakan DP3AKB Lotim, Nurhidayati, mengungkapkan bahwa saat ini sebanyak 3.063 anggota Tim Pendamping Keluarga (TPK) telah ditempatkan di seluruh desa dan kelurahan. Setiap tim, yang diketuai oleh unsur tenaga kesehatan, bertugas mengawal sekitar 200 kepala keluarga.
“Satu tim terdiri dari tenaga kesehatan atau bidan, PKK, dan kader. Pendampingan bukan hanya untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, namun juga dimulai sejak calon pengantin dan pasangan usia subur,” terang Nurhidayati, Selasa (2/12).
Menurutnya, TPK menjadi garda terdepan dalam menyasar keluarga yang paling berisiko, seperti kelompok ekonomi rendah, minim akses sanitasi, atau kategori miskin ekstrem.
“Intervensi (penanganan) tanpa pendampingan tidak akan efektif. Keluarga harus menjadi lingkungan pertama yang memahami pola hidup sehat dan pemenuhan gizi anak sejak dalam kandungan,” tegasnya.
Selain peran edukasi, TPK kini juga berperan aktif dalam distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi ibu menyusui, balita, dan baduta di tingkat desa.
Sebagai bentuk dukungan penuh dan apresiasi atas kinerja vital TPK, Pemkab Lotim menaikkan insentif yang diterima oleh para pendamping untuk setiap porsi MBG yang mereka salurkan.
“Insentifnya naik dari Rp500 menjadi Rp1.000 per porsi yang disalurkan. Kenaikan ini adalah bentuk kerja sama timbal balik,” ujar Nurhidayati.
Ia menyebut, program ini bersifat simbiosis mutualisme. ”Di satu sisi mendukung percepatan penurunan stunting, dan di sisi lain membantu proses distribusi (MBG) ke penerima manfaat menjadi lebih merata dan tepat sasaran,” tutupnya.
Melalui sinergi pendampingan terintegrasi dan peningkatan dukungan bagi TPK ini, Pemkab Lombok Timur menargetkan angka stunting dapat turun secara signifikan.(ds2)







