Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com.Program Pembangunan SPAM pantai Selatan saat ini mengalami banyak penolakan dari masyarakat khususnya dari warga dekat sumber mata air itu, yakni masyarakat Sikur dan Kotaraja. Namun program SPAM rupanya bukan hanya diperuntukkan bagi masyarakat Selatan Lombok Timur saja, akan tetapi bagi 6 Kecamatan dan 39 Desa yang saat ini masih mengalami krisis air bersih.
“Sekarang ini angka kecukupan air minum kita di Lombok Timur sekitar 60 persen, dengan adanya SPAM Selatan kita berharap angkanya meningkat dari 80 sampai 90 persen,” ucap Sekda, ketika dikonfirmasi usai Sosialisasi bersama Semua Kepala Desa Lombok Timur, di Cafe Classic Sikur, Jumat, (2/6).
Saat ini di Lombok Timur kata dia, permasalahan masyarakat tentang air tak hanya di hadapi oleh masyarakat yang ada di Jerowaru saja, namun juga ada sebagian di Kecamatan Sikur, Sakra, dan juga di Keruak.
“Dengan hadirnya program SPAM Selatan ini diharapkan dapat menjadi jalan agar setiap Kecamatan yang dilalui pipa SPAM akan kebagian aliran air bersih,” ucapnya.
“Misalnya besok warga Sikur sekarang tidak bisa dilayani PDAM karena sumber air tidak ada, kalau SPAM ini berjalan maka pipa alirannya bisa di tapping (Sadapan tekanan),” lanjutnya.
Sekda menuturkan bahwa sebelumnya dirinya telah mencermati apa yang menjadi rencana awal program SPAM tersebut. Dimana air yang berasal dari 2 mata air di Desa Kotaraja dan Tetebatu tersebut bukan langsung disedot sesuai jumlah perantaranya.
Namun, 6 Kecamatan yang dilalui akan bisa menikmati, tetapi dengan satu syarat melalui pelanggan PDAM, karena ketika bangunan tersebut di serahkan ke Pemda, ada aturan yang mengatakan, operator air minum di Pemda hanya di PDAM.
“Ada 6 Kecamatan dan 39 desa yang akan menerima manfaat, jadi kita harapkan permakluman semua pihak bagi keberlangsungan masyarakat kita di Lombok Timur,” demikiannya.(aty)








