Home Berita Bupati Lombok Timur Hadiri Harlah Ke-38 dan Haul Yayasan Al Ijtihad Al...

Bupati Lombok Timur Hadiri Harlah Ke-38 dan Haul Yayasan Al Ijtihad Al Mahsuni Masbagik

262
0
Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri hari lahir (Harlah) ke-38 sekaligus Haul pendiri Yayasan Al Ijtihad Al Mahsuni desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, pada Kamis (31/7).

Penulis: Buati Sarmi 

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Bupati Lombok Timur, H. Haerul Warisin, menghadiri hari lahir (Harlah) ke-38 sekaligus Haul pendiri Yayasan Al Ijtihad Al Mahsuni desa Danger, Kecamatan Masbagik, Lombok Timur, pada Kamis (31/7).

Bupati Haerul Warisin, dalam sambutannya mengungkap hanya sedikit pengetahuannya terkait perjalanan Yayasan Al Ijtihad Al Mahsuni yakni dalam bidang pendidikan. Perjuangan para pengurus dan masyarakat desa Danger juga tak luput dibahas orang nomor satu di Lombok Timur tersebut, hingga yayasan ini mampu berdiri 38 tahun lamanya.

”38 tahun memang bukan waktu yang singkat. Dalam perjalanan Al Ijtihad ini sedikit saya mengetahui terutama dalam sisi pendidikan, berliku-liku baru bisa berjalan seperti hari ini. Tidak seperti yang kita lihat tetapi ini adalah kehebatan dari pengurus yayasan, guru, santri bahkan wali murid atas kepercayaannya hingga yayasan ini bisa berdiri tegak hingga usia 38 tahun dengan jumlah santri mencapai ribuan,” ucapnya.

Bupati menyebut atas dedikasi yayasan ini pemerintah menaruh hati dan berjanji memperhatikan pondok pesantren yayasan Al Ijtihad Al Mahsuni. ”Pemerintah menaruh hati dan mau memperhatikan yang namanya pondok pesantren Al Ijtihad Mahsuni ini kedepan, Insyaallah,” tegasnya.

Sebelumnya, TGH H. Ahmad Subki Hulaimi S.Ag, mengatakan walaupun secara kenegaraan TGH Mahsun tidak diakui sebagai tokoh pahlawan nasional, baik dari pihak keluarga, pengurus yayasan dan masyarakat Masbagik akan selalu mengenang beliau sebagai pejuang sejati.

”Banyak yang belum tahu beliau (TGH Mahsun, red) bukan sekedar alim ulama, namun merupakan sang motivator di kecamatan Masbagik juga merupakan pejuang sejati, pejuang veteran pemimpin dari sayap ranah pasukan utara, bersama Almarhum TGH Maulana Syaikh,” ujarnya.

Baca Juga :  Mi6 : Pilkada NTB 2024 akan menjadi sejarah baru 'Politik Etis' Kepemimpinan NTB yang Demokratis dan Egaliter.

”Laskar TGH Mahsun yang terkenal hingga saat ini dan memiliki prasasti adalah Banteng Hitam,” katanya.

Lanjut dikatakannya bahwa memasuki usia Ke-38 tahun berdirinya yayasan Al Ijtihad Al Mahsuni merupakan suatu berkah serta ikhtiar dari para pendiri yang didasari niat suci. ”Atas niat yang didasari niat yang suci, Alhamdulillah 38 tahun lamanya yayasan Al ijtihad Mahsuni tetap eksis mendidik anak-anak kita generasi penerus bangsa,” imbuhnya, sembari mengungkap bahwa yayasan ini memiliki lembaga pendidikan mulai dari tingkat TK, MI, Mts, MA, hingga Perguruan Tinggi.

Menutup kegiatan tersebut, Ketua BAZNAS NTB, Lalu M. Iqbal Ahmad, menyampaikan yayasan pondok pesantren Al Mahsuni dan seluruh pondok pesantren yang ada di NTB senantiasa menjaga momentumnya sebagai lembaga pendidikan Islam. ”Sebagai lembaga pendidikan islam yang tidak saja mengembangkan ilmu pengetahuan disatu sisi, namun disaat yang sama pondok pesantren harus mempertahankan nilai-nilai akhlak adat didalamnya,” pungkasnya.(ds)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here