Home Lombok Timur Bupati Berharap Pelaksanaan RPJMD Lombok Timur Berakhir Tahun 2023

Bupati Berharap Pelaksanaan RPJMD Lombok Timur Berakhir Tahun 2023

111
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Bupati Lombok Timur H.M Sukiman Azmy menyampaikan pidato pengantar laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) tahun 2022 pada Rapat Paripurna VIII masa sidang II DPRD Kabupaten Lombok Timur, yang berlangsung di Lantai 3 kantor DPRD Lombok Timur, Kamis (13/4).

Bupati pada pidatonya menyampaikan bahwa penyelenggaraan pembangunan daerah selama tahun 2022, tidak terlalu jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, yang mengalami dinamika cukup signifikan akibat dampak pandemi covid-19.

“Dalam situasi pemulihan akibat dampak pandemi, Pemda harus melakukan penyesuaian dengan arah kebijakan pemerintah pusat, guna melaksanakan langkah-langkah pemulihan ekonomi masyarakat,” katanya.

Tak hanya menyampaikan secara garis besar pengelolaan keuangan daerah, Bupati Sukiman memaparkan pula hasil evaluasi sembilan indikator kinerja utama Pemda kabupaten Lombok Timur yang tertuang dalam RPJMD 2018-2023.

“Realisasi kinerja sampai akhir 2022 menunjukkan terdapat empat indikator yang melampaui target RPJMD yaitu laju pertumbuhan ekonomi, indeks ketentraman dan ketertiban, indeks risiko bencana, dan peningkatan status desa mandiri,”ungkapnya.

Diakui Bupati Sukiman bahwa masih terdapat sejumlah indikator yang masih harus terus dipercepat dan ditingkatkan capaiannya seperti angka kemiskinan, indeks pembangunan manusia (IPM), indeks infrastruktur wilayah dan indeks kepuasan masyarakat.

“Namun demikian capaian masing-masing indikator tersebut sepanjang empat tahun terakhir menunjukkan peningkatan sangat signifikan. Dampak pandemi covid-19 juga masih berpengaruh terhadap upaya-upaya pencapaian kinerja daerah secara keseluruhan” tuturnya.

Dari komponen IPM, Angka harapan lama sekolah (HLS) dari target 13,98 tahun terealisasi 14,05 tahun (100,50%). Angka ini naik 1,1% dibanding tahun sebelumnya. Sedangkan angka rata-rata lama sekolah (RLS) dari target 6,90 tahun tercapai 7,04 (102,03%) atau naik 4,7% dibanding 2021. HLS dan RLS Lombok Timur melampaui capaian provinsi dan nasional.

Baca Juga :  Hasil Verifikasi Administrasi Dokumen Bacaleg, KPU Lotim Sebut Kebanyakan Parpol Belum Lengkap Administrasinya

“Tak hanya itu saja, yang juga mengalami peningkatan adalah umur harapan hidup saat lahir (UHH). Diungkapnya pada tahun 2021 lalu UHH Lombok Timur ada di angka 66,16 naik menjadi 66,55 tahun 2022. Hanya saja angka ini masih di bawah rata-rata kabupaten/kota di Provinsi NTB yaitu 66,67 tahun,”ujarnya.

“Tingginya angka kematian ibu dan kematian bayi menjadi penyebab. Karena itu Pemda berupaya melakukan pencegahan kematian ibu dan bayi baru lahir melalui serangkaian program dan kegiatan termasuk pencegahan kematian bayi dan balita melalui imunisasi, pencegahan stunting/wasting, pencegahan penyakit menular,” lanjutnya

Demikian pula peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, perbaikan status gizi keluarga dan sebagainya.

Sementara itu, pada urusan pemerintahan bidang pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR), Pemda tetap memprioritaskan pembangunan daerah di bidang infrastruktur, baik jalan, irigasi ,maupun air bersih.

“Capaian kinerja indeks infrastruktur ke-PU-an tahun 2022 sebesar 75,80 %,”ungkapnya.

Beberapa faktor yang berpengaruh terhadap pencapaian target kinerja sektor ini adalah masih besarnya jalan maupun irigasi yang perlu mendapat penanganan.

“Pemda telah berupaya melakukan terobosan guna pencapaian target kinerja sektor ini adalah melalui penanganan kegiatan tahun jamak, sehingga hasilnya pada tahun 2022 jalan mantap di Lombok Timur mencapai 68,57%, jaringan irigasi kondisi baik sebesar 66,50% dan cakupan penduduk yang terlayani akses air minum sebesar 88,40%,” jelasnya.

Tak hanya itu, Bupati juga menyebut persentase penduduk miskin yang terus mengalami penurunan.

“Dari tahun 2021 sebesar 15,38% turun menjadi 15,14% pada 2022 lalu. Seiring penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) juga menurun mencapai 27,52% dari target 10%. Penurunan juga terjadi pada realisasi indikator kinerja tingkat pengangguran terbuka di kabupaten lombok timur tahun 2022 yaitu sebesar 1,51 % dari target sebesar 3,36%. capaian yang melampauai target RPJMD dengan persentase realisasi sebesar 155,06 %,”ujarnya.

Baca Juga :  Kabupaten Lombok Barat  Rincian APBD Menurut Urusan Pemerintahan Daerah , Organisasi, Program, Kegiatan, Sub Kegiatan, Kelompok, Jenis Pendapatan, Belanja dan Pembiayaan Tahun Anggaran 2025. Edisi 12.

Sementara itu, sektor ekonomi Lombok Timur, setelah mengalami kontraksi pada 2020, kembali bangkit pada 2021 mencapai angka 3,12 dan tahun 2022 ini tumbuh mencapai angka 3,18 dengan sektor pertanian, perdagangan dan konstruksi sebagai sektor yang berkontribusi tertinggi.

“Saya berharap pada tahun 2023 ini menjadi tahun terakhir pelaksanaan RPJMD target yang belum tercapai dapat dituntaskan,”tutupnya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here