Home Berita Penutupan Harganas Ke-31 NTB, 10 Kabupaten/Kota Mangan Begibung 700 Dulang di Lombok...

Penutupan Harganas Ke-31 NTB, 10 Kabupaten/Kota Mangan Begibung 700 Dulang di Lombok Timur

137
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menyuguhkan parade 700 dulang asal Desa Pengadangan Kecamatan Pringgasela dalam acara puncak sekaligus penutupan Hari Keluarga Nasional ke-31 tingkat provinsi NTB yang berlangsung di Kantor Bupati Lotim, Senin (29/7).

Pj. Bupati Lotim H. Muhammad Juaini Taofik, dalam sambutannya mengatakan bahwa Lombok Timur dan Lombok pada umumnya mempunyai kearifan lokal makan bersama melalui dulang. Sehingga pada kegiatan yang mengangkat tema ‘Kembali Ke Meja Makan’ para tamu undangan tidak disuguhkan makan prasmanan melainkan dengan dulang.

”Semua peserta dan tamu undangan yang hadir tidak kami jamu dengan prasmanan pak gubernur, tetapi kita disuguhkan oleh salah satu desa budaya di Lombok Timur yakni Desa Pengadangan mengirimkan 700 dulang,” ucap Pj. Bupati Taofik.

Dengan mangan begibung ini, ia berharap dapat mempererat tali kekeluargaan semua Kabupaten/Kota yang ada di provinsi NTB.

Selain itu, disebutkan bahwa komitmen Lotim menjadi tuan rumah pelaksanaan Harganas Ke-31 ini menjadi solusi sekaligus penyemangat untuk mengejar ketertinggalan khususnya di sumber daya manusia (SDM) dalam hal ini pembangunan logis.

”Kami memahami bahwa membangun logistik itu lebih berat dan kompleks dari pembangunan berlapis,” katanya.

Ia juga melaporkan dalam rangkaian Harganas ini telah dilakukan sosialisasi jangka panjang seperti pelayanan edukasi pencegahan anemia terhadap remaja, pencegahan perkawinan usia anak, workshop duta genre desa perubahan, dan kegiatan pelatihan tim pendamping keluarga (TPK).

Kemudian juga telah dilakukan seminar kelas untuk orangtua anak, melakukan akses layanan KB di berbagai pos kesehatan. Serta pada pembukaan Harganas Sabtu lalu, telah dilakukan jalan sehat pencegah stunting oleh remaja yang tergabung di desa kelurahan Lotim. Serta dipaparkan proyeksi jumlah Pekan Imunisasi Nasional (PIN) Polio yang telah dilakukan Pihaknya.

Baca Juga :  Ganjar Pranowo Apresiasi Ponpes NWDI Perjuangkan Pendidikan Perempuan di NTB

Selanjutnya juga telah dilakukan konvoi vespa bersama Pj. gubernur NTB, perwakilan kepala daerah se-provinsi NTB, OPD se-provinsi NTB, forkopimda Lotim, dan masyarakat sekitar.

Sementara itu, Pj. Gubernur NTB Mayjen (Purn) Hassanudin mengapresiasi parade dulang yang disuguhkan ini dan merupakan budaya yang perlu dilestarikan.

”Saya berpesan kepada Pj. Bupati Lotim untuk budaya ini dikelola dengan tidak mengurangi menghilangkan nilai kearifan lokal yang sangat unik dan menyenangkan. Karena ini sangat luar biasa,” pungkasnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here