Penulis : Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur menggelar sosialisasi 7 (Tujuh) Dimensi Lansia Tangguh tahun 2045 kepada 30 Bina Keluarga Lansia (BKL). Berlangsung di Aula kantor DP3AKB Lotim, pada Senin, (3/6).
Kepala DP3AKB Lotim H Ahmad, mengatakan bahwa dalam sosialisasi yang dilakukan tersebut pihaknya mengundang sebanyak 30 BKL dalam rangka memberikan pelayanan atau perawatan untuk menyiapkan lansia tangguh 2045.
”Kader-kader yang di undang ini akan diberikan pemahaman. Dimana nanti di posyandu atau di BKL itu mereka dapat memberikan penyuluhan setiap bulannya kepada lansia tentang bagaimana cara merawat diri dan lainnya. Karena yang namanya lansia sudah rawan sekali dengan resiko penyakit,” ucap H Ahmat.
Kegiatan BKL disebutnya, dalam rangka menyongsong Indonesia Mas tahun 2045. Pemerintah mempunyai keharusan untuk menyiapkan lansia tangguh kedepannya. Lansia tangguh artinya mereka bisa mandiri, bisa merawat dirinya sendiri, sehingga tidak lagi membebankan keluarganya.
”Pemerintah sudah mulai dari sekarang agar lansia ini nantinya tidak lagi menjadi beban keluarga. Kalau sudah dari sekarang kita siapkan menjadi lansia tangguh,” katanya.
Ia juga menuturkan bahwa sekarang ini lansia umur 60-70 tahun itu masih menjadi tanggung jawab keluarga dan kerap dianggap berat. Sehingga disebutkan BKL ini nantinya akan di kolaborasikan dengan sekolah lansia seperti Program Pesantren Lansia (PPL). Dimana kedepannya itu akan dicanangkan di mulai dengan dakwah, siraman rohani, dan serta bagaimana menghadapi akhirat.
”Kalau sudah 70 tahun itu lebih banyak berfikir akhirat sehingga kita nanti memberikan tentang siraman rohani, kemudian kita berikan makanan tambahan, kemudian baru pemeriksaan kesehatan,” imbuhnya.
Sekolah lansia ini dimulai dari sekolah lansia yang di prioritaskan yakni di Desa Bagik Payung. Dimana itu nanti menjadi representatif untuk Kecamatan lain yang ada di Lombok Timur.(ds2).








