Home Seni dan Budaya Jangan Bubarkan Kecimol Oleh : Kake Ashwan Kailani Ketua Dewan Kesenian...

Jangan Bubarkan Kecimol Oleh : Kake Ashwan Kailani Ketua Dewan Kesenian Lombok Timur.

177
0

 

Jangan Bubarkan Kecimol

Oleh : Kake Ashwan Kailani Ketua Dewan Kesenian Lombok Timur. 

Masif nya gerakan protes atas larangan terhadap aktivitas kelompok musik kecimol yang di tuding selalu meresahkan dan bikin keributan, menjadi sorotan ketua umum Dewan Kesenian Lombok Timur (DK_Lotim).

Ketua umum Dewan kesenian Lombok Timur Ashwan Kailani yang kerap di sapa Kake Ashwan pada penyampaian nya mengatakan bahwa .Masalah ini (tindakan penolakan) mari kita kaji dari perspektif yang lebih luas selain melihat efek yang di timbulkan (Kisruh pelaku dan masyarakat). Kemudian mengambil tindakan “Pembubaran ” dan lain sebagainya yang pasti akan berdampak kerugian (moril dan materiil) dari para pihak yang terlibat dalam kelompok kecimol tersebut .

Kesenian adalah suatu bentuk kreativitas yang di hasil kan oleh personal atau kelompok masyarakat yang lahir dari daya pikir untuk mencipta sesuatu yang baru dan bisa di nikmati oleh masyarakat sekitarnya..pada sudut pandang ini tentu saya sangat mengapresiasi hadirnya entitas baru musik yang bernama kecimol beserta konsep penyajiannya ( sebagai pengiring atau musik penghibur pada acara perkawinan dan lainnya).

Musik kecimol . Dari beberapa sumber yang saya dengar dan serap adalah genre musik kreasi (bukan tradisi) yang lahir di tanah Lombok Timur yang sangat religius ini..Penciptaan karya seni tradisi haruslah berbasis lokalitas (Local Wisdom) dimana karya seni itu tercipta, karena kebutuhan dan keberterimaan masyarakat sekitar, menjadi penanda bahwa sebuah karya seni itu lahir dan tumbuh dari ide dan gagasan masyarakat itu sendiri..

Hari hari ini sedang maraknya protes dan penolakan sampai pada timbul nya kisruh antar masyarakat terhadap fenomena aktifitas Kecimol yang di tuding sebagai “Sumber” atau pemicu kekisruhan itu..sampai terdengar di beberapa desa sudah membuat “awiq awiq” (Perdes) untuk menolak keras kehadiran kecimol di wilayah mereka..

Baca Juga :  MONOKROM KEBUDAYAAN DALAM NGAJI BUDAYA 2.

Selaku praktisi dan akademisi seni di Lombok Timur sudah barang pasti bahwa saya tidak menolak dan melarang kehadiran dan tumbuh nya Kecimol di Lombok Timur ini pada khususnya, namun saya perlu mempertegas bahwa segala karya seni itu adalah buah dari kreativitas yang penting untuk di berikan apresiasi. Namun di satu sisi kita juga harus mengkaji Bentuk dan fungsi nya supaya kita tidak menjadi LATAH dalam menjudge ( mendiskreditkan) sebuah karya seni itu bernilai Buruk..Pun tidak semena mena dalam dan menjadi pelaku kesenian.

Bagi kita penikmat dan pelaku seni tentu mempunyai hati nurani. Karena Seni itu lahir dari dari rahim pikiran yang paling hening dan terdalam ( tidak egois apalagi pragmatis) . Maka sebaiknya hal- hal yang akan mencederai nama baik daerah kita melalui karya seni dan perilaku kita dalam bermasyarakat dalam mengapresiasi karya seni. Untuk lebih mengedepankan norma norma yang berlaku di masyarakat.

Sekali lagi tidak ada karya seni yang tidak indah maka mari kita bijak dalam berkesenian, supaya apa yang menjadi harapan kita kepada masyarakat tempat lahirnya kesenian itu akan di terima dengan baik tanpa protes atau di asingkan.()

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here