Home Berita
163
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

 

Sejumlah Guru di SDN 1 Tetebatu Minta Ganti Kepala Sekolah

 

Lombok Timur – Ditaswara.com. Merasa kurang nyaman dan kurang setuju dengan kepala sekolah yang baru sejumlah guru di SDN 1 Tete Batu Selatan, Kecamatan Sikur, Lombok Timur, membuat Forum Kewaspadaan Dini Masyarakat (FKDM) pertanggal 2 Oktober 2023 dengan membuat Surat Petisi Tidak Setuju (SPTS) yang di stempel basah.

Diketahui bahwa kepala sekolah baru di SD tersebut bernama Lalu Nurman S.Pd,. Adapun dalam surat tersebut, sejumlah guru itu menyatakan bahwa ketidak setujuan mereka lantaran kurang merasa nyaman dan kerap merasa dipojokkan saat dilakukan pertemuan guru ataupun dengan wali murid. Selain itu, mereka juga memohon agar kepala sekolah tersebut diganti.

Kepala UPTD Sikur, Karyatul Aini mengatakan bahwa dirinya telah bertemu dengan pihak FKDM sebanyak enam orang. Mereka mendatangi kantor UPTD Sikur untuk menjelaskan terkait dengan surat Petisi yang telah mereka kirim ke Dinas Dikbud Lombok Timur.

“Setelah saya berbincang-berbincang dengan anggota FKDM itu, saya menemukan ada dua titik benang permasalahannya, ” Ucap Karyatul kepada media ini, saat dikonfirmasi via telepon, Senin (16/10).

Menurut Karyatul, menjadi titik permasalahan tersebut yakni, pertama lantaran mereka (sejumlah guru, red) tidak mau disiplin, dan kedua terkait keinginan kepala sekolah tersebut yang terlalu bagus namun tidak sesuai kondisi. “Permasalahannya cuma disitu,” ujarnya.

“Selain itu, surat tersebut juga menyatakan adanya keberatan yang menggambarkan bahwa kepala sekolah tersebut seolah-olah menekan kepulangan dan kehadiran guru-gurunya,” sebutnya.

Kemudian kata dia, guru-guru tersebut juga merasa tidak ada waktu untuk keluarga karena tekanan disiplin waktu yang dianggap terlalu berlebihan. “Ada pula terdengar entah itu dari guru disana atau suaminya yang mengeluhkan bahwa seorang guru itu tidak sempat menyiapkan suaminya kopi dan lainnya karena tuntutan disiplin waktu tersebut,” Katanya.

Baca Juga :  Pesona Alam Pancor Kopong (Goa Kopong) Di Tengah Maraknya Tempat wisata Di Lombok Timur.

Selain itu, para guru tersebut mengaku kerap pulang jam 1 karena jauhnya tempat tinggal. Kendati demikian, Karyatul mengatakan bahwa jam pulang kerja jika secara aturan adalah jam 2 siang. “Kalau itu jadi alasanya walaupun mereka bersurat sampai ke Kementrian mereka tetap salah berarti dan mereka mengungkapkan kedok sendiri jadi seorang guru,” imbuhnya.

“Kalau kita biarkan guru -guru tersebut tidak disiplin kapan sekolah itu akan bisa maju,” tambahnya.

Ditempat terpisah, Kadis Dikbud Lombok Timur, Izuddin mengatakan bahwa kasus di SDN 1 Tete Batu Selatan itu dianggap biasa, dikarenakan cepat atau lambat Pihaknya akan memediasinya. “Guru-guru jangan hanya mau seleranya saja, kadang-kadang ada kepala sekolah yang disiplin pihaknya hadirkan disitu karena tujuannya untuk perbaikan, ” katanya.

Bahkan kasus di SDN 1 Tetebatu Selatan itu belum ada laporan sampai kepadanya. Diingatkan Izzuddin, kepada guru-guru ASN di SD tersebut melaksanakan tugasnya untuk melaksanakan tugas dan fungsinya bukan mengatur siapa Pimpinannya.

“Anda ini ASN melaksanakan tugas mengajar jagan kemudian mengatur apa yang menjadi keputusan pimpinan karena itu tidak boleh. Jalankan tugas dengan baik, karena ndak mungkin loh akan di apa-apakan oleh orang pagi masuk sore pulang,” Demikiannya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here