Penulis : Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) gelar rapat koordinasi (Rakor) terkait pengendalian inflasi daerah dipimpin langsung Inspektur Jenderal (Irjen) Kemendagri Tomsi Tohir. Rapat tersebut diikuti pula secara virtual oleh seluruh kepala daerah, dan forkpimda se- Indonesia, termasuk Pj. Bupati Lombok Timur (Lotim) di Ruang Rapat Bupati, Senin (25/3).
Irjen Kemendagri Tomsi Tohir, meminta kepada seluruh Pemda untuk segera melakukan enam upaya konkrit dalam penanganan inflasi daerah. Adapun enam upaya tersebut yakni, melakukan operasi pasar murah, melaksanakan sidak ke pasar dan distributor agar tidak menahan barang, kerja sama dengan daerah penghasil komoditi untuk kelancaran pasokan, gerakan menanam, merealisasikan BTT dan dukungan transportasi dari APBD.
“Sebanyak 214 pemerintah daerah belum sama sekali melakukan upaya konkrit ini. Diharapkan untuk Pemda dan Forkopimda dapat aktif dan bahu membahu melaksanakan keenam upaya tersebut, dan secepatnya melaporkannya,” ucap Tomsi pada rapat yang dilaksanakan secara virtual itu.
Pemda Lombok Timur menjadi satu dari 64 Pemda yang telah melaksanakan lima dari enam upaya penanganan inflasi tersebut.
Sementara itu, Pj. Bupati Lotim Juaini Taofik, menjelaskan bahwa lima dari enam upaya tersebut telah dijalankan pihaknya dan berhasil menurunkan harga sejumlah kebutuhan pokok yang sebelumnya melambung. “Tetapi ada empat komoditas yaitu telur ayam ras, daging sapi, dan cabai serta minyak goreng masih mendapat perhatian serius
Berdasarkan pemantauan harga SP2KP pada pekan ketiga Maret ini cenderung alami stabil jika dibandingkan pekan sebelumnya. Beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga, diantaranya telur ayam ras naik sebesar 5,73% di 296 kabupaten/kota, daging ayam ras naik sebesar 3,89 % di 271 kabupaten/kota, minyak goreng naik sebesar 0,29 % di 262 kabupaten/kota, dan beras naik sebesar 3,02 % di 267 kabupaten/kota.
Sebelumnya Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Puji Ismartini mengatakan bahwa komoditas tersebut harus diwaspadai pada Ramadhan hingga Idul Fitri mendatang.(ds2)








