
Penulis: Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Ratusan massa aksi yang tergabung dalam Cipayung Plus Kabupaten Lombok Timur menggelar unjuk rasa di kantor DPRD Lombok Timur pada Senin (1/9). Aksi ini menyoroti sejumlah persoalan, terutama terkait minimnya pengawasan DPRD terhadap pemerintah daerah.
Berdasarkan pantauan, massa mulai berdatangan ke kantor DPRD sekitar pukul 11.47 WITA. Aksi ini merupakan titik akhir setelah sebelumnya massa berorasi di kantor Bupati dan Polres Lombok Timur. Terlihat sejumlah aparat gabungan dari TNI dan Polri telah berjaga-jaga di sekitar lokasi untuk mengamankan jalannya aksi.
Koordinator Aksi, Yogi Setiawan, yang juga menjabat sebagai Ketua Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Lombok Timur, mengungkapkan kekecewaannya. Ia mengkritik keras kinerja para anggota DPRD yang dinilai kurang maksimal dalam mengawasi jalannya pemerintahan.
“Ada banyak permasalahan di Lombok Timur yang seharusnya diawasi ketat oleh DPRD,” tegas Yogi.
Selain itu, ia juga menyoroti rendahnya partisipasi publik dalam proses legislasi. Menurutnya, pembuatan peraturan daerah kerap kali tidak melibatkan peran serta masyarakat, pemuda, dan mahasiswa.
“Aspek legislasi, persoalannya minimnya pelibatan masyarakat, pemuda dan mahasiswa,” ujarnya.
Yogi menambahkan, sudah seharusnya para legislator bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat untuk menghasilkan kebijakan yang benar-benar pro-rakyat. “Itu sangat menentukan dalam pembuatan peraturan daerah yang merepresentasikan kepentingan rakyat,” katanya.
Menanggapi tuntutan tersebut, Ketua DPRD Lombok Timur, M. Yusri, langsung menemui massa aksi. Ia memberikan apresiasi atas jalannya unjuk rasa yang berlangsung damai dan tertib.
“Alhamdulillah adik-adik ini sudah menyuarakan aspirasi secara damai dan tertib,” ucap Yusri.
Yusri juga mengimbau agar masyarakat Lombok Timur tidak mudah terprovokasi oleh pihak-pihak yang dapat merugikan ketertiban. Ia mengambil contoh beberapa aksi unjuk rasa di daerah lain yang berujung ricuh dan merugikan banyak pihak.
“Saya yakin Lombok Timur kondusif. Saya imbau kepada masyarakat jangan gampang terprovokasi, jangan gampang diajak-ajak untuk terhadap aksi yang merugikan masyarakat dan bangsa kita,” pungkasnya.
Setelah berdialog, massa aksi kemudian meninggalkan gedung DPRD pada pukul 13.06 WITA. Unjuk rasa yang berjalan kondusif ini menunjukkan kedewasaan berdemokrasi dari berbagai pihak.(ds2)







