Penulis: Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Dalam rangka monitoring terpadu hasil lapangan terkait implementasi dan koordinasi program kerjasama antara pemerintah RI dengan Unicef di Lombok Timur. Bupati Lombok Timur HM Sukiman Azmy di dampingi Sekertaris Daerah (Sekda) HM Juaini Taofik, Kepala Dinas Kesehatan, dan Kepala Badan Rencana Pembangunan Daerah terima kunjungan dari( Bappenas, Direktorat Jenderal Bidang Pembangunan Daerah (Bangda) Kemendagri, Kementerian PUPR, Kementerian P3A, Kemenkes, Kemendes, dan Unicef, bertempat di Rupatama 1 Kantor Bupati, Kamis (8/6).
Sebelumnya Tim tersebut juga telah melakukan kunjungan lapangan diwilayah yang menjadi fokus program kerjasama.
Pada kegiatan tersebut, Sukiman menyampaikan kondisi baik itu terkait geografis, kecamatan, desa, hingga jumlah penduduk di kabupaten Lombok Timur.
“Tahun 2018 lalu kondisi daerah kami dilanda gempa bumi kemudian disusul pandemi Covid-19 sehingga menyebabkan kondisi Pemda di lima tahun terakhir belum dapat menuntaskan berbagai persoalan yang sudah ada sebelumnya,” terangnya.
Kendati demikian, angka IPM di kabupaten Lombok Timur bisa membaik, dari posisi 9 menjadi posisi 7 dari 10 kabupaten/kota pada tahun 2022.
“Malalui kunjungan hari ini kami siap menerima semua saran ataupun rekomendasi yang diberikan dan siap kami merumuskan langkah-langkah strategis atas rekomendasi itu,” kata Sukiman.
Selain itu, Perwakilan Bappenas RI menjelaskan bahwa tujuan dari kunjungan tersebut adalah untuk memantau progres program kerja yang telah berjalan dengan Kemendagri sebagai koordinator. “Dimana program kerjasama ini melibatkan 17 kementerian/lembaga,” ucapnya.
Sementara itu, Perwakilan Ditjen Bangda Kemendagri, Suharyanto menjelaskan bahwa program kerjasama itu terfokus dalam percepatan pemenuhan hak anak melalui berbagai program baik itu pendidikan, kesehatan dan gizi, air dan sanitasi, perlindungan anak dan juga penguatan kebijakan sosial.
“Program kerjasama ini sekaligus juga mendukung pencapaian prioritas nasional dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2021-2025,” katanya.(aty)








