Home Berita Sambut Harganas Ke-31, DP3AKB Lotim Berikan Penyuluhan dan Pelatihan Kepada Calon Pengantin

Sambut Harganas Ke-31, DP3AKB Lotim Berikan Penyuluhan dan Pelatihan Kepada Calon Pengantin

139
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi

Lombok Timur – Ditaswara.com. Dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-31 tahun 2024 dan untuk mencetak generasi yang bebas stunting dan percepatan penurunanya, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak Dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Lombok Timur (Lotim) memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada calon pengantin (Catin) remaja usia subur. Bertempat di Aula kantor Kemenag Lotim, Rabu (12/6).

Wakil ketua tim penurunan stunting kabupaten Lotim dr Sopiati Jamila, mengatakan sepanjang bulan Januari – Mei 2024 sebanyak 90,3 persen catin memiliki resiko. Sedangkan sisanya 7,7 persen saja yang dikatakan ideal untuk menikah.

Angka dari 90,3 persen ini disebutnya bukan berarti tidak sehat, melainkan saat dilakukan pemeriksaan sebelum dikeluarkan elsimil. Itu digali semua oleh petugas termasuk didalamnya pengetahuan. ”Dari pemeriksaan menyeluruh itulah didapatkan hanya 7,7 persen yang siap dan ideal,” katanya disela pelaksanaan kegiatan tersebut.

Dituturkannya bahwa hal ini menjadi Pekerjaan Rumah (PR) besar bagi pemerintah untuk mempersiapkan catin yang betul-betul ideal dan siap menikah. Di Lombok Timur sendiri diperkirakan pasangan yang menikah setiap tahunnya mencapai 12.255 pasangan. Tetapi hingga bulan Maret 2024 angka tersebut dikatakannya masih relatif kecil.

Dari sekian banyakn catin yang menikah dengan kurang ideal ini, diungkapnya banyak ditemukan anak yang dilahirkan memiliki resiko seperti lingkar tangan kurang dari normal dan hb kurang.

Banyak diketemukannya hal itu tentu akan berpengaruh terhadap status kesehatan ibu hamil karena ditentukan saat catin masih gadis. Karenanya kesehatan catin tidak ditentukan saat mengandung saja tetapi menunjuk pada saat sebelumnya.

”Karena dari catin yang sehat dan ideal inilah akan melahirkan genereasi yang bebas stunting. Jadi ibu hamil yang sehat itu berasal dari gadis gadis yang sehat,” jelasnya.

Baca Juga :  Kuliner Khas Ramadhan. Sate Bantingan Khas Terara Menjadi Menu Berbuka di Bulan Ramadan

Sementara itu, Kepala DP3AKB Lotim H Ahmat, katakan dari 75 ribuan resiko stunting itu termasuk didalamnya catin. Karena itu berbagai strategi pun di coba untuk bersama-sama menanggulanginya termasuk melalui aplikasi elsimil agar menciptakan catin yang sehat.

Namun saat ini menjadi hambatan besar adalah dari orang tua catin. Karena berpatokan modal menikah itu hanya dua, yaitu cinta dan kerja, tidak pernah memikirkan hukum positif pernikahan. Karena itu, 3 bulan sebelum menikah itu harus ada bimbingan pra nikah.

”Insyaallah dalam rangka hari keluarga nasional kita akan mencoba menggerakkan capaian elsimil itu betul-betul mencapai target karena itu salah satu indikator percepatan penurunan stunting,” Kata H. Ahmat.

Guna mempercepat penurunan stunting, maka Bupati Lombok Timur akan membuat Peraturan Bupati (Perbup) dimana salah satu isinya, setiap remaja atau pasangan usia subur harus melalui proses elsimil. Jika melihat secara keseluruhan Lombok Timur termasuk paling rendah dan targetnya juga paling banyak.

”Jika selama ini dilakukan pendampingan dua hari sebelum menikah, sekarang itu akan diubah menjadi 3 bulan sebelum menikah pada pasangan usia subur,” ungkapnya.

Disebutkan pula, setiap remaja yang selesai dari pendidikan SMA itu akan dijaring agar melanjutkan pendidikannya an diberikan bimbingan pra nikah meskipun dalam waktu dekat belum tentu akan menikah.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here