Home Mataram Pemprov NTB Dorong Pengarusutamaan Isu Kebencanaan Melalui Musrenbang Tematik

Pemprov NTB Dorong Pengarusutamaan Isu Kebencanaan Melalui Musrenbang Tematik

58
0
Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kebencanaan dan Perubahan Iklim sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan mitigasi risiko bencana ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kamis (9/4),

By. Redaksi.

Mataram. Ditaswara. com.Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kebencanaan dan Perubahan Iklim sebagai langkah strategis untuk mengintegrasikan mitigasi risiko bencana ke dalam dokumen perencanaan dan penganggaran daerah. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) NTB, Baiq Nelly Yuniarti, Kamis (9/4), mengungkapkan bahwa urgensi kegiatan ini didasari oleh profil risiko wilayah NTB yang memiliki tujuh dari 11 potensi bencana nasional.

“Musrenbang ini adalah langkah awal agar perencanaan pembangunan benar-benar berpihak pada isu kebencanaan dan perubahan iklim. Setiap perencanaan harus mempertimbangkan aspek tersebut secara komprehensif serta menyelaraskan antara dokumen perencanaan dengan implementasi kebijakan anggaran,” ujar Baiq Nelly.

Nelly mengatakan, Provinsi NTB memiliki tingkat kerentanan yang sangat tinggi terhadap multi-ancaman bencana, baik yang bersifat geologis (gempa bumi, tsunami) maupun hidrometeorologis yang makin diperparah oleh anomali Perubahan Iklim (PI). Fenomena cuaca ekstrem, pergeseran musim yang memicu kekeringan panjang dan krisis air bersih di berbagai wilayah NTB, hingga ancaman banjir bandang dan abrasi pesisir, menuntut adanya intervensi perencanaan yang terukur. Rencana aksi adaptasi dan mitigasi iklim tidak bisa lagi hanya menjadi wacana, melainkan harus diarusutamakan ke dalam perencanaan daerah.

Tanpa adanya mekanisme perumusan dan advokasi khusus yang mengawal isu ini, integrasi program pengurangan risiko bencana dan ketahanan iklim ke dalam dokumen perencanaan daerah (RKPD/RPJMD) menjadi sangat sulit diwujudkan secara optimal. Sebagai langkah konkret untuk mewujudkan hal tersebut dan memastikan bahwa usulan dari tapak benar-benar terakomodasi dan aman hingga menjadi Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), maka diselenggarakanlah Penyelenggaraan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tematik Kebencanaan dan Perubahan Iklim Provinsi NTB. Forum khusus ini diharapkan mampu menjadi jembatan advokasi yang kuat, memastikan bahwa setiap intervensi pembangunan di NTB ke depannya benar-benar tangguh bencana dan responsif terhadap perubahan iklim.

Baca Juga :  Tagih Utang Pemprov, Kontraktor NTB Persembahkan Karangan Bunga dan Kue untuk Gubernur

Ia menambahkan bahwa perubahan iklim merupakan tantangan global yang berdampak signifikan pada sektor ekonomi, sosial, hingga tata kelola. Oleh karena itu, kolaborasi dengan program unggulan “NTB Lestari dan Berkelanjutan” menjadi kunci dalam menghadapi tantangan tersebut.

Wakil Gubernur NTB, Hj. Indah Damayanti Putri, dalam sambutannya menekankan bahwa fenomena perubahan iklim telah meningkatkan gangguan hidrometeorologi, seperti tingginya frekuensi bencana banjir di berbagai titik di NTB.

“NTB dikaruniai keindahan alam yang luar biasa, namun di sisi lain kita juga memiliki potensi bencana yang besar. Penanggulangan bencana bukan sekadar urusan statistik, melainkan tentang keadilan bagi seluruh masyarakat,” tegas Wagub yang akrab disapa Umi Dinda tersebut.

Ia menekankan pentingnya kehadiran pemerintah melalui penerapan keadilan distributif dan prosedural. Dalam hal ini, kelompok rentan tidak boleh terabaikan dan harus dilibatkan secara aktif sejak tahap awal perencanaan.

Lebih lanjut, Wagub meminta seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) untuk meninggalkan ego sektoral dan menyusun program yang aplikatif. Ia meyakini bahwa kekuatan penanggulangan bencana terletak pada kolaborasi pentahelix yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media.

“Esensi dari visi ‘NTB Makmur Mendunia’ bukan hanya soal pertumbuhan ekonomi, melainkan juga tentang rasa aman dan nyaman. Keamanan dari ancaman bencana adalah fondasi bagi kemakmuran masyarakat,” tambahnya.

Pelaksanaan Musrenbang ini didukung oleh Program SIAP SIAGA, Kemitraan Pemerintah Australia dan Indonesia. Seluruh usulan yang dihasilkan dalam Musrenbang Tematik Kebencanaan dan Perubahan Iklim ini nantinya akan diakomodir dalam program kerja tahun 2027. Wagub menegaskan bahwa komitmen penanggulangan bencana merupakan tanggung jawab kolektif, bukan tugas satu instansi semata. (ds1).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here