Penulis : Redaksi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur.Ditaswara.com.Pemda Lombok Timur mendukung upaya Kantor Bahasa untuk melakukan revitalisasi bahasa daerah, khususnya sasak yang menjadi bahasa mayoritas masyarakat di daerah ini. Karena itu Pemda akan memperkuat koordinasi dengan Kantor Bahasa dan seluruh pemangku kepentingan.
” Kita mengakui pentingnya membangun komitmen kolektif dan kepercayaan diri agar ke depan bahasa daerah atau lebih dikenal dengan Bahasa Ibu tidak dilupakan begitu saja,” kata Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan saat
menerima kepala Kantor Bahasa Provinsi NTB Puji Retno Hardiningtyas pada Selasa (20/12).
Mahsin berharap Bahasa Ibu sebagai aset dapat menumbuhkembangkan sebagai bagian dari budaya masyarakat.
Kepala Kantor Bahasa Puji Retno menyampaikan terdapat 32 bahasa daerah yang akan direvitalisasi. Khusus di NTB terdapat tiga bahasa daerah yaitu Sasak, Samawa, dan Mbojo. Pihaknya telah menandatangani nota kesepahaman dengan Gubernur NTB dan berharap dapat melakukan hal serupa dengan Pemda Lombok Timur.
“Kami mengapresiasi Lombok Timur dalam upaya revitalisasi bahasa daerah. Tidak hanya dengan memasukkan dalam kurikulum pembelajaran sebagai muatan lokal yang telah diluncurkan pada September lalu, melainkan juga pada pelaksanaan tunas bahasa ibu,” katanya.

Lebih jauh dikatakannya, Lombok Timur bahkan disebutnya sebagai role model dalam kegiatan terkait bahasa daerah, bahkan keluar sebagai juara umum dalam kegiatan tunas bahasa tingkat provinsi NTB yang telah digelar beberapa waktu lalu. Karena itu ia berharap dukungan Pemda agar revitalisasi bahasa daerah yang melibatkan semua elemen ini berdampak semakin luas.
Hadir juga dalam penerimaan ini
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian.
(ndk).








