Berita

Opini : Bank Syariah kok masih melempem”

-

 

Oleh : Rahmatul Muhajirah
Nim : 210502019
Prodi : Perbankan Syariah
Semester : 1 kelas A
Fak, Ekonomi dan bisnis Islam
UIN Mataram

Mengapa masyarakat Indonesia yang penduduknya mayoritas beragama Islam lebih memilih menabung di bank konvensional dari pada di bank syariah. Pertanyaan ini sangat menggelitik dan membuat ingin tahu tentang opini masyarakat terhadap Bank Syariah. Dan Jika berbicara mengenai Bank Syariah sudah tidak asing lagi ditelinga kita, apalagi di Indonesia yg mayoritas masyarakatnya beragama Islam, hal ini terjadi besar kemungkinan bahwa sebagian besar masyarakat belum memahami betul bagaimana system dan produk dari bank syariah.
Sering masyarakat justru bertanya-tanya kalau menabung di bank syariah dan tidak mendapatkan bunga lalu saya mendapat apa?. Saat sekarang ini kebanyakan masyrakat tahunya bahwa bank syariah adalah bank tanpa bunga dan tidak tahu sama sekali mengenai mekanisme bagi hasil sehingga memperparah pola fikir masyarakat islam bahwa yang namanya bagi hasil pasti nilainya lebih kecil dari bunga bank.
Hal inilah yang membuat seakan-akan masyarakat menyamakan bank syariah dengan bank konvensional masih sering terdengar dari sebagian besar umat Islam, yang lebih greget lagi dalam hal pembagian hasil atau kata lain bunga dimana dalam Bank Syariah kata BUNGA diganti dengan BAGI HASIL. Masyarakat dalam pola fikirnya bahwa bagi hasil tidak memberikan kepastian pendapatan hasil selayaknya bunga bank kompensional.
Demikian juga dalam hal proses kredit di Bank Syariah bagi sebagian masyarakat dan juga pedagang yang membutuhkan pinjaman, menyatakan kredit di bank syariah prosesnya rumit dan berbelit-belit.
kesalah pahaman terhadap perbankan syariah dan lembaga Keuangan syariah lainnya menunjukkan belum meratanya sosialisasi informasi perbankan syariah dan lembaga Keuangan Syariah lainnya. Banyak masyarakat yang belum memahami secara benar apa itu lembaga Keuangan syariah, system yang dipakai, jenis produknya, serta apa keunggulan lembaga keuangan syariah bila dibandingkan dengan lembaga keuangan konvensional.
Hal yang juga memberikan andil dalam membentuk persepsi masyarakat terhadap Bank Syariah, yaitu komunikasi atau promosi yang dilakukan lembaga keuangan syariah kurang sangat lambat dan tidak proporsional. Dimana kegiatan promosi sangat diperlukan untuk melaksanakan sosialisai tentang lembaga keuangan Syariah. Dan juga bagaimana upaya kita agar image masyarakat serta  perilaku nya dapat kita rubah sehingga mererka mau menuju  system keuangan syariah.
Inilah tantangan terbesar lembaga keuangan Syariah dalam bersaing dengan lembaga keuangan kompensional lainnya. Kalau kita lihat dan perhatikan bahwa lembaga setingkat Majelis Ulama Indonesia (MUI), ormas Islam, cendekiawan muslim serta seluruh komponen umat Islam seharusnya ikut andil dan bertanggung jawab terhadap perkembangan ekonomi syariah untuk mensosialisasikan secara  merata tentang perbankkan Syariah.
Kerja besar inilah yang harus kita dukung dalam membangun paradigma baru pola berfikir masyarakat bahwa lembaga keuangan Syariah lebih menjanjikan baik dari hasil ataupun keamanan serta hukum dalam konsep Islam.sehingga lembaga ini dapat bersaing dan bersinergi dengan masyrakat.

Baca Juga :  Tekan Pengangguran, LLK Selong Buka Pelatihan Berbasis Kompetensi Sebanyak 23 Paket

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *