Berita

Di Balik Kekurangan SMKN 1 Sikur Selalu Berinovasi Melahirkan Prestasi

-

Lombok Timur.Ditaswara.com. Sejak berdiri tanggal 11 November 2010, SMKN 1 Sikur terus melakukan berbagai inovasi dalam rangka menuju sebagai lembaga pendidikan yang cerdas, inovatif, kreatif, unggul dan religius (SIKUR). Tidak heran dari tahun ke tahun jumlah siswanya semakin bertambah yang berdampak pada penambahan kelompok belajar (Rombel). Dengan keterbatasan sarana dan prasarana termasuk kekurangan ruang belajar, SMKN Sikur tetap berdaya untuk melahirkan berbagai prestasi.
“Saat ini jumlah siswa SMKN 1 Sikur sebanyak 1.212 orang siswa yang terdiri siswa laki-laki sebanyak 724 siswa dan siswa perempuan 488 siswa, dengan jumlah guru 85 orang,” kata Kepala SMKN 1 Sikur Hasbi Ahmad M.Pd


Lebih jauh dikatakannya,saat ini terjadi kekurangan jumlah klas akibat adanya penambahan jumlah rombel, sekarang jumlah rombel sebanyak 20 rombel dan masih ada kekurangan sebanyak 22 rombel.Belum lagi di hitung laboratorium,karena sesuai dengan tupoksinya khas SMK itu adalah mempunyai laboratorium yang representatif. Oleh karena itu untuk menutupi adanya kekurangan tersebut bukan harus menunjukkan kekurangannya tetapi lebih kepada menunjukan hasil karya,program atau prestasi.
Bila sebuah lingkungan menghasilkan sesuatu yang harum semerbak yang disukai semua orang dengan aroma harum tersebut,maka dipastikan sumber aroma harum itu akan di cari orang. Itulah filosofi yang di tanamkan di SMKN 1 Sikur sehingga setiap periode akan terus tercipta sebuah inovasi yang menuju kualitas pendidikan yang terbaik.
Salah satu inovasi yang dilakukan yaitu mendirikan gerai Pujasera yaitu pusat produk jasa barang serba rakyat yang merupakan icon SMKN 1 Sikur,dimana tempat ini sebagai tempat berjualannya para siswa,semua produknya merupakan hasil pembelajaran dari para siswa. Mereka melakukan wirausaha ini sesuai dengan mentornya,sehingga para siswa ini melakukan piket saling bergantian setiap minggunya di lapak pujasera.Sekaligus juga siswa akan membuat laporan tentang perjalanan penyelesaian mulai dari jumlah modal,berapa produk yang laku maupun berapa keuntungannya,berapa pengeluarannya dan setiap minggunya para siswa mendapatkan insentif. Untuk modal semua berasal dari sekolah di mana sudah ada bank mini yang bekerja sama dengan Bank Syariah Indonesia (BSI) di mana para siswa di wajibkan untuk ikut program menabung, uang tabungan dari siswa ini yang di putar.
“Di gerai lapak Pujasera ini juga bekerjasama dengan UMKM yang ada di luar, karena sejatinya SMK itu tidak dapat dipisahkan dengan masyarakat sehingga harus berjalan sebagai kemitraan yang saling mendukung sebagai keluarga besar SMKN 1 Sikur,” imbuhnya.

Baca Juga :  H Nasirudin Klaim Rekomendasi PAN Sebagai Kendaraan Politik Maju Pilkada Lotim 2024


Untuk fasilitas lain yang juga menjadi salah satu program pihak Dikbud Propinsi yaitu Pojok Baca,dimana tempat nya tidak harus luas cukup seperti di teras di siapkan aneka buku bacaan.Setiap pojok ruangan yang ada di ruang klas juga dapat di kemas sebagai tempat baca yang menarik bagi siswa,karena selama ini ada gedung perpustakaan yang megah tetapi kurang diminati akibat lokasinya yang jauh.
“Untuk meningkatkan minat baca para siswa ini,literasi menjadi salah satu atensi pihak sekolah selama ini menurunnya minat baca akibat keberadaan Handphone,sehingga keberadaan HP ini di rubah pungsi nya nya sebagai media tempat membaca,” jelasnya.
Untuk itu para siswa di SMKN 1 Sikur di perbolehkan membawa handphone dengan alasan lembaga pendidikan ini identik dengan Tekhnologi (IT),melarang siswa membawa hp menjadi salah satu cara yang tidak populer ,karena waktu akan tersita dengan urusan merazia hp siswa. Penggunaan HP dikontrol sehingga HP ini lebih bermanfaat untuk membantu proses belajar mengajar,apalagi menjelang ujian para siswa di haruskan menyiapkan HP.
Untuk tenaga pengajar saat ini menjadi masalah utama di sekolah-sekolah akibat lambannya pemerintah menyikapinya sehingga terjadi penumpukan tenaga guru di satu tempat. Saat pihak sekolah membuka sebuah jurusan terkendala oleh tidak adanya guru yang sesuai dengan jurusan tersebut.Mengambil guru dari luar saat ini harus ada ijin dari Dinas dan ini menimbulkan perdebatan di internal sekolah.Adanya refocusing dari Dinas Dikbud menjadi salah satu solusi,sehingga pihak sekolah di beri kemudahan. Sekolah akan membuka jurusan sesuai dengan ketersedian tenaga guru dan menata kembali jurusan-jurusan yang ada di sekolah.
“Ada jurusan yang di buka tetapi tenaga pengajar tidak ada,maka ahirnya harus di tutup karena ini akan berdampak pada kurang maksimalnya pelayanan.Bila ini di paksakan nantinya akan melahirkan tamatan-tamatan yang tidak punya kompetensi,” jelas Hasbi.
Ada beberapa jurusan yang tidak ada gurunya di tutup di SMKN Sikur seperti jurusan otomotif,jurusan tata niaga,jurusan PKD. Selain karena faktor guru juga pasar kedepannya minim. Saat ini SMKN 1 Sikur membuka jurusan sebanyak 11 jurusan yaang di dukung oleh tenaga guru baik dari ASN maupun dari P3K. Untuk tenaga guru dari P3K yang di angkat dari SMKN 1 Sikur sebanyak 24 orang.Adanya pengangkatan ASN dari P3K semakin menambah semangat para honorer yang selama ini cukup lama mengabdi di SMKN 1 Sikur.Saat ini tinggal menunggu rekrutmen tenaga honorer dari prioritas 1 dan 2 untuk di angkat menjadi P3K.
Untuk fasilitas ibadah SMKN 1 Sikur mempunyai mushalla yang cukup besar,ada beberapa program yang sudah dijalankan dan menjadi sebuah kebiasaan bagi para siswa saat berada di sekolah seperti setiap pagi dari hari Selasa sampai Saptu di awali dengan mengaji bersama,dilanjutkan dengan melaksanakan sholat dhuha dan di akhiri dengan kegiatan tausiyah singkat yang di berikan oleh para guru dan sebulan sekali mengundang tuan guru yang berasal dari luar.Proglam lain di bidang religi antara lain spritual care dimana para siswa per klas nyantri di beberapa pondok pesantren.
Ada beberapa prestasi yang di raih oleh SMKN 1 Sikur yaitu juara LKS tingkat Propinsi NTB sehingga mewakili ke tingkat nasional dan masuk 10 besar dan ini menjadi prestasi yang luar biasa. Itu Oleh karena itu mulai tahun 2023 Praktik Kerja Lapangan (PKL) siswa SMKN 1 Sikur selama 6 bulan ada di dua tempat yaitu 3 bulan di Lombok dan 3 bulan di pulau Jawa.
“Hal ini bertujuan nantinya SMKN 1 Sikur sudah mulai berbicara di kancah nasional,dan ada 6 guru SMKN 1 Sikur sedang mengikuti pelatihan dan mengadakan kerjasama dengan Pemerintah Malaysia dalam program pemagangan,”imbuh Hasbi.
Saat ulang tahun SMKN 1 Sikur tanggal 13 Agustus 2022 Gubernur NTB Zulkieflimansyah hadir membawa kado yaitu menghadirkan perwakilan dari Malaysia yang ingin bekerjasama dengan SMKN 1 Sikur. Sehingga mulai tahun 2023 siswa SMKN 1 Sikur jurusan pariwisata yang melaksanakan magang akan di tempatkan di Malaysia.
Dan saat ini ada 4 kurikulum yang di terapkan di SMKN 1 Sikur yaitu kurikulum inklusi,merdeka belajar,Keps dan vokasi.
SMKN 1 Sikur dengan dengan banyak ragam program dan inovasi tidak lepas dari orang-orang hebat yang ada di Komite Sekolah.
“Dukungan doa dari komite sangat besar ,memberikan dukungan dan membuka komunikasi dengan semua orang terutama para wali murid sehingga semua program sekolah berjalan dengan lancar,” pungkasnya.
Beberapa prestasi sekolah yang di raih SMKN 1 Sikur antara lain tahun 2021 di tetapkan sebagai sekolah Program Penerima Bantuan SMK Pusat Keunggulan. Tahun 2022 ditetapkan menjadi sekolah berbasis Pusat Unggulan dan Teaching Factory SK Kadis Dikbud NTB Nomor.188.4/2971.SMK/Dikbud,dan menjadi Rintisan BLUD.( ndk )

Baca Juga :  DAK LOTIM MENCAPAI 320 MILYAR

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *