Penulis : Buati Sarmi
Editor: Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Pemerintah Desa (Pemdes) Kilang, Kecamatan Terara, Lombok Timur mulai serius memberdayakan prlaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Adapun sekitar 9 (sembilan) UMKM yang telah tembus pasar luar daerah, rital moderen, hingga pasar luar negeri.
Kepala Desa (Kades) Kilang, Lalu Suparlan, menyampaikan hal itu saat dimintai keterangan media ini, “Ada 9 UMKM kita yang produknya sudah tembuas pasar luar daerah bahkan ke luar negeri,” ucapnya, pada Jumat (27/10).
Saat ini kata dia, pihak Desa juga mulai mengembangkan tanaman jamur susu harimau. Bahkan dari produksi jamur susu harimau itu telah berhasil menyaring tenaga pekerja, dan sekaligus sebagai cara mengurai angka pengangguran di desa Kilang.
Diungkapkan bahwa produksi jamur susu harimau ini tingkat keberhasilannya meningkat hingga 99 persen setelah rangkaian kegagalan yang ditemukan, hingga saat ini pihaknya sudah menemukan formula yang tepat. “Setiap kami mengawali dengan berbagai macam, kan ini tingkat kegagalan nya sangat tinggi, di awal-awal kita jungkir balik dulu tapi alhamdulillah sampai hari ini kita dapatkan formula yang tingkat keberhasilannya sampai 99%,” terangnya.
Dijelaskan bahwa setiap kali pihaknya memproduksi, dengan hanya modal awal Rp 55 juta pihaknya membutuhkan minimal tenaga pekerja 10 orang. Dan produksi yang dihasilkan adalah susu yang di kemas dengan bentuk blocklock “Ini memang betul-betul prospek untuk kedepannya, bukan keinginan sendiri ya tapi mudah-mudahan untuk kita semua di Lombok Timur,” ujarnya.
Tak hanya jamur susu harimau, di Desa Kilang juga terdapat produk UMKM andalan yakni kopi bubuk belut yang sudah berjalan lama, jajanan tradisional, dan bahkan ada juga makanan khas masyarakat yakni sate pusut khas desa kilang. Produk UMKM tersebut bahkan saat ini sudah dipasarkan hingga keluar Kabupaten bahkan ke luar negeri.
Terkait pengelompokannya pun juga merata, ada produk yang memang dikindisikan tetap tradisional, dan ada yang modern.”Khusus untuk jajanan tradisional itu kita biarkan berjalan seperti apa adanya, karena orang selalu mencari cita rasa autentiknya, dan alhamdulillah kami punya yang di Kilang itu makanan khasnya,” Katanya.
“Kalau untuk untuk pengemasan itu kita sudah mulai awalnya dari tahun 2018 semenjak saya menjabat, disitu sudah mulai mengarah ke hal yang dituntut akan berbau modern,” pungkasnya.(ds2)








