Home Seni dan Budaya Mengenal Lebih Jauh Adat Budaya Ngalun Aiq dan Mandik Penganten Melalui Gawe...

Mengenal Lebih Jauh Adat Budaya Ngalun Aiq dan Mandik Penganten Melalui Gawe Desa Aikdewa di Lombok Timur

408
0

Penulis: Buati Sarmi

Editor: Mustaan Suardi 

Lombok Timur’.Ditaswara.com. Gawe Desa Aikdewa, Kecamatan Pringgasela, Lombok Timur, pada acara yang digelar untuk ketiga kalinya ini mengangkat adat dan budaya nenek moyang yang hampir punah yakni Ngalun Aiq dan Mandik Penganten.

Ketua Panitia Gawe Desa 3 Aikdewa, Hirpan Rosidi mengatakan istilah Ngalun Aiq merupakan suatu brand utama Gawe Desa. Namun tak hanya mengangkat adat budaya saja melainkan juga dirangkai dengan adat budaya lainnya seperti Mandik Penganten, Poposan, Rantok, Berolang-olang, Tari Rudat, Dila Siu dan lainnya.

“Sehingga pada setiap gelaran Gawe Desa selalu mengangkat adat budaya yang berbeda dan tentunya Ngalun Aiq menjadi brand utama pada gelaran ini harus ada dan menjadi penyangga atau pun pendamping dari budaya lainnya,”ujarnya, Rabu (12/4).

Hirpan menuturkan penyelenggaraan Gawe Desa ke-3 ini mengangkat adat dan budaya Ngalun Aiq dan Mandik Penganten pada 20 Juni 2023 mendatang.

“Pada setiap gelaran prosesi Ngalun Aiq harus selalu ada karena sebagai brand utama event Desa Aikdewa sekaligus untuk menjaga kelestarian mata air, karena Aikdewa sangat berlimpah mata airnya,” tuturnya.

Tujuan dari Prosesi Mandik Penganten ialah untuk membersihkan kedua mempelai dari sisi negatif yang ada di dalam tubuhnya. Sehingga saat menjalani pernikahan kedua mempelai dinyatakan bersih dari sisi negatif dan dapat menjalani kehidupan berkeluarga dengan aman dan nyaman.

“Prosesi Mandik Penganten itu sendiri harus dilaksankan di dekat mata air, dengan terlebih dahulu menggelar beberapa ritual pembuka agar apa yang dihajatkan dapat dengan mudah tersampaikan,” jelasnya.

“Pada setiap gelaran Gawe Desa melibatkan seluruh elemen masyarakat Desa Aikdewa sehingga atmosfer dari setiap gelaran dapat dirasakan semua kalangan,”sambungnya

Baca Juga :  Kadispar Lotim : Semua Sektor Di Berikan Perhatian dan Pembinaan Secara Proporsional

Melalui gawe desa lanjut dia, adat-istiadat yang telah ditinggalkan oleh para leluhur dapat dikenal kembali oleh masyarakat luas, khususnya di Desa Aikdewa sendiri.

“Gawe Desa Aikdewa ini mulai dilaksanakan pemuda-pemudi Aikdewa sejak tahun 2017 dengan tujuan agar adat budaya dapat diperkenalkan pada masyarakat di era yang sekarang dan tentunya pada anak-anak generasi milenial,” ungkapnya.

Pesan utama yang disampaikan Gawe Desa ini adalah para nenek moyang pada zaman dahulu sangat menghargai alam, khususnya mata air sebagai gantungan hidup seluruh makhluk hidup di bumi.

Hirpan berharap melalui Gawe Desa ini dapat mengangkat kembali budaya yang telah hilang, sehingga dampak positif yang ditinggalkan leluhur dapat diterapkan di era saat ini sebagai sebuah landasan untuk hidup bersosial antar sesama maupun dengan alam.(aty).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here