Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur Ditaswara.com. Hauliyah ke-33 Ponpes Salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka, Kecamatan Masbagik Lombok Timur, Kamis (26/1) bertepatan dengan 4 Rajab 1444 atau malam Jumat pertama di bulan Rajab.
Dalam acara tersebut disaksikan oleh Wakil Gubernur NTB Ir. Siti Rohmi Djalilah M.pd, Bupati Lombok timur HM Sukiman Azmy, Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz, Kapolres Lombok Timur, Dirut BSI Selong, Perwakilan Bank NTB Syariah, TGM. H. Mukhlis Ismail, TGM. H. Munawir, Abdul Munif (Dirut PT. Adelia Perkasa), Yoga Dwi Putriyanto (Dirut Operasional PT. Galtra Indonesia), Danramil Masbagik, Polsek Masbagik, Dandim Lombok Timur dan kelompok jamaah yang hadir
Kehadiran wakil Gubernur NTB Hj. Siti Rohmi Djalilah M.pd, yang sekaligus pembina yayasan NWDI Pancor, diterima langsung Pimpinan Pondok Pesantren Thohir Yasin, TGH. Ismail Thohir didampingi sejumlah dewan guru, ribuan santri serta wali murid dan jamaah yang hadir.
Dalam sambutannya Rohmi mengatakan, senang bisa bersilaturahmi kembali ke ponpes salaf Modern Thohir Yasin Lendang Nangka setelah 3 tahun lamanya.
“Ponpes salaf Modern Thohir Yasin adalah salah satu dari sedikit ponpes yang berhasil mengembangkan ponpesnya dengan teknologi,” katanya
Diakuinya bahwa ia mengikuti perkembangan ponpes salaf Modern Thohir Yasin yang dilihat pemberdayaan ekonomi pesantrennya berjalan dengan baik, memiliki mars, ritel yang bisa melayani santrinya dengan baik.
“Usaha usaha di bidang pertanian, peternakan, ini merupakan contoh yang sangat baik di seluruh pondok pesantren yang ada di NTB,” jelasnya
Kontribusi pesantren sangatlah besar di NTB juga di Indonesia. Rohmi juga menyayangkan usia rata-rata lama sekolah di NTB.
“Saat ini usia rata rata sekolah di NTB masih kurang dari 8 tahun, rata-rata lama sekolah itu berapa lama masyarakat NTB yang berumur 25 tahun keatas mengenyam pendidikan,” ujarnya
Dalam hal ini Rohmi menyampaikan peran penting ponpes yang luar biasa besar, maka dengan ponpes tentunya anak anak akan fokus untuk sekolah. Dengan ponpes insyaAllah anak anak tidak akan memikirkan hal yang lain selain menimba ilmu. Ungkapnya
Ponpes Salaf Modern Tohir Yasin adalah satu ponpes yang bisa dikatakan percontohan. Karna berani melakukan terobosan terobosan atau inovasi,
“Dimana kita memajukan ponpes tidak hanya sebagai pusat pendidikan tetapi juga bisa menjadi pusat ekonomi, pusat ilmu, pusat riset dan berbagai hal yang berhubungan dengan pengetahuan bisa dilakukan di ponpes,” lanjutnya.
Di kegiatan yang sama Kanwil Kemenag NTB Zamroni Aziz dalam sambutannya mengatakan, PonPes Salaf Modern Thohir Yasin merupakan salah satu Ponpes Garda terdepan di NTB.
“Berbanggalah wahai bapak ibu wali santri sekalian, yang sudah menitipkan anak anaknya di Ponpes ini, mulai dari TK, MI, Mts, MA,dan ada juga perguruan tinggi yang berbasis agama ini,” katanya
Lebih jauh dikatakannya, yang bisa menjawab pertanyaan, tantangan zaman adalah Ponpes. Ponpes Salaf Modern Thohir Yasin ini merupakan salah satu ponpes yang seringkali mengikuti event event nasional maupun internasional yang mewakili provinsi NTB, jelasnya
Dalam acara tersebut Zamroni memberikan hadiah langsung hadiah berupa tiga DP umroh kepada santri dan santriwati yang berprestasi menghafal 30 Juz Al Quran, dan kepada salah satu pengurus yayasan Ponpes Salaf Modern Thohir Yasin.
“Kami atas nama Kanwil Kemenag NTB, menyampaikan apresiasi yang luar biasa, penghargaan yang luar biasa kepada Ponpes ini, karna tanpa Ponpes ini mungkin banyak anak anak kita yang tidak bersekolah, Alhamdulillah adanya teknologi sidik jari di ponpes ini, mejadikan Ponpes ini satu satunya yang memiliki teknologi yang luar biasa di NTB” terangnya
Di kesempatan yang sama juga, dalam ceramah nya TGH Ismail Thohir selaku ketua Yayasan Ponpes Salaf Modern Thohir Yasin, mengajak semua jamaah yang hadir untuk mengisi kesempatan hidup dengan baik, karna kalau tidak akan merugi.
“Orang yang pintar adalah orang yang mampu mengendalikan atau menahan hawa nafsunya, orang bodoh adalah orang yang selalu mengikuti hawa nafsunya, tidak mampu menahan hawa nafsunya sendiri, selalu berangan angan dengan urusan dunia, padahal besok tidak tau meninggalkan dunia yang fana ini,” pesannya
Malam penutup Dzikrul Hauliyah yang ke 33, ada Proses Nyeleng Minyak yang paling ditunggu-tunggu oleh jamaah yang hadir tersebut.
Selaku ketua Panitia Kegiatan Dzikrul Hauliyah Lalu Riki Wijaya mengatakan, karna memang tradisi di pulau Lombok ada Penyelengan (pembuatan) minyak obat yang tetap dan selalu dilestarikan oleh pimpinan ponpes Salaf Modern Thohir Yasin.
“Kegiatan Nyeleng ini pun sudah dikenal sampai tahap nasional. Dari seiring berdirinya Ponpes tersebut tradisi Nyeleng minyak obat sudah dilakukan di pondok ini,” katanya
Dzikrul Hauliyah ini dimulai dari malam Jumat tanggal 20-27 Januari 2023, yang dimulai dengan Haplah Al Qur’an yang dalam hal tersebut dihadiri Oleh Qori baik nasional maupun Internasional, ada Reuni Akbar, dan di setiap harinya di adakan kegiatan lomba untuk para santri sampai hari Rabu (24/1), kegiatan bazar UMKM selama satu Minggu, pawai ta’aruf yang melibatkan seluruh jamaah dan lembaga Ponpes Thohir Yasin, hari Kamis pagi kegiatan Pengibaran bendera Pusaka, Sore santunan anak yatim, malamnya adalah Puncak Hauliyah dan Proses penyelengan Minyak Obat yang secara simbolis penyalaan api dilakukan oleh TGH Ismail Thohir dimulai pukul 22.00 sampai menjelang waktu subuh.
Proses penyelengan Minyak Obat tersebut dilakukan oleh 76 kelompok yang dalam satu kelompok ada 30, 40, 50 orang atau jumlahnya ada sekitar tiga ribu lebih pembuat Minyak Obat.
Husnul khatimah salah satu pedagang bazar UMKM dari Masbagik mengatakan, mendapatkan satu juta lebih perhari selama kegiatan hauliyah tersebut berlangsung.(aty)








