Berita

Konfrensi Pers DPRD KLU : Masalah Air Bersih di Tiga Gili Harus Secepatnya Di Tangani.

-

 

Lombok Utara.Ditaswara.com. Kegiatan reses yang dilakukan oleh semua anggota DPRD Kabupaten Lombok Utara sebagai salah satu cara untuk menjaring aspirasi ke masyarakat.Setiap tahunnya sebanyak tiga kali kegiatan reses dilakukan dan ini menjadi media yang paling ampuh untuk menerima dan menyampaikan semua kegiatan program baik yang ada di ekskutif maupun legeslatif.
“Agenda reses bagi semua anggota DPRD KLU setiap tahunnya sebanyak tiga kali ini,dan kegiatan ini akan menampung segala aspirasi yang di inginkan oleh masyarakat,” kata Ketua DPRD KLU Artadi yang juga di dampingi oleh Ketua Komisi 1 Raden Nyekradi dan Wakil Ketua Komisi III Rusdianto pada saat acara konfrensi pers dengan semua awak media Jum’at (7/10).
Lebih jauh dikatakannya,kegiatan reses yang pertama dilaksanakan pada tanggal 11 sd 16 Februari 2022,reses kedua pada tanggal 12 sd 17 Mei 2022 dan reses ke tiga dilaksanakan pada tanggal 24 sd 29 Sepetember 2022. Ada berbagai macam ragam aspirasi masyarakat yang di sampaikan yang nilainyanya dari kecil sampai besar baik untuk program jangka menengah maupun jangka panjang.
Selanjutnya semua hasil reses dari para anggota DPRD KLU ini menyusun rangkuman dan melakukan paripurna dari hasil reses tersebut. Mekanisme selanjutnya hasil paripurna reses tersebut akan di sampaikan ke pihak eksekutif yang nantinya akan di masukan dalam program tahun anggaran berikutnya.
“Sebagai catatan bahwa semua aspirasi yang di sampaikan ke pihak ekskutif tentunya tidak akan keluar dari ketentuan RPJMD Lombok Utara,” imbuhnya.


Ketua Komisi 1 DPRD KLU Raden Nyekradi menambahkan,untuk usulan aspirasi mulai dari reses pertama sampai masa sidang ke tiga tidak begitu banyak perbedaan,mayoritas usulan yang di sampaikan terkait dengan masalah infrastruktur jalan desa dan jalan pertanian.
“Saat ini kita lebih banyak fokus pada jalan yang ada di desa dalam rangka memperlancar transportasi perekonomian masyarakat,usulan yang bernilai kecil seperti penataan kuburan,membuka jalan pertanian maupun perikanan tetapi memiliki dampak yang cukup besar untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Ada beberapa contoh kegiatan yang dapat diajalankan oleh masyarakat saat ini seperti hasil perikanan yang mencapai 2 sd 10 ton per hari yang di nilai dengan uang dua ratus ribu rupiah sampai 5 juta rupiah. Selanjutnya ada kegiatan ekonomi produktif, kebutuhan air bersih yang pada saat musim kemarau sering mengalami kekurangan air bersih. Kegiatan untuk memajukan parawisata seperti memberdayakan Pokdarwis,usaha kelompok tani perkebunan seperti budaya trigona dan juga memberikan ruang kreasi dan inovasi bagi para kelompok kesenian yang ada di KLU sehingga nilai-nilai budaya dapat terus berkembang dan di lestarikan,dan ini menjadi penekanan kepada pihak ekskutif untuk terus memberikan pembinaan dan perhatian.
Terkait dengan PAD ,pihak legeslatif mendorong pihak ekskutif untuk terus melakukan berbagai inovasi untuk menggali dan menarik rsetribusi dalam rangka meningkatkan PAD,dengan demikian aspirasi yang ada di masyarakat dapat di akomodir dan di realisasikan .
“PAD menjadi sumber anggaran yang sangat penting untuk dapat merealisasikan program-program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat,jangan sampai karena alasan PAD tidak cukup ahirnya banyak usulan masyarakat yang di nilai penting tidak dapat akomodir,” jelasnya.
Oleh karena jangan sampai terjadi adanya kebocoran PAD yang sangat berpengaruh dalam mensukseskan program pemerintah. Seperti pada APBDP 2022 mengalami defisist sebesar Rp 14,29 milyar dari total belanja daerah sejumlah Rp.941 milyar lebih,sementara PAD hanya berjumlah Rp.927 milyar lebih.
Rusdianto Wakil Ketua Ketua Komisi III menyoroti tentang kawasan wisata yang ada di 3 gili dimana mengalami kesulitan untuk memenuhi kebutuhan air bersi baik untuk masyarakat maupun para pengusaha wisata.
“Masalah ini harus segera di carikan jalan keluarnya mengingat kawasan tiga gili ini menjadi sumber utama PAD KLU,Pemerintah Daerah dan Propinsi maupun instansi yang terkait harus serius menangani persoalan air bersih yang cukup lama menjadi persolan, sehingga kenyamanan untuk para wisatawan tetap terjaga di kawasan tiga gili ini.,” katanya.
Acara konfrensi pers ini di pandu langsung oleh Kabag Persidangan dan Risalah Sekretariat DPRD KLU Mujaddid Muhas .(ndk).

Baca Juga :  Bupati Lombok Utara Hadiri Peringatan HUT ke-60 Pramuka

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *