Home Lombok Timur Kadis PMD: Menjelang Pesta Demokrasi Pilkades Serentak Lotim, Panitia Jangan Hindari Wartawan

Kadis PMD: Menjelang Pesta Demokrasi Pilkades Serentak Lotim, Panitia Jangan Hindari Wartawan

210
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi

 

Lombok Timur.Ditaswara.com. Forum Jurnalis Lombok Timur (FJLT) menggelar pojok jurnalis ke-12, bertempat di Caffe and Resto Seco, Kelurahan Pancor, Kecamatan Selong, Lombok Timur, Sabtu (11/3).

Pojok jurnalis ke-12 kali ini, FJLT mengangkat tema “Pilkades Serentak 2023 di Bumi Patuh Karya” yang menggandeng Seleparang TV dan mengundang Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Lombok Timur, Salmun Rahman sebagai narasumber.

Dalam kegiatan tersebut, dipandu oleh host dari Seleparang TV, Sima, Kadis PMD Salmun menyampaikan pentingnya peran jurnalis dalam mensukseskan Pilkades serentak 2023 di bumi patuh karya.

Hal ini dikarenakan hadirnya wartawan sebagai media yang bertugas memberitakan apa-apa saja yang berkembang di lapangan sangatlah penting, demi menjamin tak berkembangnya informasi bohong (Hoax) di masyarakat.

“Saya dari PMD dan panitia baik didesa dan kecamatan dan juga seluruh KPPS untuk jangan takut dan jangan hindari wartawan, jawab mereka apa adanya yang kita ketahui,” ucap Salmun dihadapan puluhan wartawan yang hadir pada acara tersebut.

Ia pun meyakini kontribusi wartawan juga ikut serta menciptakan iklim damai pada pilkades 2023 di Lombok Timur sampai dengan saat ini, dikarenakan opini publik sangat dipengaruhi oleh berita khususnya dari para jurnalis.

Namun disampaikannya, para wartawan tentunya harus memberitakan sesuatu dengan sebenar-benarnya. Karena berita yang baik menurutnya adalah berita yang benar sesuai fakta, selain itu berita yang baik juga menurutnya dinilai dari kebermanfaatannya.

“Saya yakin bersama temen-temen wartawan saya berharap kerjasamanya menyajikan berita yang benar adanya dan berimbang, dan tentu menarik merupakan modal awal mensukseskan Pilkades 2023 ini,” tegasnya.

Lanjut dikatakannya, peran wartawan juga bisa memberikan pencerahan dan sebaliknya bahaya bagi publik jika yang disampaikan adalah berita yang tidak benar (Hoax).

Baca Juga :  Pohon Tumbang di Desa Pringgasela Selatan Menimpa Seorang Warga Hingga Meninggal

Sementara itu, Ketua FJLT Rusliadi mengakui hadirnya wartawan akan menentukan arah Pilkades 2023 ini.

Mengingat begitu bergengsinya Pilkades serentak 2023 ini, Rusliadi juga menekankan keberimbangan para jurnalis dalam menyajikan berita sebelum dan sesudah di mulainya Pilkades serentak pada maret 2023 ini.

“Dengan 53 desa, Rasanya Pilkades serentak 2023 di Lombok Timur sama dengan Pilkada, hanya bicara soal produk jurnalis yang dihadirkan ke publik masing-masing berbeda tergantung pendekatan,”

“Karena kita sebagai Jurnalis melihat dari segi send of news yang dibangun adalah sisi keunikan dari peristiwa itu, hingga apa yang paling menarik di desa itu yang kami liput,” terangnya.

Akan tetapi diakuinya, terkadang jurnalis saat ini kelemahannya ada pada sumber data, hal ini juga berdampak pada para pihak yang terkadang enggan mengeluarkan statmen jika berhadapan dengan konflik.

Padahal lanjutnya, prinsip kerja jurnalis adalah sebagai pewarta bukan pembawa petaka, hingga hasil kerja jurnalis jangan dinilai negatif terlebih dahulu.

Khususnya di FJLT, ia meyakini para jurnalis yang tergabung adalah mereka yang sepenuhnya memberitakan karena berita bukan atas dasar kepentingan pribadi.

“Kita di FJLT 12 kali kita tekankan di pojok jurnalis untuk itu, utamanya bagaimana memberitakan sesuai fakta dan data, dan berimbang,” tegasnya.

Sehingga bagi jurnalis lanjutnya, yang paling penting adalah memposisikan diri sesuai dengan kode etik yang ada.

“Seperti salah satunya menyajikan berita dengan bahasa yang sesuai dengan kode etik, tidak provokatif, mengandung sara, dan berkata cabul atau kotor,”pungkasnya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here