Home Berita Jembatan Penghubung Kecamatan Pringgasela-Masbagik Ambles Termakan Usia

Jembatan Penghubung Kecamatan Pringgasela-Masbagik Ambles Termakan Usia

391
0
Akses transportasi yang menghubungkan Desa Jurit Baru (Kecamatan Pringgasela) dengan Desa Lendang Nangka Utara (Kecamatan Masbagik) terputus total. Jembatan utama tersebut ambles setelah diterjang aliran air sungai yang deras pada Sabtu malam (11/1) sekitar pukul 21.00 WITA.

Penulis: Mustaan ​​Suardi 

Lombok Timur – Diswara.com. Akses transportasi yang menghubungkan Desa Jurit Baru (Kecamatan Pringgasela) dengan Desa Lendang Nangka Utara (Kecamatan Masbagik) terputus total. Jembatan utama tersebut ambles setelah diterjang aliran air sungai yang deras pada Sabtu malam (11/1) sekitar pukul 21.00 WITA.

Peristiwa ini mengakibatkan mobilitas warga di dua kecamatan tersebut lumpuh, mengingat jembatan ini merupakan urat nadi transportasi masyarakat setempat.

Kepala Desa Jurit Baru, Athar Junaidi, menjelaskan bahwa jembatan yang dibangun sejak era 1990-an tersebut memang sudah berusia tua. Kondisi fisik yang termakan usia membuatnya rentan saat debit air sungai meningkat drastis.

”Jembatan itu ambles karena termakan usia. Ini adalah akses utama bagi warga di empat dusun, yakni Dusun Sukatani dan Gawah Malang (Jurit Baru), serta Dusun Mekarsari dan Benteng Selatan (Lendang Nangka Utara),” ujar Athar.

Ia menambahkan, terputusnya jembatan ini sangat berdampak pada aktivitas pendidikan, terutama bagi anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi jalur tersebut.

Menangapi laporan tersebut, Kepala Pelaksana BPBD Lombok Timur, Lalu Mulyadi, langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan. Menurutnya, penyempitan aliran sungai menjadi salah satu pemicu kuatnya fondasi jembatan.

”Terjadi gerusan di bawah fondasi karena sungai terlalu sempit, sehingga diperlukan normalisasi. Hujan deras membuat udara menghantam bagian bawah hingga jembatan terputus,” jelas Lalu Mulyadi.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD bersama masyarakat akan membangun jembatan sementara agar warga tidak terlindungi.

”Besok kita akan membantu membangun jembatan darurat pakai bambu dulu yang akan dilakukan secara gotong royong bersama masyarakat dari kedua kecamatan agar akses tidak dilindungi terlalu lama. Khususnya untuk sepeda motor dan kebutuhan yang mendesak,” katanya.

Baca Juga :  BAZNAS LOTIM TAHUN 2020 KUMPULKAN ZIS SEJUMLAH Rp.12 MILYAR LEBIH

Pihak BPBD telah melakukan asesmen terhadap struktur jembatan yang memiliki panjang 9 meter dengan kedalaman 4 meter tersebut. Mengingat peran strategisnya bagi perekonomian dan kesehatan, pembangunan permanen diupayakan terlaksana tahun ini.

“Kami akan mengupayakan pembangunan secara permanen. Ini jalur penting dan strategis. Kami juga sedang mempertimbangkan opsi jembatan Bailey, namun itu perlu koordinasi lebih lanjut dengan pimpinan daerah,” simpulnya.(ds2)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here