Home Lombok Timur Jelang Lebaran Idul Fitri, Gedeng Busung Warga Lotim Banyak Hilang

Jelang Lebaran Idul Fitri, Gedeng Busung Warga Lotim Banyak Hilang

119
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi 

Lombok Timur.Ditaswara.com. Menjelang lebaran idul Fitri 1444 H, masyarakat di beberapa daerah kabupaten Lombok Timur (Lotim) membuat makanan khas yang biasa disebut bulayak yang merupakan makanan khas pengganti nasi yang terbuat dari daun aren muda (Gedeng busung).

Tak terkecuali masyarakat di Kecamatan Pringgasela mulai berbondong-bondong mencari gedeng busung (daun aren muda) yang akan digunakan membuat bulayak. Oleh karena itu Gedeng Busung mulai dari H-4 lebaran sudah banyak diminati.

Kendati demikian, pemilik pohon aren harus menjaga ekstra Pohon Aren mereka karena biasanya mulai H-10 lebaran banyak yang kehilangan Gedeng busungnya. Biasanya maling Gedeng busung mengintai pohon aren yang ada daun aren mudanya (busung) mulai dari pertengahan puasa.

Salah satu pedagang Gedeng Busung asal Timbanuh, Amaq Medi mengatakan bahwa menjelang lebaran tak sedikit para pemilik pohon aren yang kehilangan gedeng busung (daun aren muda).

“Dari mulai sepuluh hari puasa awal kita sudah mulai ekstra menjaga Pohon Aren kita karena kemungkinan maling Gedeng busung tengah mengintai, lengah sedikit Gedeng Busung kita sudah hilang,”ucapnya ketika dikonfirmasi pada Rabu, (19/4).

Tak hanya itu, Amaq Medi juga mengungkapkan bahwa dalam satu pohon aren dapat menghasilkan kurang lebih Rp.250 ribu, dimana dalam satu ikat Gedeng busung ada 25-30 biji seharga Rp.10 ribu.

“Pada satu ikat busung isinya ada yang 25 hingga 30 biji tergantung dari kita yang punya, untuk harga per ikatnya itu Rp.10 ribu,” katanya.

Lebih jauh dikatakan, daun aren muda (busung) kini sudah mulai jarang ditemui kalau tidak pesan terlebih dahulu, di pasar memang banyak dijual namun dalam per ikat tidak semuanya bagus atau dalam satu ikat hanya 5 sampai 6 biji saja bagus.

Baca Juga :  Bupati Sukiman Fokus dan Harapkan SPAM Pantai Selatan Dapat Dituntaskan Tahun 2023 ini

Pohon aren pun kini juga sudah mulai jarang ditemui, padahal pohon aren juga termasuk pohon yang Hampir semuanya bermanfaat, yakni diantaranya mulai dari air, biji, hingga daunnya.

“Pohon aren saat ini sudah mulai jarang kita temukan, khususnya di daerah timbanuh ini, yang ada paling hanya sisa-sisa dari yang sudah lama, jarang kita lihat dalam satu lahan pemilik kebun memiliki lebih dari 5 pohon aren, paling hanya 2 atau 3 paling banyak kadang 4 itupun tidak semuanya memiliki busung,”pungkasnya.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here