Penulis : Buati Sarmi
Editor : Mustaan Suardi
Lombok Timur – Ditaswara.com. Pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) Provinsi NTB tetap diakomodir dalam event bergengsi MotoGP di sirkuit Mandalika pada tanggal 13-15 Oktober mendatang. Hanya saja berbeda dari tahun sebelumnya jumlah UMKM yang akan dilibatkan jauh berkurang.
Kepala bidang pemberdayaan UMKM dinas koperasi Lombok Timur, Hirsan, mengatakan bahwa secara resmi pihaknya menerima dari dinas koperasi provinsi hanya 2 UMKM. “Secara resmi kita hanya menerima dari kedinasan provinsi hanya 2 UMKM saja,” Ucapnya saat dimintai keterangan, Senin (2/10).
Sejauh ini kata dia, pihaknya belum mengetahui persis program yang dipakai oleh pihak pengelola MGPA dan mendapatkan jatah UMKM sesuai regulasi dari kepala dinas provinsi. Sebelumnya, Hirsan mengaku sempat protes kenapa hal itu bisa sampai terjadi tidak seperti tahun 2022 lalu, dimana 10 kabupaten/kota NTB mendapatkan jatah 6 orang. Namun karena hal itu menyangkut keuangan provinsi, pihaknya masih terus berkordinasi dengan pihak Dinas Koperasi provinsi.
Dijelaskan bahwa jumlah UMKM yang akan mengisi stand-stand di dalam sirkuit hanya 60 pelaku usaha. Dimana pihak pengelola hanya memberikan satu kawasan yang bisa di dirikan tenda sebanyak 30 unit kepada pemerintah provinsi. Adapun dalam setiap tenda akan berisi dua orang UMKM. “Jadi 10 kabupaten/kota di NTB jika diisi 2 orang menjadi 20, dan 10 sisanya tersebut adalah untuk binaan dari provinsi,” ujarnya.
Kendati demikian, UMKM Lombok Timur juga banyak yang menjadi binaan dari pihak luar, seperti BUMN Pertamina (Persero), Bank Indonesia, BRI, dan lainnya sehingga mereka bisa mendapatkan kesempatan untuk ambil bagian pada ajang MotoGP tersebut. “Dari binaan manapun itu, kami tetap memantau dan melihat UMKM kita yang turut berpartisipasi pada event tersebut,” katanya.
Ia juga berharap bahwa keberpihakan pemerintah terhadap UMKM ini semakin meningkat tetapi tahun ini malah menurun. “Semoga tahun depan ada regulasi atau kebijakan yang berpihak kepada UMKM kita,”
Di tempat yang sama, salah satu pelaku UMKM yang tidak dapat ikut serta dalam event tersebut, Ika, mengaku merasa kecewa dimana ia dan teman-teman lainnya memiliki banyak produk untuk dibawa dan diperkenalkan.
“Meskipun pada saat event itu tidak laku banyak tapi paling tidak untuk kedepannya kita ketemu sama buyer. Meskipun bukan buyer dari luar negeri, setidaknya dari Indonesia sendiri mungkin diluar daerah kita dapat buyer di sana,” Imbuhnya.(ds2)








