Berita

Angka Stunting di Lotim Menurun 20,48 Persen

-

Lombok Timur (Ditaswara.com) – angka Stunting di Lombok Timur Mengalami penurunan, hal tersebut mengacu pada hasil elektronik- Pencatatan dan Pelaporan Gizi Berbasis Masyarakat (e-PPGBM), namun Lotim saat ini masih menjadi daerah penyumbang angka stunting tertinggi di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

 

Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Lotim, H Pathurahman mengatakan, berdasarkan data e-PPGBM per Mei 2021 dan mengacu pada hasil posyandu setiap puskesmas

angka stunting di Lotim setiap tahunnya mengalami penurunan, yakni dari jumlah 88,56 persen balita yang diukur dan diverifikasi terdapat 20.48 persen balita yang menderita stunting.

 

” Setiap tahunnya angka Stunting di Lotim mengalami penurunan, hal itu kita lihat dari hasil posyandu, dari 88,56 persen jumlah anak yang ditimbang terdapat sebanyak 20,48 persen bayi yang katagori setunting,” terang Fathurahman kepada awak media saat ditemui disela kegiatannya, Kamis (24/06/202

 

Kata dia, angka stunting di Lotim pada tahun 2019 lalu, dari 64,09% jumlah balita yang diukur dan diverifikasi terdapat sebanyak 26,10 persen bayi mengalami stunting. Sedangkan pada tahun 2020, dari 85,24 persen balita diukur dan diverifikasi, ditemukan sebanyak 20,59 persen bayi mengalami stunting.

 

“Untuk menguatkan kembali kita lakukan Rembug Stunting setiap tahunnya, dan ini tahun ketiga kita lakukan Agar angka stunting terus menurun,” bebernya.

 

Berdasarkan data dari Riset Kesehatan Dasar yang dilakukan lima tahun sekali. Angka stunting di Lotim pada tahun 2018 lalu, masih menjadi tertinggi di NTB maupun di tingkat nasional.

 

” Kami harap masalah Stunting ini menjadi atensi dan dukungan kita bersama baik pemerintah Daerah maupun pemerintah Desa,” katanya.

 

Sementara itu, Sekretaris Daerah Lotim, M Juaini Taofik mengatakan, guna menekan angka Stunting di Lotim terdapat delapan rencana aksi daerah diantaranya mengadakan Rembug Stunting dengan semua pihak tidak hanya Peran pemerintah Daerah saja.

Baca Juga :  Satpol PP Lotim Berhasil Sita Ratusan Liter Miras Tradisional Pada Tiga Titik

 

“Ini merupakan PR kita bersama untuk menakan angka Stunting di Lotim.Angka stunting di Lotim jauh dari angka rata-rata provinsi dan nasional,” jelasnya juaini.

 

Juaini menjelaskan, pada tahun 2022 mendatang, penanganan stunting akan difokuskan pada 29 desa dengan angka stunting yang cukup tinggi di Lotim. Kata dia, Sebanyak 38,5 persen angka stunting di Lotim disebabkan karena tingginya angka pernikahan usia dini.

 

“Walaupun sudah memasuki usia pernikahan, pengantin terlebih dahulu harus diberikan pelatihan tentang bagaimana membangun keluarga dan yang lebih penting diberikan edukasi reproduksi,” tutupnya. (Gib)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *