Home Lombok Timur Safari Ramadan Pertama Bupati Lotim di Desa Tembeng Putik, Namun Menjadi Ramadan...

Safari Ramadan Pertama Bupati Lotim di Desa Tembeng Putik, Namun Menjadi Ramadan Terakhir dimasa Jabatannya

136
0

Penulis : Buati Sarmi

Editor : Mustaan Suardi 

 

Lombok Timur.Ditaswara.com. Kegiatan safari ramadan 1444 H, oleh jajaran pemerintah di lingkup kabupaten Lombok Timur diselenggarakan kembali setelah tidak terlaksana selama tiga tahun karena dampak pandemi Covid-19. Safari ramadan ini diawali di masjid Badrul Islam Lengkok Lendang, Desa tembeng putik kecamatan Wanasaba, Selasa malam (28/3).

Namu Safari Pemda pada tahun ini hanya terdiri dari satu tim. Tim tersebut dipimpin langsung oleh Bupati dan wakil Bupati Lombok Timur bersama forkopimda kabupaten Lotim dan diikuti sejumlah OPD secara bergantian.

Bupati dalam sambutannya menyampaikan bahwa di bulan Ramadan memiliki berkah yang tidak ternilai dan berlimpah karunia Allah SWT. Tentunya dengan melaksanakan amalan dan ibadah.

Dalam tausiyahnya Bupati mengingatkan ada empat amalan nabi Muhammad SAW saat Ramadan yakni shalat, sedekah, berdoa’a dan membaca Al-Qur’an.

Dalam tausiyahnya Bupati mengingatkan pentingnya melaksanakan shalat di awal waktu. Disampaikan pula agar umat muslim berlomba-lomba untuk bersedekah, apalagi di bulan Ramadan.

“Shalat diawal waktu adalah amalan paling utama,” pesannya.

Untuk itu, mari bersama berlomba-lomba berbagi sedikit rezeki kita apalagi di bulan ramadan yang penuh berkah ini.

Lanjut terkait doa, Bupati menyampaikan faktor doa dapat dikabulkan oleh Allah SWT. Tempat dan waktu berdoa adalah diantaranya berdoa di masjid pada bulan Ramadan dinilai sebagai faktor dikabulkannya doa seorang hamba.

Dan amalan terakhir yang banyak dikerjakan oleh nabi Muhammad SAW adalah membaca Al-Qur’an.

Tak hanya itu, Bupati juga mengajak masyarakat untuk selalu bersyukur, terlebih dapat bertemu kembali dengan bulan suci ramadan dalam keadaan sehat walafiat.

“Semoga bulan Ramadan dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, agar ketika berpisah dengan bulan suci ini kita semua dapat kembali dalam keadaan suci, fitrah sebagimana saat dilahirkan,” tausiahnya.

Baca Juga :  Peringati Nuzulul Qur'an, Bupati Ajak Masyarakat Mengamalkan Al Qur'an di Kehidupan Sehari-hari

Dalam kesempatan tersebut, Bupati menyampaikan bahwa safari ramadan tahun ini adalah yang terakhir selama periode pemerintahannya bersama wakil Bupati H. Rumaksi.

“26 September 2023, hanya enam bulan lagi kami akan mengakhiri masa pengabdian bersama H Rumaksi di kabupaten Lombok Timur. Untuk itu kami ingin mengakhirinya dengan Khusnul khatimah,” Katanya.

Karena itu pula ia berharap berbagai harapan masyarakat dapat dituntaskannya selama enam bulan terakhir ini.

“Jika ada janji dan harapan dari masyarakat yang belum kami tunaikan, masih ada waktu sisa enam bulan pengabdian kami di kabupaten Lombok Timur untuk dapat diselesaikan,” ujarnya.

Bupati juga memohon maaf kepada masyarakat Lombok Timur sepanjang masa jabatannya.

“Saya sangat mengapresiasi masyarakat Lekok Lendang, Desa tembeng putik ini atas kualitas ibadah, rasa syukur, dan tradisi baik yang dimiliki, saya juga berharap dapat dicontoh oleh desa dan dusun yang lain di kabupaten Lombok Timur,” tuturnya.

Sementara itu, ketua pengurus masjid Badrul Islam Ustadz H. Yusuf Ali, menyampaikan bahwa di wilayah masjid ini terdapat 520 KK yang terdiri dari 1.892 jiwa. Masjid tersebut pembangunannya didanai swadaya masyarakat sebanyak Rp 1,8 Miliar.

Selain menyampaikan kondisi wilayah yang aman dengan tetap menjalankan ronda sejak tahun 2011, ustadz Yusuf juga menceritakan tradisi masyarakat setempat seperti doa akhir tahun dan berbagai kegiatan kemasyarakatan yang diatur dimasjid Badrul Islam.

Bupati pada kesempatan tersebut juga menyerahkan bantuan dari Baznas Lombok Timur kepada ketua pengurus masjid.(aty)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here